Jakarta, Itech- Pemerintah cq Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) akan terus mendorong perkembangan potensi keandalan inovasi kreatif yang memiliki ketahanan yang kuat, apalagi ditengah kondisi turbulensi ekonomi global. Vitalnya peran pemerintah dalam menata ruang atmosfir kondusif bagi tumbuh kembangnya kreativitas dan budaya berinovasi di masyarakat.
“Tugas kami menfasiisiltasi para pelaku ekonomi kreatif masuk ke dalam ekosistem ekonomi digtal sehingga dapat menjangkau makin variatif dan dinamisnya kebutuhan pasar,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi Dr. Ir. Jumain Appe saat membuka Pameran Inovasi Dan Kreativitas Kota Pekalongan Tahun 2016 yang berlansung 1-4 September 2016 di GOR Jetayu Pekalongan, Kamis (1/8). Hadir dalam kegiatan tersebut, Walikota Pekalongan HA Alf Arslan Djunaid dan Deputi Kepala BPPT bidang Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi (TAB), Dr. Eniya Listiani Dewi.
Pameran yang bertemakan “Inovasi Dan Industri Kreatif Untuk Kemandirian Daeah” ini diharapkan dapat mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat sehingga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Pekalongan yang mandiri. Pameran kali ini diikuti lebih dari 100-an stan, terdiri dari kampus dan universitas yang ada di Pekalongan, LPM/BKM, kuliner, industri otomotif, telepon seluler, dan berbagai perwakilan daerah di Jawa Tengah lainnya yang juga ikut meramaikan dan menyemarakkan pameran tersebut.
Lebih lanjut Jumain mengatakan kini persaingan antar bangsa sudah bergeser dari era konvesional berbasis negara bangsa (nation state) ke era globalisasi berbasis negara wilayah (territory state). Posisi daya saing akan bergantung pada kemampuan bangsa ini untuk menguasai teknologi berbasis Iptek dan kreativitas dan inovasi. “Dengan anggaran yang kecil kita harus mencari akal melalui alternative pembiayaan untuk riset yang potensial dengan membangun kolaborasi di sector R&D sampai produksi komponen dimana quality control, final assembly serta pemasarannya difasilitasi oleh pemerintah sedangkan dukungan produksi diserahkan kepada industry kecil sebagai local supplier,” tegasnya.
Seperti diketahui, Pekalongan sudah lama dikenal sebagai Kota Batik. Hal ini membuat UNESCO memberi perhatian tersendiri pada Pekalongan dengan menetapkan kota ini sebagai salah satu jaringan kota kreatif. Pekalongan punya ciri batik yang sangat berbeda dengan kota lainnya. Batik Pekalongan merupakan salah satu jenis batik pesisir. Batik pesisir memiliki ciri khas yang sangat kuat dari segi warna cerahnya.Dengan masuk ke dalam jejaring Kota Kreatif Dunia, maka Kota Pekalongan bisa bertukar pengalaman dengan kota-kota lain di dunia yang meraih predikat yang sama. Serta, meningkatkan komitmen kerjasama internasional dengan sesama kota kreatif dunia untuk menunjang pembangunan berkelanjutan. (red/)














