ItWorks.id-Badan Pengusahaan (BP) Batam terus menunjukkan komitmen mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, Kawasan Rempang Eco City, dengan tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan masyarakat sebagai bagian integral dari setiap kebijakan pengembangan.
Hal ini terungkap dalam kunjungan kerja Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, ke lapangan ke Kawasan Rempang Eco City, Tanjung Banun, belum lama ini. Dalam kunjungannya, Li Claudia didampingi Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan, Sudirman Saad, beserta jajaran pejabat tingkat II dan III BP Batam.
Tujuan kunjungan ini adalah untuk meninjau progres pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut, mencakup pembangunan rumah warga, fasilitas umum, serta dermaga. Upaya akselerasi ini sejalan dengan komitmen dan tekad menjadikan Rempang Eco City sebagai proyek kawasan terpadu di Pulau Rempang, Batam, yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pengembangan industri, perdagangan, dan wisata di Batam.
“Melalui kunjungan ini, BP Batam menunjukkan langkah nyata dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur, dengan tetap menempatkan kesejahteraan masyarakat sebagai bagian integral dari setiap kebijakan pengembangan,” ujar Li Claudia Chandra di sela kunjungannya, dilansir melalui portal web BP Batam, baru-baru ini.
Beberapa pekerjaan yang sedang berjalan, seperti pembangunan 200 rumah warga, pembangunan tahap I Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta dinding penahan tanah (DPT) untuk reservoir, ditargetkan rampung pada akhir tahun ini.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Li Claudia juga menyalurkan bantuan sosial berupa 250 kantong beras, masing-masing seberat 5 kilogram, kepada masyarakat sekitar. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung oleh pengembangan kawasan.
Dalam suasana hangat dan akrab, Li Claudia turut berbaur dengan masyarakat setempat serta melariskan dagangan para pelaku UMKM yang menggelar lapak di lokasi kegiatan, sekaligus membagikan beberapa hadiah. Kehadirannya disambut antusias oleh warga, yang mengapresiasi perhatian dan keterlibatannya secara langsung di tengah mereka.
Di sela kunjungan, Li Claudia juga menyerahkan sumbangan atas nama pribadi untuk mendukung pembangunan mushala di area fasilitas umum (fasum). Bantuan tersebut diterima langsung oleh Ketua Ikatan Keluarga Besar Rempang Eco City, Samsudin Bujur.
Rencana Pulau Rempang
Jika ditelisik ke belakang, rencana pengembangan Pulau Rempang telah dimulai pada pertengahan 2004. Kala itu Surat rekomendasi DPRD Kota Batam tertanggal 17 Mei 2004, membuka sejarah awal masuknya investasi ke kawasan Pulau Rempang.
Pulau Rempang kemudian disetujui untuk dikembangkan sebagai kawasan perdagangan, jasa, industri dan pariwisata meliputi Kawasan Wisata Terpadu Ekslusif (KWTE). Di kawasan ini pula rencananya dibangun sarana perdagangan, jasa, hotel, perkantoran, dan permukiman.
Hampir dua dekade kemudian, pengembangan Pulau Rempang tampak kian menjanjikan. Masuknya investasi dari Negeri Tirai Bambu seolah menyalakan harap. Investasi Rempang Eco-City pun ditaksir mencapai Rp381 triliun, serta diperkirakan akan menyerap tenaga kerja langsung sebanyak 306 ribu orang.
Secara rinci, pengembangan Pulau Rempang juga akan dibagi menjadi 7 zona yang berbeda. Seperti Rempang Integrated Industrial Zone, Rempang Integrated Agro-Tourism Zone, Rempang Integrated Commercial and Residential, Rempang Integrated Tourism Zone, Rempang Forest and Solar Farm Zone, Wildlife and Nature Zone, dan Galang Heritage Zone.














