PT JakLingko Indonesia merupakan perusahaan joint venture yang sahamnya dimiliki oleh beberapa perusahaan, antara lain PT Transrportasi Jakarta, PT Jakarta Propetindo, PT MRT Jakarta, dan PT MITJ (Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek). Secara detil komposisi saham JakLingko terdiri dari 20% dimiliki MRT, 20% Trans Jakarta, 20% Jakarta Propertindo, dan 40%-nya Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (PT MITJ).
Seperti dikatakan Endo Raharjo, Direktur IT PT JakLingko Indonesia, kehadiran JakLingko diharapkan bisa meningkatkan penggunalan transportasi publik pada tahun 2029 nanti.
”Jadi, tahun 2019 (pengguna) public transportation cuma 25%, kemudian yang private transportation 75%. Harapannya terbalik ketika tahun 2029, bahwa penggunaan public transportation itu naik menjadi 60%, sementara private itu turun menjadi 40%,” ujarnya di hadapan dewan juri TOP Digital Awards 2022, Senin (14/11/2022).
Lebih lanjut Endo mengatakan bahwa JakLingko mendapat mandat dari pemegang saham untuk menyiapkan integrasi sistem tiket untuk tarif pembayaran yang terintegrasi, serta pengelolaan big data pengguna transportasi Jabodetabek.
Sejurus dengan itu, untuk dapat merealisasikan apa yang menjadi harapan serta mandat yang diamanahkan, JakLingko telah menyiapkan berbagai inisiatif.
Seperti dikatakan Roy Suryadian, selaku Kepala Divisi ICT, JakLingko memiliki Master Plan jangka pendek untuk membuat suatu Central Clearing House System (CCHS). “Ini adalah sistem yang terintegrasi dari masing-masing AFC (automatic Fare Collection) yang ada di masing-masing operator, yang saat ini operator itu di bawah Pemprov itu LRT, MRT, dan juga TransJakarta,” ujarnya.
Selanjutnya dalam Master Plan IT perusahaan juga terdapat Mobility as a Services (MaaS). “Yaitu layanan yang melalui saluran digital bersama terintegrasi, yang memberikan layanan mobility sebagai layanan. Jadi, tidak hanya sekedar Super Apps,” jelas Roy.
“Lalu kita juga di dalam materplan kami ada Account Based Ticketing (ABT), yaitu profile semua pelanggan, di mana semua pengguna kartu maupuan QR akan dapat terprofil dan juga memiliki teknologi organisasi,” sambung Roy.
Tidak hanya menyinggung soal rencana perusahaan, dalam paparannya Roy juga membeberkan sejumlah hal terkait human capital IT dan digital culture di perusahaan. Dia mengatakan bahwa dalam kebijakan pengelolaan Human Capital IT dan Millenial, manajemen mengadopsi style dari startup company. “Di mana semuanya adalah result oriented dan mengatur jadwal kerjanya dengan skema hybrid atau work from anywhere. Dan tidak lupa kita juga mempunyai KPI dan OKR yang terukur, sehingga penilaian karyawan tetap dilakukan setiap akhir tahun untuk penyesuaian salary maupun insentif atau bonus,” tandas Roy.
Sementara itu, guna mendapat potret opini karyawan terhadap perusahaan, JakLIngko juga melakukan apa yang disebut sebagai Employee Engagement Survey.
Berkaitan dengan digital culture, Roy mengatakan bahwa manajemen JakLingko sudah menjadi role model budaya digital, membentuk cara kerja, berinteraksi, berperilaku, berpikir dan berkomunikasi dalam lingkungan.
“Budaya digital sudah menjadi inti organisasi dan terus mengingatkan serta menerapkan digitalisasi. Dan JakLingko juga aktif ikut serta dalam pengembangan wawasan pengambangan kebangsaan melalui media sosial, baik itu blog, TikTok, instagram, Facebook, dan lainnya,” ujarnya.
Inovasi Bisnis
Terakhir, yang tak kalah penting, pada sesi penjurian TOP Digital Awards 2022 ini, JakLingko juga mengungkap sejumlah inovasi dan transformasi bisnis. Hebatnya, meski baru seumur jagung, JakLingko sudah merilis banyak inovasi atau solusi bisnis, baik yang diterapkan untuk kalangan internal, maupun dalam rangka untuk peningkatkan layanan.
Untuk inovasi dan tranfromasi bisnis untuk internal, JakLingko sudah merilis sejumlah inovasi antara lain:
- Digitalization Visitor system (Juni 2021),
- Digitalization Helpdesk System (Juni 2021)
- Akses Ruang Meeting (Juli 2021)
- Remote Office Monitoring (Juli 2021)
- Digitalization Absent (Agustus 2021)
- Server Monitoring (Agustus 2021)
- JakLingko Cloud (Agustus 2021)
- Digitalization Meeting Room (November 2021)
- Digitalization KDO Booking (November 2021)
- Finance & Accounting System (November 2021)
- HRIS (2021)
- Knowledge Management System (Desember 2021)
- JakLingko Mailing Document System (Oktober 2022).
Adapun untuk solusi inovasi produk dan peningkatan layanan, JakLingko telah merilis:
- Aplikasi JakLingko (Juli 2021)
- Kartu Transportasi (Juli 2021)
- Pengembangan Validator PTO (Agustus 2021)
- Central Clearing Host System (September 2021)
- Balance Check Terminal Kartu Uang Elektronik (Juli 2022)
- Integrasi & Standarisasi Sektor Kartu Uang Elektronik Bank (Agustus2022)
- JakLingko Command Center (Oktober 2022)
- Implementasi Tarif Integrasi (Oktober 2022)














