ItWorks.id- PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmennya mewujudkan konsep Green Port melalui penyelenggaraan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa uji emisi kendaraan gratis bagi truk peti kemas di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Program ini menjadi bagian dari implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) sekaligus rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 perusahaan.
Sebagai wujud nyata komitmen terhadap kelestarian lingkungan dan implementasi komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG), PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) menyelenggarakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Uji Emisi Kendaraan Gratis di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Kegiatan yang berlangsung pada 6–7 Juli 2026 ini menyasar truk peti kemas eksternal yang mobilitasnya sangat tinggi di area pelabuhan. Langkah strategis ini juga menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) IPC TPK yang ke-13, sekaligus komitmen korporasi dalam mendukung penuh target Sustainable Development Goals (SDGs) No. 13 mengenai penanganan perubahan iklim.
Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK, Daniel Setiawan, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menekan polusi udara di lingkungan kerja kepelabuhanan. “Melalui uji emisi ini, kami ingin memastikan truk peti kemas yang beroperasi di wilayah IPC TPK memenuhi standar ambang batas aman gas buang yang ditetapkan pemerintah. Di momentum menyambut usia yang ke-13 ini, IPC TPK berkomitmen tidak hanya berfokus pada kelancaran arus logistik nasional, tetapi juga aktif mengambil peran dalam menjaga kualitas udara demi keberlanjutan lingkungan hidup,” ujar Daniel dalam rilis pers (09/07/2026), di Jakarta.
Untuk memudahkan akses bagi para pengguna jasa dan memaksimalkan partisipasi, IPC TPK membuka layanan uji emisi di tiga titik strategis di Pelabuhan Tanjung Priok, yakni Area Tanjung Priok 1 Zona 1, Area Tanjung Priok 1 Zona 3, dan Area Tanjung Priok 2 Internasional. Ketiga lokasi tersebut dipilih karena menjadi jalur dengan lalu lintas truk peti kemas yang padat setiap harinya.
Selama dua hari pelaksanaan, IPC TPK berhasil menguji emisi sebanyak 216 unit truk peti kemas. Dari jumlah tersebut, 201 unit atau sekitar 93 persen dinyatakan lulus uji emisi, sementara sisanya memerlukan perbaikan agar memenuhi ambang batas emisi yang dipersyaratkan.
Capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif terhadap kondisi kendaraan operasional yang beraktivitas di kawasan terminal peti kemas, sekaligus mendorong para pemilik armada untuk meningkatkan perawatan kendaraan guna menekan dampak pencemaran udara.
Melalui program ini, IPC TPK menegaskan bahwa pengelolaan terminal peti kemas tidak hanya berorientasi pada efisiensi layanan logistik nasional, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Implementasi program TJSL yang sejalan dengan agenda ESG diharapkan dapat mendukung terciptanya ekosistem pelabuhan yang lebih bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Daniel menambahkan, perusahaan akan terus menghadirkan berbagai program TJSL yang memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap pembangunan berkelanjutan. “Ke depan, IPC TPK akan terus menghadirkan program-program TJSL inovatif yang berdampak langsung pada kelestarian bumi demi generasi masa depan,” pungkas Daniel.














