ItWorks- Bea Cukai terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung implementasi sistem aplikasi National Logistics Ecosystem (NLE) untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing logistik nasional. Hal ini di antaranya ditunjukkan melalui langkah aktif Bea Cukai di dua wilayah strategis, yakni Sangatta, Kalimantan Timur, dan Ternate, Maluku Utara.
National Logistics Ecosystem (NLE) merupakan sebuah platform digital layanan logistik dari hulu (kedatangan kapal) hingga hilir (warehouse/pabrik) dengan sistem aplikasi digital. Terutama berorientasi pada kerja sama antarinstansi pemerintah dan swasta, melalui pertukaran data, simplifikasi proses, serta penghapusan repitisi dan duplikasi. NLE didukung oleh sistem teknologi informasi yang mencakup seluruh proses logistik terkait dan menghubungkan sistem-sistem yang telah ada.
Belum lama ini, 07 Mei 2025, Bea Cukai Ternate menggiatkan koordinasi strategis dengan tiga instansi pelabuhan utama di Maluku Utara, yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Ternate, PT Pelindo Ternate, dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate. Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah hal krusial mulai dari integrasi layanan digital, penyederhanaan prosedur ekspor-impor, hingga peningkatan kualitas pelayanan di pelabuhan. Ketiga instansi sepakat untuk terus meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung implementasi NLE di wilayah Ternate.
Sebelumnya, pada 22 April 2025, Bea Cukai Sangatta bersama Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Sangatta menggelar kegiatan Sosialisasi Perluasan Implementasi NLE Platform SSm Pengangkut. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan NLE, khususnya pada SSm Pengangkut yang telah terintegrasi dengan aplikasi Inaportnet dan sistem instansi lainnya.
Kegiatan yang diadakan di Sangatta ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan seperti Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Bontang, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Samarinda, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), serta perwakilan pengelola terminal khusus seperti PT Kobexindo Cement dan PT Bayan Resources.
Dalam sesi sosialisasi dan bimbingan teknis, para agen sarana pengangkut yang beroperasi di terminal khusus mendapatkan pendampingan teknis dalam mengimplementasikan sistem SSm Pengangkut secara menyeluruh. Diskusi yang berlangsung juga membahas tantangan implementasi dan langkah-langkah strategis yang perlu diambil.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas kolaborasi yang telah dibangun oleh jajarannya di daerah.“Langkah Bea Cukai Sangatta dan Ternate merupakan cerminan nyata dari semangat kolaboratif yang diusung dalam program NLE. Kami terus mendorong sinergi dan keberlanjutan implementasi ini di seluruh wilayah Indonesia. Tujuannya untuk menciptakan sistem logistik nasional yang lebih efisien, terintegrasi, dan berdaya saing tinggi,” ujar Budi dilansir melalui portal web resmi Bea Cukai Pusat, (14/05/2025), di Jakarta.
Ia menambahkan bahwa NLE bukan hanya proyek teknologi, melainkan transformasi menyeluruh dalam tata kelola logistik nasional. Oleh karena itu, keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan sangat krusial dalam menyukseskan agenda ini.














