ItWorks- PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) optimistis capai target marketing sales Rp 1,9 Triliun selama 2024 yang terdiri dari pre sales dan recurring revenue. Proyek segmen menengah ke atas seperti Metland Cyber Puri di Jakarta Barat akan terus didorong jadi salah satu andalan, selain segmen perumahan Metland Cibitung dan Cikarang.
“Kami optimistis tahun ini dengan target marketing sales Rp1,9 Triliun. Adanya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) menjadi salah satu faktor pendorong penjualan properti Perseroan. Sejak awal program di November 2023 hingga April 2024, penjualan marketing yang berasal dari program PPN DTP mencapai sekitar Rp600 miliar atau 64%, naik dari periode sebelumnya. Proyek yang menikmati banyak penjualan dari program PPN DTP, di antaranya Metland Cikarang, Metland Cibitung dan Metland Cileungsi,” ungkap Presiden Direktur Metropolitan Land, Anhar Sudrajat dalam paparan pers setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk melaporkan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023 yang berlangsung (12/6/2024 ) di Hotel Horison Ultima -Bekasi.
Sementara itu, hingga Mei 2024 Pendapatan perseroan versi marketing sales mencapai sebesar Rp700 miliar atau 37% dari target 2024. Pendapatan tersebut disumbang dari penjualan properti sebesar Rp474 miliar dan pendapatan berulang sebesar Rp226 miliar. “Untuk mengejar target penjualan tahun ini, beberapa proyek baru akan terus kami hadirkan. Selain itu, kami juga lakukan inovasi-inovasi baru, seperti pengembangan konsep mall, hotel, maupun hunian. Termasuk untuk segmen menengah atas seperti Cyber Puri yang ternyata minatnya makin tinggi dengan inovasi baru, seperti pengembangan konsep smart home,” tambahnya.
Perseroan juga melanjutkan pemasaran pada proyek residensial berjalan seperti, Metland Cyber Puri yang mulai memasarkan Cluster South Tresor dengan harga mulai Rp4 miliar hingga Rp8 miliar. Metland Puri memasarkan ruko yang cocok untuk usaha kuliner karena lokasinya didukung oleh komersial area Puri Juction yang sudah mulai beroperasi. Metland Menteng memasarkan cluster Costaria, Metland Transyogi kini tengah mempersiapkan cluster terbaru dan akan diluncurkan pada September mendatang hingga Metland Cibitung yang meluncurkan cluster Barcelona Cove dan cluster Havana Breeze.
Empat Agenda RUPST
RUPST & RUPSLB Metland untuk tahun buku 2023 yang dihadiri oleh Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan membahas empat agenda RUPST. Pertama persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan laporan keuangan dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris tahun buku 2023. Kedua, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2023, Ketiga, penunjukkan Akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2024. Dan keempat, penentuan gaji, honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Dewan Komisaris dan Direksi serta penegasan susunan anggota Direksi.
Sedangkan RUPSLB Perseroan mencakup tiga agenda yaitu, penegasan dan pernyataan kembali atas susunan pemegang saham Perseroan, persetujuan atas perubahan jenis Perseroan dari penanaman modal asing menjadi penanaman modal dalam negeri dan persetujuan perubahan pasal 17 ayat 5 anggaran dasar Perseroan dalam rangka penyesuaian Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POKJ) Nomor 14/POJK.04/2022 tentang penyampaian laporan keuangan berkala Emiten atau Perusahaan Publik.
Tahun buku 2023 Perseroan memperoleh laba bersih sebesar Rp418 miliar. Jumlah tersebut meningkat 5,64% dari periode yang sama tahun lalu. “Tahun 2023 dapat dilalui dengan pertumbuhan laba yang ditopang oleh peningkatan pendapatan penjualan properti dan beberapa penjualan lahan komersial di proyek residensial,” jelas Anhar Sudradjat.
RUPST tersebut menyetujui sekitar 20% laba bersih atau sebesar Rp83,52 miliar, atau sebesar Rp10,91 per lembar saham untuk dibagikan sebagai dividen tunai kepada 7.655.126.330 pemegang saham sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Dana dialokasikan sebagai cadangan sebesar Rp2 miliar. Sedangkan sisanya dibukukan sebagai laba ditahan untuk menambah modal kerja Perseroan.
Kinerja Usaha 2023
Tercatat nilai aset Perseroan pada tahun 2023, bertumbuh sebesar 7,20%, yaitu mencapai Rp7.221 miliar dari tahun sebelumnya. Sedangkan peningkatan ekuitas Perseroan sebesar 8,29% menjadi Rp5.149 miliar di tahun 2023.
Total nilai pendapatan Perseroan sepanjang tahun 2023 adalah sebesar Rp1.705 miliar atau tumbuh 23,12% dibandingkan pendapatan tahun 2022 yang dibukukan Perseroan sebesar Rp1.385 miliar. Peningkatan pendapatan disebabkan oleh peningkatan penjualan properti sebesar Rp1.190 miliar naik 28,3% dibandingkan Rp928 miliar.
Semua proyek Perseroan turut memberikan kontribusi dengan besaran: 70% dari usaha penjualan properti residensial dan penjualan properti strata title, 30% dari pendapatan berulang yang terdiri dari sewa pusat perbelanjaan, pengoperasian hotel, pengoperasian pusat rekreasi dan pendapatan lain-lain.
Direktur MTLA Olivia Surodjo mengatakan, di tahun 2024, proyek residensial masih menjadi fokus kerja dan produk unggulan MTLA. Perseroan juga masih meneruskan pengembangan proyek berjalan, baik residensial maupun komersial. Perseroan juga melakukan pengembangan pada unit residensial berjalan dan mulai memasarkan proyek residensial baru sebagai proyek pengganti beberapa proyek berjalan yang akan habis, seperti Metland Cikarang dengan lahan seluas 182 HA. Sejak dimulainya penjualan pada akhir tahun 2023 yang lalu, Metland Cikarang mendapatkan respon pasar sangat baik dari calon konsumen maupun masyarakat. (AC)














