Penulis: Abdullah Suntani
Editor: Teguh IS.
PT Pindad Medika Utama (PMU) menyadari pentingnya pemanfaatan teknologi informatika (TI) untuk meningkatkan layanan dan kinerja rumah sakit. Oleh sebab itu, sebagai korporasi bisnis bidang kesehatan, PMU pun melakukan transformasi digital dengan dukungan inovasi digital.
“Pindad Medika Utama memiliki aplikasi dan inovasi digital sebagai pemanfaatan TI berkaitan dengan peningkatan layanan dan kinerja rumah sakit,” kata Yosep Faturohman selaku VP Administrasi Umum dan IT Management PMU, saat Penjurian TOP Digital Awards 2022, Selasa, 8/11/2022, secara online.
TOP Digital Awards adalah ajang pembelajaran dan penghargaan bidang TI tingkat nasional, diselenggarakan majalah It Works sejak tahun 2016 bekerjasama dengan sejumlah asosiasi dan lembaga konsultan TI dan Telco. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2022 ini adalah “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government.”Dalam kesempatan ini, bertindak sebagai dewan juri yaitu Melani K. Harriman dan Lim Kurniawan.
Baca: TOP Digital Awards 2022: Lewat Transformasi Digital, RSUD Wonosari Hadirkan Kemudahan Layanan
Inovasi Digital
Yosep Faturohman pun memaparkan inovasi digital unggulan yang dimiliki PMU, pertama, sistem Swab Test Drive Thru: Implementasinya tahun 2021. Untuk meningkatkan pendapatan perusahaan, PMU menghadirkan sistem layanan terpadu untuk swab test drive thru yang dikembangkan secara mandiri tanpa pihak ketiga.
“Dengan inovasi ini, kami dapat melakukan pendataan pasien laboratorium dengan QR Verification dan juga laporan,” tuturnya.
Dari swab test drive thru, PMU memperoleh revenue tambahan sebesar 20 persen dari total pendapatan tahun 2021, dan mempercepat proses pelayanan terutama ketika layanan pasien onsite terbatas saat puncak kasus Covid-19 di Tanah Air.
“Karena pada saat puncak-puncaknya Covid-19, pasien tidak mau datang ke rumah sakit, kita sediakan swab test drive thru ini sehingga memberikan kontribusi pendapatan ke rumah sakit,” ungkap Yosep.
Inovasi berikutnya terkait peningkatan layanan konsumen, yakni Sistem Reservasi Pasien Online melalui portal pendaftaran online. “Sistem Reservasi Pasien Online ini terhubung dengan BPJS, ada reminder notifikasinya, mengakomodir pasien umum dan juga kontraktor,” ujarnya.
Menurut Yosep, dengan adanya sistem ini, waktu tunggu dan daftar antrian berkurang signifikan. “Setelah ada pendaftaran online ini, pasien kita berkurang wasting time-nya, waktu tunggunya berkurang menjadi 90 menit. Penghematan waktu ini jika kita konversi ke kunjungan maka bertambah okupasi dengan konversinya Rp 12 juta per hari, kalau setahun menajadi Rp 3,6 miliar proyeksinya,” paparnya.
Inovasi terkait operasional perusahaan, PMU menggunakan Health Information System atau SIMRS untuk men-support kegiatan operasional rumah sakit dengan kustomisasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan format laporan PMU.
“SIMRS sudah bridging BPJS dan Kemenkes, rekam medis dan e-Resep, sehingga dokter tahu obat mana yang habis, mana obat yang harganya sesuai dengan segmen pasarnya, Manfaatnya berupa efisiensi, laporannya real time dan paperless,” ujar Yosep.
IT Master Plan
“Untuk master plan IT PMU, kami membagi ke tiga bagian yaitu kick start, technical enablement dan system optimization,” ungkap Yosep Faturohman.
“Tahun 2022 kick start meliputi IT Policy, infrastructure assessment, SIMRS rumah sakit, bridging dengan BPJS, Aplicare dari Kemenkes, menjalankan e-MR, pendaftaran online dan JKM Mobile, dll,” terang Yosep.
“Dilanjutkan tahun 2023, kick start-nya adalah network revitalization. Jadi ini bagaimana tahap selanjutnya dari infrastructure assessment yang di tahun 2022, kemudian SIM Rumah sakit yang terintegrasi secara keseluruhan. Kemudian costumer relationship manajemen untuk fokus terhadap kepuasan pasien, baik itu berupa chatbot atau broadcast,” terangnya.
Tahun 2023 juga, PMU akan melakukan sentralisasi data. “Kami nanti akan melakukan muara data kepada cloud, dan 2023 harus terintegrasi seluruh Indonesia. Jadi tahun 2023 kita sudah mengikuti apa yang diarahkan oleh pemerintah,” lanjutnya.
“2024, kami masuk di technical enablement, kemudian Remote Patient Monitoring, bagaimana kita memiliki aplikasi yang bisa memantau pasien tidak hanya di rumah sakit, bisa di tempat kerja, bisa di rumah,” tutupnya.














