ItWorks- Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Zulfadly Syam menekankan pentingnya hilirisasi digital sebagai langkah strategis untuk mendorong inovasi dan menciptakan nilai tambah dari infrastruktur konektivitas internet yang telah terbangun.
Hal ini disampaikannya saat menjadi pembicara dalam diskusi panel “Building the Future of AI” dalam rangkaian acara Kick Off Indonesia Research and Innovation Expo (Inari) 2025 yang dihelat BRIN (08/07/2025), di Gedung BJ Habibie, Jakarta.
Dalam kesemoatan itu, Zulfadly mengajak seluruh pelaku industri, peneliti, dan pemerintah untuk bersama-sama mendorong hilirisasi data dan digitalisasi sektor-sektor riil. Menurutnya, masa depan industri internet tidak lagi sekadar menjual koneksi, tetapi menjadi penggerak solusi digital yang nyata dan berdampak.
Disebutkan, saat ini terdapat 1328 perusahaan yang bergerak dalam bidang internet service provider di seluruh Indonesia. Dengan banyaknya anggota yang menjual barang yang sama itu, perlu ada perubahan model baru bisnis ISP. “Jadi bagaimana caranya supaya bisnis anggota APJII ini juga bisa tumbuh dengan baik. Nah jadi dengan kita kombinasi dengan hilirisasi digital,” ungkapnya sebagaimana dilansir portal web resmi BRIN.
Hilirisasi digital, lanjutnya, harus dimaknai sebagai upaya mendorong pemanfaatan infrastruktur digital untuk menciptakan produk, layanan, dan solusi inovatif di berbagai sektor, mulai dari perikanan, pertanian, peternakan, hingga kesehatan dan keuangan.
Zulfadly menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi tambak udang yang gagal panen karena kerusakan pada turbin pengganti udara. “Padahal koneksi internet sudah tersedia. Tapi perangkat tidak terhubung. Petambak tidak tahu bahwa ini bisa disambungkan dengan internet. Di sinilah kita harus hadir,” katanya.
Dia juga mencontohkan potensi penggunaan face recognition untuk hewan ternak yang dapat mendeteksi tingkat stres, sehingga meningkatkan produktivitas ternak seperti produksi susu dan telur. “Teman-teman di Jerman sudah mengembangkan ini. Kita tinggal mengkoneksikan teknologinya dengan internet. Ini adalah bentuk nyata dari hilirisasi digital,” tegasnya.
Merespons tantangan dan peluang tersebut, APJII telah menginisiasi penyelenggaraan Indonesia Internet Expo and Summit sejak tujuh tahun lalu. Ajang tahunan ini menjadi tempat berkumpulnya para pelaku industri digital untuk membahas isu terkini dan mendorong kolaborasi lintas sektor.
Tahun ini, penyelenggaraan Indonesia Internet Expo and Summit 2025 akan digelar bersama Inari Expo 2025, hasil kolaborasi antara BRIN, APJII, dan PT INTI. Zulfadly menyambut baik sinergi ini sebagai bentuk konkret dari integrasi antara riset dan industri. “Saya melihat ini sebagai langkah luar biasa. Ini bukan hanya pertemuan simbolis, tapi langkah nyata menuju ekosistem inovasi digital nasional,”pungkasnya.














