SIMESSEM Berjaya menjadi aplikasi unggulan yang dipaparkan Pemerintah Kabupaten Situbondo pada wawancara penjurian TOP Digital Awards 2023 yang diselenggarakan secara virtual oleh Majalah ItWorks belum lama ini. SIMESSEM Berjaya sendiri merupakan singkatan dari Sistem Informasi Manajemen Elektronik Situbondo Sehat Mantab Berjaya. Aplikasi ini dikembangkan lantaran masih tingginya angka kematian ibu dan bayi di kabupaten tersebut.
Dalam penjelasannya dr. Sandy, Kepala Dinas Kesehatan Kab Situbondo, mengatakan bahwa SIMESSEM Berjaya merupakan aplikasi yang sudah dirintis sejak tahun 2018 oleh Dinas Kesehatan sendiri. “(SIMESSEM Berjaya) merupakan rumah dari sebuah sistem yang dikembangkan di lingkungan Dinas Kesehatan Situbondo di mana pencapaiannya, terkait dengan pencatatan dan pelaporan dari data menggunakan SIKDA,” ujarnya di hadapan dewan juri TOP Digital Awards 2023, Kamis (12/10/2023).
Dalam aplikasi ini terdapat 10 top diagnosis dan beberapa fitur unggulan, di mana melalui aplikasi ini ibu hamil sudah bisa dipetakan, mana yang memiliki risiko tinggi maupun yang berisiko sangat tinggi. Seperti ditegaskan dr. Sandy, keunggulan dari aplikasi ini adalah adanya rekam medik elektronik yang mungkin di-bridging dengan teman-teman yang ada di fasilitas kesehatan, baik itu di puskesmas maupun rumah sakit.
“Terus kemudian visualisasi data secara geographic information system di mana bisa dipetakan kecamatan maupun desa yang mempunyai banyak ibu hamil risiko tinggi maupun risiko sangat tinggi. Kemudian pemberitahuan menggunakan WhatsApp sudah diteruskan kepada beberapa pengambil kebijakan, mulai di tingkat Kabupaten maupun di tingkat Kecamatan, bahkan di tingkat desa. Terus kemudian kita sudah melakukan bridging/sinkronisasi sistem dengan dashboard gubernur dan sistem di Kementerian Kesehatan,” tandasnya.
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dari pengembangan SIMESSEM Berjaya, Pemkab Situbondo kini sudah menuai manfaat dari aplikasi ini.
“Adapun manfaat dari adanya aplikasi ini tentunya output-nya adalah penurunan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, di mana saat ini angka kematian ibu yang ada di Kabupaten Situbondo sudah sangat cukup drastis,” ungkap dr. Sandy.
“(Selain itu) aplikasi Ini juga bermanfaat untuk menghemat waktu dan tenaga yang dilaksanakan teman-teman bidan desa dan juga ini adalah meningkatkan akses kepada para pemberi kebijakan yang terutama, khususnya yang ada di Kabupaten, baik itu pengawalan oleh Puskesmas maupun pengawalan rumah sakit agar dapat melaksanakan pelayanan yang paripurna,” sambungnya.
Dari sisi ibu hamil, dengan adanya aplikasi ini mereka sudah bisa ditangani secara dini dengan adanya early warning system. “Jadi, ibu hamil ini akan diberi peringatan dini agar supaya mempersiapkan dirinya agar nanti pada saat proses persalinan itu sudah bisa dilaksanakan di tempat yang sesuai dengan risiko kehamilannya,” ujar dr. Sandy.
Tidak berhenti sampai di situ, beberapa manfaat lain juga dirasakan dengan adanya aplikasi SIMESSEM Berjaya, seperti meningkatnya kualitas database rekam medis. Di mana di dalamnya sudah terdapat rekam medis ibu hamil serta jenis risikonya seperti apa, lalu bagaimana dia melakukan persalinan nanti, apakah bisa dilaksanakan di puskesmas ataupun langsung ke rumah sakit.
Manfaat lainnya, juga meningkatkan kualitas pelayanan terhadap ibu hamil sesuai dengan standar, bahwa pelayanan-pelayanan yang diberikan sesuai dengan risiko yang ada di masing-masing ibu hamil.
“Kemudian meningkatkan efisiensi anggaran itu jelas, karena selama ini teman-teman di desa itu, mencatatkan rekam mediknya itu di Kohort ibu, jadi dia akan mencatat dengan jumlah yang sangat banyak, sangat tebal dan sangat rumit. Sehingga pada saat rekap ataupun pada saat memberikan laporan maka itu semua akan menyulitkan, dan itu menjadi dipermudah dengan adanya aplikasi ini. Mereka cukup menginput satu saja, mereka sudah bisa menarik semua sistem pelaporan yang ada di sana,” jelas dr. Sandy.
Nah, melalui aplikasi SIMESSEM Berjaya, Dinas Kesehatan Pemkab Situbondo juga sudah melakukan integrasi atau bridging dengan beberapa instansi yang ada, misalnya dengan e-Kohort Kemenkes, di mana e-Kohort itu sudah mengikuti format yang ada di Kementerian Kesehatan. Selanjutnya, Dinas Kesehatan Pemkab situbondo juga sudah melakukan bridging dengan view Gubernur Jatim (Center View Guberur Jatim), serta dengan BPJS Kesehatan dengan P-Care yang ada di BPJS dengan Mobile JKN-nya.
“Nah, perlu diketahui bersama bahwa dasar dari semua ini adalah masih tingginya angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Situbondo, di mana perlu diketahui itu jumlah kematian itu masih sangat tinggi di tahun 2021, yaitu sebanyak 528,5/100.000 KH (Kelahiran Hidup). Sedangkan kematian bayinya berdasarkan 100.000 kelahiran hidup itu 70/100.000 hidup untuk targetnya,” ujar dr. Sandy.
Dalam slide paparan tersaji informasi bahwa kematian ibu dan bayi mengalami penurunan selama dari tahun 2021 hingga tahun 2023. Dari data yang ada menunjukkan terdapat 20 kematian ibu dan 3 kematian bayi pada tahun 2023. Jumlah tersebut menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Tidak ketinggalan, selain manfaat yang telah dibahas di atas, sebelum adanya inovasi ini proses yang dilakukan, baik oleh pasien maupun petugas untuk melakukan pemeriksaan sangat banyak dan cenderung birokratis.
“Sebelum melaksanakan inovasi itu, pasien itu akan menjalani tahapan-tahapan yang sangat banyak, jadi mulai dia diperiksa, kemudian dimasukkan kedalam Kohort secara manual, terus kemudian kita meng-entry ke aplikasi e-Kohort di Kemenkes yang ada di aplikasinya teman-teman, terus kemudian meng-entry lagi kepada Simessem, terus kemudian meng-entry lagi kepada P-Care yang ada di BPJS, terus kemudian baru membuat laporan Kohort ibu. Jadi sangat birokratis sekali, sangat banyak semua yang harus dilalui,” jelas dr. Sandy.
“Nah setelah inovasi maka semuanya akan menjadi ringkas. Jadi, begitu pasien datang diperiksa langsung entry, sudah selesai. Bahkan, teman-teman bidan cuma tinggal melaporkan saja sudah berdasarkan kohort yang ada di aplikasi SIMESSEM. Jadi, sangat praktis, sangat mengurangi waktu dan tenaga yang ada di wilayah,” sambungnya.
Indeks SPBE
Sejatinya apa yang disampaikan Pemkab Situbondo dalam sesi penjurian TOP Digital Awards 2023 tidak terbatas pada aplikasi SIMESSEM Berjaya saja. Di awal paparan, Samsuri, selaku Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Situbondo, mengungkap berbagai hal terkait implementasi teknologi informasi dan komunikasi, serta bagaimana kami mengelola keamanan digital di wilayah tersebut.
Kabupaten Situbondo sendiri memiliki visi Situbondo Berjaya; Berakhlak, Sejahtera, Adil dan Berdaya. Adapun misi yang terkait dengan digital adalah membangun pemerintahan yang profesional, bersih dan tangguh.
Sebagai langkah mewujudkan tranformasi digital dan menuju era smart city, Pemkab Situbondo dengan menerbitkan sejumlah kebijakan, baik berupa peraturan Bupate terkait penerapan master plan smart city maupun Master Plan yang berkaitan dengan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
“Pada tahun ini hingga tahun 2024, kita terdapat beberapa fokus dari Kabupaten Situbondo, yaitu melakukan monitoring dan evaluasi Pengembangan Infrastruktur digital sampai dengan penyelesaian master plan smart city. Kemudian dalam hal pengambilan kebijakan, kami melaksanakan pengambilan kebijakan investasi Pengelolaan, pengembangan dan penentuan kebijakan pemerintahan di Kabupaten Situbondo telah ditentukan oleh kepala daerah.
Salah satu prioritas pembangunan daerah yaitu pemenuhan infrastruktur jaringan internet seluruh desa dan memanfaatkan totalitas dari kemampuan TIK,” ujar Samsuri.
Berkaitan dengan SPBE, pada paparannya di hadapan dewan juri, Samsuri juga telah mengungkap soal Indeks SPBE yang telah dicapai Pemkab Situbondo.
”Beberapa yang patut dibanggakan pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Situbondo termasuk yang memiliki indeks terbaik untuk SPBE di lingkungan Pemerintah Provinis Jawa Timur. Terakhir pada saat proses evaluasi mandiiri pada tahun 2023 kita mendapatkan nilai maturitas 4,69. Dan ini masih dalam proses penilaian oleh tim asesor eksternal,” ungkapnya.
Sementara dalam hal pembangunan digital culture, Pemkab Situbondi juga disebut telah banyak melaksanakan Sosialisasi Pemanfaatan e-Government; Pelatihan secara daring; Sosialisi pranta computer; Pelatihan e-Commerce bagi kalangan ibu rumah tangga. “Kemudian kami juga aktif melakukan kegiatan Pelatihan Pelatihan Digitalent Entrepreneurship Academy (DEA) yang juga bekerja sama dengan pihak luar dan difasilitasi oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Kominfo,” kata Samsuri.
Selanjutnya berkaitan dengan security atau keamana siber, Pemkab Situbondo disebut telah melakuan beberapa inisiatif, antara lain:
- Pembentukan terkait tim tanggap insiden siber yang di perkuat dengan Keputusan Bupati.
- Kerjasama dengan BSSN dalam melakukan ITSA (IT Security Assesment) guna menjamin keamanan dalam aplikasi yang digunakan.
- Pelatihan bagi segenap bagian dari Dinas komunikasi untuk membangun paradigm mengenai pentingnya kepatuhan terhadap SOP keamanan Informasi.
- Kerjasama dengan pihak ketiga dalam melakukan prosedur penerapan ISO 27001.
- Penerapan tanda tangan elektronik dalam aplikasi pelayanan untuk Masyarakat.
- Pelatihan mengenai keamanan informasi dan pengetahuan untuk mengetahui vurnelability pada system yang berjalan dengan BPSDM Kementerian Kominfo.














