ItWorks.id -Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para relawan donor darah yang dengan tulus dan sukarela telah mendonorkan darahnya hingga 50 dan 75 kali sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
Penghargaan dan apresiasi tersebut disampaikan melalui Pelaksana Tugas (Plt) Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Kalsel, M. Muslim, dalam acara pemberian penghargaan donor darah sukarela yang digelar pada Selasa (30/12/2025), di Banjarmasin-Kalsel.
Dalam kesempatan itu, M. Muslim mengatakan bahwa kegiatan donor darah sukarela memiliki makna yang sangat mendalam dalam konteks hubungan sosial kemanusiaan. Khususnya dalam upaya membantu dan menyelamatkan nyawa sesama, utamanya bagi masyarakat di Kalimantan Selatan yang membutuhkannya.
Menurutnya, mendonorkan darah hingga puluhan kali, bukanlah perkara mudah dan membutuhkan komitmen serta keikhlasan dan kepedulian sosial yang luar biasa. “Para pendonor ini menunjukkan ketulusan, kepedulian sosial, dan jiwa kemanusiaan yang tinggi. Entah sudah berapa banyak nyawa yang terselamatkan melalui darah yang mereka sumbangkan,” ujarnya dilansir portal web diskominfomc.kalselprov.go.id/, baru-baru ini.
Mereka dinilai layak mendapatkan pengakuan sebagai pahlawan kemanusiaan atas dedikasi dan kontribusi nyata bagi sesamanya. “Hari ini kita memberikan penghargaan kepada para pendonor sebagai simbol apresiasi atas pengabdian mereka. Mereka adalah pahlawan kemanusiaan yang telah memberikan harapan hidup bagi banyak orang,” lanjutnya.
Ia juga berharap para relawan donor darah dapat menularkan semangat berbuat kebaikan kepada masyarakat di lingkungan sekitarnya. Ia mendorong para pendonor untuk mengajak keluarga, teman, dan masyarakat agar aktif melakukan donor darah secara rutin.
“Setiap tetes darah sangat berharga bagi nyawa manusia yang membutuhkan. Betapa mulianya jika kita bisa menjadi perantara Tuhan dalam menyelamatkan sesama. Jika dilakukan dengan ikhlas, insyaallah bernilai ibadah di mata Allah SWT,” tuturnya.
Selain bernilai kemanusiaan, Muslim juga menekankan bahwa donor darah memiliki manfaat bagi kesehatan pendonornya, di antaranya menjaga kesehatan jantung dan sirkulasi darah, menurunkan kadar kolesterol jahat, serta membantu deteksi dini penyakit tertentu.
Untuk itu, dirinya mendorong PMI Provinsi Kalimantan Selatan agar terus aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait manfaat donor darah. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan jumlah pendonor semakin bertambah dan semakin banyak nyawa yang dapat diselamatkan.
Sementara itu, Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Iskandar, mengatakan berdasarkan data Unit Pengelola Darah (UPD), hingga saat ini tercatat sekitar 455 orang relawan DDS yang menerima penghargaan, dengan dua kategori donor, yakni kategori 50 kali donor dan 75 kali donor. “Kategori 50 kali ini sebenarnya batas minimal. Bahkan ada relawan yang sudah mendonorkan darah hingga 70 kali, namun karena belum mencapai 75 kali, masih masuk kategori 50 kali donor. Jumlahnya sekitar 356 orang, dan total penerima apresiasi sekitar 455 orang,” ujarnya.
Gusti Iskandar menambahkan, relawan DDS tersebut berasal dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan, dengan sebaran terbesar dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Tanah Laut.
“Apresiasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi dan penghargaan atas dedikasi para relawan, sekaligus mendorong masyarakat lain untuk bergabung menjadi Relawan Donor Darah Sukarela. Peran DDS ini sangat vital karena ketika terjadi kebutuhan darah, yang pertama kami hubungi adalah relawan DDS yang sudah terdaftar,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan relawan DDS memberikan kepastian ketersediaan darah yang aman dan sehat, karena para pendonor telah melalui proses donor secara rutin dan terdata dengan baik. Ia juga menyebutkan masih banyak masyarakat yang mendonorkan darah, namun belum terdaftar sebagai donor sukarela tetap.
PMI Kalsel, ke depan berencana membentuk paguyuban pendonor darah guna memperkuat ikatan kekeluargaan antarrelawan serta meningkatkan solidaritas lintas latar belakang. Para relawan DDS berasal dari berbagai daerah dan profesi, mulai dari pensiunan pegawai, pegawai perbankan, hingga masyarakat umum dari beragam suku. “Berdasarkan data UTD, kebutuhan darah semakin meningkat. Saat ini kebutuhan darah di Kalimantan Selatan mencapai hampir 140 ribu kantong per tahun, seiring dengan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 3,5 juta jiwa,” pungkasnya.















