Penulis: Albarsyah
Editor: Teguh IS.
Pemerintahan Daerah Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan kembali menjadi kandidat peraih penghargaan TOP Digital Awards 2022. Dalam keikutsertaannya tahun ini, Pemkab Muara Enim, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, mengetengahkan perkembangan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”
Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai Dewan Juri TOP Digital Awards 2022 yaitu Dwinda Ruslan, Benyamin De Haan, Subandi, Melani K. Harriman, dan Agnes Theres.
SPBE di Kabupaten Muara Enim
Kepada Dewan Juri TOP Digital Awards 2022, Kepala Dinas Kominfo Kab. Muara Enim, Ardian Arifanardi, A.P., MSi., menjelaskan tujuan penerapan SPBE, “Dengan SPBE atau E-Government maka Muara Enim yang memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah ini ingin menarik para investor untuk menanamkan investasi di berbagai sektor, seperti pertanian, perkebunan, mineral dan energi.”
“Terwujudnya SPBE atau E-Government juga menjadi keniscayaan, agar hadir pelayanan masyarakat yang semakin cepat, mudah dan administrasi pemerintahan yang yang modern dan akuntabel.”
“Serta membangun masyarakat yang berbudaya digital untuk menuju masyarakat madani,” imbuhnya dalam sesi Penjurian TOP Digital Awards 2022, 10/11/2022.
Mengutip laman Kemenpan RB, SPBE atau E-Government adalah penyelenggaraan pemerintahan yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk memberikan layanan kepada Pengguna SPBE. Hal ini seperti yang tertuang pada Peraturan Presiden No. 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
SPBE ditujukan untuk untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel serta pelayanan publik yang berkualitas dan terpercaya. Tata kelola dan manajemen sistem pemerintahan berbasis elektronik secara nasional juga diperlukan untuk meningkatkan keterpaduan dan efisiensi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Lebih lanjut, kepada dewan juri, Ardian mengutarakan untuk mewujudkan SPBE ini, maka Pemkab Muara Enim telah menetapkan mulai dari tahun 2018 hingga 2025 kinerja seluruh OPD akan terintegrasi dan terbangun sinergitas dengan berbagai keunggulan masing-masing.
“Ada 4 komponen yang kami terus tingkatkan kualitasnya agar tercapai pembangunan SPBE ini, yaitu tata kelola, layanan, teknologi informasi dan komunikasi, dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Dalam rangka pembangunan SPBE ini, ungkap Ardian, Pemkab Muara Enim menganggarkan biaya di tahun 2021 sebesar Rp 6,8 milyar.
Baca: TOP Digital Awards 2021: Janda Muda Lemot, Solusi Informasi Kab. Muara Enim Untuk Masyarakat
Inovasi Digital
Dalam kesempatan ini, Ardian pun memaparkan perkembangan penerapan SPBE di Kab. Muara Enim yang telah dijalankan sejak tahun 2018 ini, terutama dalam bentuk sejumlah inovasi digital.
Aplikasi E-Aplikasi dan E-Kinerja sebagai layanan bagi ASN di seluruh OPD; Aplikasi Sister (Sistem Informasi Statistik Sektoral Terintegrasi) menyediakan data sektoral secara elektonik secara cepat dan mudah; Mesin Absensi Fingerprint untuk absensi jenis biometrik menggunakan metode sidik jari.
Pepesan Pedo (Pelaporan dan Pembayaran Pajak Daerah Secara Online) dari Badan Pendapatan Daerah; Sipakem (Sistem Penyimpanan Arsip Kepegawaian); Scafol (Aplikasi Pelaporan Perencanaan Fisik); Sicerdas (Sistem Informasi Cepat, Efisien, Responsif dan Berintegrasi) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.
Caroline (Curhat Ala Remaja Lewat Online dan Offline) dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana); Indah Online (inovasi pendaftaran berbasiskan online); Sipbos (Sistem informasi pelayanan berbasiskan online sederhana); Karangraja.com (website resmi pemerintah desa Karang Raja, Muara Enim).
Lola Seksie (Pengelolaan administrasi sekretariat kecamatan berbasiskan elektronik); Aparat (Aplikasi surat masuk dan keluar); Kompak (Komputerisasi data kepegawaian);
Kesbangpol Online; Janda Muda Lemot (Jaringan data masuk desa lemah sinyal dan blankspot), Mance (Muara Enim Center); SIGA (Sistem Informasi Gender dan Anak); Sistem WebGis Bedah Investasi yang memberikan informasi peluang dan potensi investasi di Kabupaten Muara Enim yang ditujukan kepada masyarakat luas.
Mampir Bos (Muara Enim Peluang Investasi Regional Melalui Bedah Investasi Online Sistem); Pelayanan Updating Data Penduduk (Pelanduk) dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil; Sister Beti (Sistem Informasi Statistik Sektoral Terintegrasi) menyediakan data sektoral secara elektonik secara cepat dan mudah; Puja Indah, aplikasi layanan pemerintahan berbagi pakai, berbasis data input untuk mempercepat layanan pemerintahan melalui layanan elektronik dalam satu platform layanan.
Ditegaskan Ardian, dengan pembangunan SPBE atau E-Government ini, Pemkab Kabupaten Muara Enim ingin menghadirkan pelayanan terbaik dalam pemerintahan dan membagikan informasi tentang peluang investasi terbaik di Kab. Muara Enim.
Baca: Bangun Fiber Optic, Pemkab Muara Enim Ingin Wujudkan Smart Regency














