Tahun 2024 ini, Badan Pangan Nasional (Bapanas/National Food Agency/NFA) kembali menjadi kandidat meraih penghargaan TOP Digital Awards. Dengan pengembangan yang berkesinambungan, Bapanas dapat menerapkan teknologi digital secara sangat efektif, memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja, daya saing, dan pelayanan kepada masyarakat.
Badan Pangan Nasional adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Dengan aktivitas usaha menjalankan tugas pemerintah di Bidang Pangan.
Kepala Pusat Data dan Informasi Pangan Badan Pangan Nasional Dr. Kelik Budiana, S.Si, M.Kom, telah mengikuti Penjurian TOP Digital Awards 2024, secara online, Jumat, 15/11/2024. Bertindak selaku dewan juri: Kusuma Prabandari (Dwika Consulting), M. Jumadi (IDTUG), Nelson Idris FORTI BUMN), Tesar Sandikapura (IDIEC).
Kelik menyampaikan bahwa Bapanas konsisten dalam menjalankan tata kelola Teknologi Informasi (TI) sebagaimanan tertuang dalam IT Master Plan.
“IT Master Plan Bapanas terbagi dalam 3 tahap, yaitu Tahap Landasan, Tahap Penguatan, dan Tahap Kemandirian,” katanya.
Tahap Landasan tahun 2023, dimana Bapanas berfokus pada Pengaturan landasan hukum, Penguatan peran dan struktur tata kelola, Standar dan teknologi, serta mengembangkan fondasi data, aplikasi, teknologi dan keamanan Sistem Informasi Pangan.
Tahap Penguatan tahun 2024, berfokus pada Penguatan SDM IT, Penguatan Infrastruktur, Penguatan keamanan informasi, Penguatan layanan, dan Kajian teknologi, serta pembangunan dan pengembangan SI Pangan dengan mengimplementasikan advanced technology.
Tahap Kemandirian tahun 2025, berfokus menegakkan Kemandirian keamanan Informasi, Kemandirian pengelolaan Infrastruktur, Kemandirian Tim Insiden Siber, serta Konektivitas digital sistem Informasi Pangan Pusat dan Daerah melalui Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) atau Integration Platform.
Perkuat Strategi Pemantapan Ketahanan Pangan Melalui Implementasi Teknologi Digital
Pemanfaataan TI menjadi bagian terpenting dalam mewujudkan program ketahanan pangan. Hal ini diwujudkan dengan membangun sistem informasi terpadu yang mengintegrasikan data ketersediaan, stok, distribusi, dan kebutuhan pangan.
Kepada dewan juri Kelik memaparkan inovasi digital yang telah dibangun Bapanas, antara lain: Web API, Executive Summary, dan Portal Satu Data Pangan.
Web API diimplementasikan tahun 2023. Merupakan portal bagi pakai data untuk sharing informasi kepada pihak swasta dan instansi pemerintah yang belum memiliki akun SPLP. Ada 3 fitur unggulan solusi bisnis ini: dapat memberikan layanan data pada masyarakat secara luas; Mampu melakukan verifikasi user; terakhir, dapat melakukan pertukaran data dengan menggunakan teknologi API. Saat ini, telah digunakan oleh 1 instansi pemerintah daerah dan 4 instansi swasta.
Executive Summary diimplementasikan tahun 2024. Merupakan layanan untuk memberikan gambaran umum kondisi ketahanan pangan. Dengan 2 fitur unggulan, yaitu: Executive Summary umum dan Executive Summary terbatas. Manfaatnya, mempermudah masyarakat lebih melihat informasi dan visualisasi kondisi ketahanan pangan serta program pemerintah di bidang pangan.
Portal Satu Data Pangan diimplementasikan tahun 2024. Merupakan portal data untuk mempermudah akses data pangan dan sharing informasi data pangan. Dengan 4 fitur unggulan, yaitu: Akses publik untuk data pangan, Sharing Infografis pangan, Visualisasi data pangan, dan Publikasi data pangan. Manfaatnya, mempermudah masyarakat mendapatkan data statistik terkait pangan.
“Kami tengah mengembangkan solusi berbasis AI. Untuk membantu pimpinan dalam mengambil keputusan,” ungkap Kelik. Adapun solusi AI yang tengah dikembangkan adalah Sistem Prediksi Harga Pangan. Selain itu, Bapanas juga tengah mengembangkan Sistem Prediksi Stok Pangan, Sistem Prediksi Kerawanan Pangan, Sistem Prediksi Distribusi Bantuan Pangan, dan Sistem Prediksi Konsumsi Pangan.
Menurut Kelik, Bapanas punya capaian membanggakan terkait IT yaitu hasil penilaian Indeks SPBE tahun 2023 oleh Kemenpan RB didapatkan hasil sebesar 2,77 (Predikat Baik). Sementara, berdasar Penilaian Mandiri, Indeks SPBE tahun 2024 sebesar 4,32.
TOP Digital Awards adalah kegiatan Pembelajaran Bersama sekaligus Pemberian Penghargaan tahunan terbesar tingkat nasional yang diberikan kepada Perusahaan atau Instansi yang dinilai berhasil dalam pemanfaatan Teknologi-Informatika (TI) untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanan kepada pelanggan atau masyarakat.
Ajang ini diselenggarakan Majalah It Works sejak tahun 2016, didukung dan bekerja sama dengan sejumlah asosiasi, lembaga konsultan, serta pakar, bidang TI terkemuka di Tanah Air. Tema yang diangkat dalam TOP Digital Awards 2024 adalah “Business Solutions, Generative AI, and Cyber Security for Excellence Business and Services”.
Editor: Teguh IS.














