ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Dari Data ke Podium, Teknologi Garmin Ubah Cara Atlet Taklukkan Hybrid Race

Fauzi
14 April 2026 | 11:47
rubrik: Product
Dari Data ke Podium, Teknologi Garmin Ubah Cara Atlet Taklukkan Hybrid Race
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kompetisi fitness modern seperti Hybrid Training, performa tidak lagi ditentukan semata oleh kekuatan fisik, tetai oleh kemampuan atlet dalam memahami dan merespons data tubuh secara presisi. Melalui Garmin Hybrid Lab, Garmin Indonesia menegaskan posisinya sebagai ekosistem teknologi yang mampu mengonversi biometric data tracking menjadi strategi kemenangan berbasis data.

“Di kompetisi Hybrid, performa tidak lagi hanya soal seberapa kuat Anda berlatih, tetapi seberapa cerdas Anda membaca tubuh sendiri. Melalui data biometrik yang akurat dari Garmin, setiap keputusan, mulai dari kapan berlatih, bagaimana mengatur pace, hingga kapan harus recovery, menjadi lebih terukur, presisi, dan berdampak langsung pada hasil akhir,” ujar Chandrawidhi Desideriani, Marketing Communications Senior Manager Garmin Indonesia.

Kompleksitas Hybrid Race
Hybrid Race dikenal sebagai format kompetisi yang menggabungkan intensitas anaerobic di setiap functional workout station dengan aerobic endurance saat sesi lari berulang. Kombinasi ini menciptakan tantangan kompleks dalam pengelolaan energi, di mana atlet harus mampu menjaga efisiensi performa di tengah transisi intensitas yang ekstrem.

Dalam kondisi seperti ini, perangkat konvensional seperti stopwatch atau heart rate monitor standar tidak lagi cukup. Atlet membutuhkan wearable integration yang mampu menyajikan performance metrics secara komprehensif, mulai dari detak jantung, variabilitas detak jantung, hingga estimasi stamina secara real-time. Pendekatan berbasis data inilah yang menjadi pembeda antara latihan biasa dan strategi performada yang terukur.

Berlokasi di 20FIT Arena Menteng, Garmin Hybrid Lab menghadirkan pengalaman latihan yang dipandu oleh para profesional. Di sini, peserta tidak hanya berlatih secara fisik, tetapi juga memanfaatkan data sebagai panduan utama dalam setiap keputusan. Metrik seperti Training Readiness, HRV, dan Recovery Time menjadi titik awal penting untuk menentukan intensitas latihan yang tepat. Jika indikator menunjukkan kondisi tubuh sedang rendah, jam Garmin akan menyarankan beban latihan yang lebih ringan atau bahkan istirahat demi menghindari risiko overtrain dan cedera.

BACA JUGA:  Integrasikan Layanan Digital, Pemerintah Rilis 3 Produk INA Digital Tahap Pertama

Saat memulai sesi, peserta dapat merancang latihan multisport yang menggabungkan lari dan HIIT hingga 16 segmen melalui fitur Custom Workout di aplikasi Garmin Connect. Selama latihan berlangsung, pemantauan Heart Rate Zones memberikan insight mendalam mengenai respons tubuh. Data ini memungkinkan atlet tetap berada dalam zona optimal, menjaga keseimbangan antara performa maksimal dan efisiensi energi, terutama saat transisi antar aktivitas.

Selain itu, Garmin menyediakan analisis performa komprehensif melalui VO2 Max untuk mengukur kapasitas aerobik dan Lactate Threshold untuk mengetahui batas keletihan. Guna memastikan program latihan tetap efektif dalam jangka panjang, atlet dapat memantau Training Load dan Training Status di akhir sesi. Pendekatan ini membantu memitigasi risiko overtraining sekaligus menjaga performa tubuh tetap pada level optimal.

Garmin Hybrid Lab juga didukung Sunpride, Lactasoy dan Strive, sehingga para peserta dapat memaksimalkan performa dengan dukungan nutrisi terbaik, dan memastikan asupan energi tetap terjaga selama intensitas tinggi berlangsung.

Data sebagai Fondasi Evaluasi
Setelah sesi Hybrid Training berakhir, seluruh data latihan secara otomatis terintegrasi ke dalam Garmin Connect Ecosystem. Di sinilah proses evaluasi menjadi lebih komprehensif, dengan berbagai metrik yang dapat dianalisis secara mendalam.

Salah satu indikator utama adalah Training Effect, yang membedakan dampak latihan terhadap sistem aerobic dan anaerobic. Melalui data ini, atlet dapat memahami bagaimana tubuh merespons latihan yang telah dilakukan, sekaligus menentukan langkah selanjutnya dalam program latihan.

Pendekatan ini juga berperan penting dalam recovery time optimization, di mana pengguna dapat mengetahui kapan waktu terbaik untuk kembali berlatih tanpa meningkatkan risiko cedera atau kelelahan berlebih. Dengan histori data yang tersimpan rapi, pengguna dapat memantau progres performa secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Gelar Pesta Hadiah 2025, IM3 Tebar Ribuan Hadiah Termasuk Mobil Listrik

Ekosistem Terintegrasi untuk Performa Berbasis Data
Melalui kombinasi biometric data tracking, performance metrics, dan wearable integration, Garmin menghadirkan solusi yang melampaui fungsi perangkat wearable pada umumnya. Garmin tidak hanya mencatat aktivitas, tetapi juga mengolah data menjadi insight yang dapat langsung diterapkan dalam strategi latihan maupun kompetisi.

Pendekatan berbasis ekosistem ini memungkinkan setiap pengguna, baik atlet profesional maupun penggemar olahraga, untuk mengoptimalkan potensi mereka dengan cara yang lebih cerdas dan terukur.

Garmin Indonesia mengajak seluruh pengguna untuk mengeksplorasi fitur-fitur advanced pada perangkat mereka, seperti HRV Status dan Training Readiness sebagai bagian dari persiapan menuju performa yang lebih optimal. Dengan melakukan sinkronisasi rutin ke aplikasi Garmin Connect, setiap sesi latihan dapat diubah menjadi strategi berbasis data yang berkelanjutan.

Tags: AIGarminHybrid Trainingsmartwatch
Previous Post

Transformasi Digital BLUD, Khususnya RSUD Meningkat Pesat

Next Post

Telkom-PGN Berkolaborasi Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan AI untuk Dukung Kerja Jurnalistik, LKBN Antara Tak Kesampingkan Akurasi dan Tata Kelola

Mi’roji
28 October 2026 | 16:07

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Layanan dan Kinerja Bisnis, BRI Danareksa Sekuritas Optimalkan AI dan Otomasi

Fauzi
27 October 2026 | 21:44

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

TOP Digital Awards 2026: Perpusnas Perkuat Ekosistem Perpustakaan Digital, Andalkan Integrasi Sistem dan AI Tepercaya

Mi’roji
27 October 2026 | 16:26

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

TOP Digital Awards 2026: Tingkatkan Kepercayaan Nasabah, Bank Bapas 69 Perkuat Digital Banking dan Humanis

Albarsah
26 October 2026 | 14:44

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Permudah Layanan dan Perkuat Daya Saing Medical Tourism

Albarsah
23 October 2026 | 20:39

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • One Anker, Langkah Anker Satukan Standar dan Perkuat Ekosistem Inovasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelar CoDHES 2026, Faculty of Humanities BINUS University Soroti Pentingnya Digital Humanities untuk Masa Depan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISFEX 2026 Hadirkan Kolaborasi Brand dan Komunitas Olahraga, Dorong Pertumbuhan Industri Olahraga Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Samsung Sukses Pertahankan Posisi No. 5 dalam Best Global Brands 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto