Penulis: Miroji
Editor: Teguh IS.
Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan tengah berupaya mewujudkan visinya menjadi Smart Regency atau Kabupaten Cerdas. Untuk mendukung itu, Pemkab OKI pun gencar memanfaatkan Teknologi-Informasi (TI) untuk memudahkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Pengembangan TI juga menjadi solusi dan alat bagi Pemkab OKI, melalui Diskominfo Kab OKI, untuk mengatasi berbagai kesenjangan di kabupaten yang banyak memiliki wilayah pedesaan ini. Istilahnya mentransformasi desa jadi metropolitan.
Demikian disampaikan Muttaqin Noviandy S, M.Kom selaku Kepala Bidang Layanan e-Government Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir, saat mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2022 secara online, Rabu, 2/11/2022.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai Dewan Juri TOP Digital Awards 2022 yaitu Melani K. Harriman, Agnes Theres, dan Subandi.
Inovasi Digital
Menurut Muttaqin gencarnya pemanfaatan TI di Kabupaten OKI tak lepas dari komitmen kuat dari Kepala Daerah. Tujuannya untuk memudahkan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan atau OKI Smart Regency.
Lebih lanjut, kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2022, ia memaparkan inovasi digital digital yang telah dihadirkan Pemkab OKI untuk mendukung administrasi pemerintahan.
Pertama, website SPARTAN sebagai Portal Web yang berisi semua layanan elektronik SPBE dan Pelayanan Publik.
Kedua, aplikasi PINDANG (Pangkalan Informasi dan Data Penunjang), aplikasi yang diarahkan untuk penerapan Big Data Analytic. Aplikasi ini memberikan keterbukaan data kepada publik. Selain itu, pengguna juga dapat mengunduh data yang disediakan aplikasi.
Ketiga, aplikasi SEGMENT, pelayanan secara online kepegawaian, berbasis website, mulai dari izin cuti, usul kenaikan pangkat, usul pensiun, usul mutasi serta kepengurusan bagian kepegawaian lainnya.
Keempat, aplikasi LIMAS (Learning Management System) diluncurkan pada Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PIM IV) Angkatan V yaitu 23 Agustus 2021.
“Penggunaan aplikasi Learning Management System (lms.kaboki.go.id) sebagai alat bantu penyelenggaraan diklat peningkatan kapasitas aparatur. Juga sebagai solusi ditengah pandemi,” tutur Muttaqin.
Dalam upaya membangun daerahnya, Pemkab OKI tak ketinggalan memanfaatkan TI dengan mendigitalisasi kawasan desa yaitu Desa Digital. Ini sejalan dengan semangat pembangunan yaitu membangun OKI dari Desa menjadi Metropolitaan.
“Desa Bangsal yaitu Desa Digital yang memiliki akses internet gratis, website desa, dan Sistem Informasi Desa (mengelola data penduduk, potensi, dan lain-lain),” ujar Muttaqin. Desa Bangsal memiliki potensi wisata, kerbau rawa, potensi perikanan, dan potensi SDM melalui Pondok Pesantren.
Berikutnya, Desa Asri Sedyo Mulyo, Desa Digital yang memiliki pengelolaan Dana Desa, BUMDes, Keamanan Desa, dan Pemberdayaan Masyarakat.
Yang tak kalah penting, lanjut Muttaqin, Pemkab OKI pun gencar mengembangkan perekonomian lokal dengan mendorong UMKM agar go-digital. “Kami mendorong UMKM memasarkan produknya dengan masuk ke marketplace ternama.”
“Berkolaborasi antara Diskominfo dan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian, kami pun telah mengembangkan e-commerce dan marketplace lokal Kab. OKI yang diberi nama PAISLAIS,” pungkas Muttaqin.
Baca: Kabupaten OKI Membangun Dari Desa Dengan Optimalisasi dan Digitalisasi TI
Baca: TOP Digital Awards 2021: Digitalisasi Pemkab OKI Dukung Transformasi Desa Jadi Metropolitan














