ItWorks.id- PT Pelita Indonesia Djaya (Pelni Services), terus berupaya tingkatkan kinerja dan layanan melalui transformasi digital. Salah satunya kini sedang mengejar akselerasi digitalisasi Supply Chain Management (SCM), untuk efisiensi rantai pasok, biaya, dan sistem manajemen, hingga mencegah fraud atau kecurangan untuk performa bisnis yang lebih baik.
PELNI Services bergerak di bidang jasa penunjang operasional kapal atau ship chandler yang meliputi supply bahan makan, perbekalan dan perlengkapan, serta jasa outsourcing, crew manning, jasa pemeliharaan kapal dan alat keselamatan, penyewaan kendaraan, hingga sewa kapal. Memasuki era industri 4.0, perusahaan terus perkuat supply chain dengan teknologi digital yang kian memegang peran vital dalam operasional usaha. Apalagi di tengah revolusi industri 4.0, di mana sektor ekosistem logistic dan jasa maritim, juga kian dituntut efisien dengan kualitas layanan yang tetap terjaga untuk daya saing.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 70% logistik domestik Indonesia bergantung pada transportasi laut, sehingga kebutuhan akan solusi digitalisasi di industri inbi pun kian tak terelakkan. “PT Pelita Indonesia Djaya, atau Pelni Services, menjawab tantangan ini dengan memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan operasional dan layanan bagi pelanggan, baik internal maupun pasar non-captive. Digitalisasi bukan hanya soal mengganti kertas dengan layar, tetapi tentang menciptakan ekosistem yang efisien, transparan, dan dapat diandalkan oleh seluruh pemangku kepentingan,” ujar Chandra Mahendra, IT Manager PT Pelita Indonesia Djaya (Pelni Services), saat mempresentasikan inovasi TI di perusahaan pada saat penjurian “TOP Digital Awards 2025” yang digelar IT Works secara virtual, Jumat (21/11) lalu.
Digitaliasi Dari Gudang Ke Kapal
Chandra Mahendra menekankan bahwa transformasi digital Pelni Services dimulai dari proses internal. Salah satu contohnya adalah aplikasi Picasso, platform digital yang terintegrasi dengan SAP, yang memungkinkan pencatatan barang masuk dan keluar gudang menggunakan barcode. Dengan sistem ini, perusahaan dapat memantau persediaan secara real-time dan mengurangi kesalahan manusia.
“Setiap barang yang kami kirim ke kapal sekarang memiliki jejak digital lengkap — dari pemesanan, pencatatan gudang, hingga pengiriman,” jelas Chandra. Ia menambahkan, “Hal ini tidak hanya meningkatkan akurasi, tetapi juga membangun kepercayaan pelanggan, karena mereka tahu barang mereka tercatat dengan transparan.”
Selain Picasso, perusahaan juga menggunakan E-Office untuk mengelola administrasi perkantoran secara digital, termasuk pembuatan nota dinas, surat masuk dan keluar, serta approval tracking. Penggunaan E-PID atau EFood mendukung proses pengadaan bahan makanan untuk kapal, mulai dari pemesanan hingga penagihan, semuanya terintegrasi dengan SAP. Untuk alih daya darat, aplikasi E-Task mencatat absensi dan kinerja pegawai outsourcing, memungkinkan monitoring efisiensi secara real-time.
“Setiap digitalisasi yang kami lakukan selalu mengacu pada prinsip end-to-end: dari procurement hingga billing dan audit, semuanya terhubung. Ini kunci untuk menjaga efisiensi sekaligus mengurangi risiko fraud,” tegas Chandra.
Ekosistem TI yang Terintegrasi: Standarisasi Layanan untuk Pasar Non-Captive
Strategi lima tahun ke depan (2025-2029) menekankan ekspansi ke pasar non-captive, artinya Pelni Services tidak hanya melayani internal Pelni Group, tetapi juga pelanggan eksternal. Agar hal ini berhasil, perusahaan perlu memastikan standarisasi layanan.
“Kami membangun ekosistem digital yang mencakup procurement, vendor management, warehouse, distribusi, hingga pembayaran. Misalnya, modul vendor management yang akan go-live akhir 2025 memungkinkan pemantauan PO, stok, dan delivery secara digital,” jelas Chandra.
Ia menambahkan standarisasi juga mencakup sertifikasi food safety ISO 22000 dan quality management ISO 9001, serta pengiriman bahan makanan dengan sistem Thermoking untuk menjaga kualitas. Proses digital yang transparan — dari barcode, bukti foto penerimaan, hingga persetujuan berlapis — meminimalkan risiko fraud dan memastikan pelanggan mendapat layanan terbaik.
Selain itu, integrasi platform seperti EFood dan Picasso memungkinkan pengelolaan supply chain dan inventory secara real-time. “Dengan sistem ini, kami bisa menjawab permintaan mendadak dari kapal atau pelanggan eksternal tanpa mengorbankan kualitas dan kecepatan layanan,” terang dia.
Transformasi digital ini bukan hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga membuka peluang untuk pertumbuhan pasar baru, memperkuat posisi Pelni Services sebagai penyedia jasa maritim terkemuka di Indonesia.
Transparansi, Audit, dan Governance: Mengurangi Risiko, Meningkatkan Kepercayaan
Chandra mengungkapkan salah satu tantangan terbesar di sektor maritim adalah risiko fraud dan inefisiensi. Untuk itu, Pelni Services mengimplementasikan Audit Management System (AMS) yang mendigitalisasi laporan dan pelacakan aktivitas internal. Sistem ini memungkinkan audit yang cepat, tepat, dan akurat, memperkuat tata kelola perusahaan.“AMS membantu kami memastikan setiap aktivitas tercatat dan bisa diaudit kapan saja. Ini bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tentang membangun kepercayaan stakeholder,” jelas Chandra.
Selain itu, digitalisasi proses internal dan eksternal, dari procurement hingga delivery, memungkinkan perusahaan mengefisiensikan biaya, mempercepat approval dan penagihan, serta meminimalkan redundansi. Misalnya, seluruh proses food supply kini berjalan sepenuhnya digital: PO → warehouse → kapal → billing → customer.
“Digitalisasi end-to-end bukan sekadar tren teknologi. Ini fondasi bagi kami untuk mempertahankan kualitas layanan, mengurangi risiko, dan mendukung ekspansi ke pasar non-captive. Semua sistem yang kami kembangkan — Picasso, EFood, AMS — adalah bagian dari ekosistem digital yang saling terintegrasi dan siap menghadapi tantangan maritim modern,” pungkas dia.
Dengan langkah-langkah ini, Pelni Services membuktikan bahwa digitalisasi bukan sekadar alat, melainkan strategi inti untuk memperkuat posisi perusahaan sebagai penyedia barang dan jasa maritim terkemuka di Indonesia. (ABI Abdul Jabbar Siddik)














