ItWorks.id – Di tengah perkembangan teknologi dan transformasi digital, pemanfaatan inovasi tidak hanya berkaitan dengan peningkatan efisiensi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Dalam konteks ini, digital humanities memiliki peran penting dalam menghubungkan teknologi dengan berbagai bidang ilmu, seperti pendidikan, psikologi, hukum, ekonomi, hubungan internasional, bahasa, dan budaya.
Berangkat dari pemikiran tersebut, Faculty of Humanities BINUS University menyelenggarakan International Conference on Digital Humanities and Environmental Sustainability (CoDHES 2026) pada 26–27 Oktober 2026 di BINUS @Senayan JWC Campus Jakarta, dengan mengangkat tema “Collaborative Digital Humanities: Bridging Local Knowledge and Global Goals”.
Bekerjasama dengan Tunku Abdul Rahman University of Management and Technology (TAR UMT), Malaysia dan Shandong University of Science and Technology (SDUST), China yang menjadi Co- Host, kolaborasi ini menunjukan komitmen Faculty of Humanities terhadap arah inisiatif BINUS Asian Collaboration.
CoDHES 2026 menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, peneliti, dan praktisi dari berbagai disiplin ilmu untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi digital dan perspektif humaniora dapat saling melengkapi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Berbagai perspektif tersebut akan dibahas dalam sejumlah topik, di antaranya Artificial Intelligence (AI) dalam digital humanities, digital environmental sustainability, digital cultural arts, digital psychology, digital pedagogy, international political economy of technology, digital diplomacy, serta pemanfaatan teknologi untuk pelestarian arsip dan lingkungan. Pembahasan ini diharapkan dapat memperluas pemahaman mengenai bagaimana inovasi digital dapat dikembangkan dengan tetap mempertimbangkan konteks sosial dan budaya masyarakat.
Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., selaku Dean of Faculty of Humanities BINUS University, menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
“Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, kita perlu memastikan bahwa inovasi tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi itu sendiri, tetapi juga pada manusia dan lingkungan. Melalui CoDHES-2026, kami ingin mempertemukan berbagai perspektif keilmuan untuk menggali bagaimana pengetahuan lokal, nilai budaya, dan teknologi digital dapat saling mendukung dalam menjawab tantangan global. Kami percaya bahwa solusi yang berkelanjutan perlu dibangun dengan memahami kebutuhan dan keberagaman masyarakat,” ungkap Dr. Elisa.
CoDHES 2026 menghadirkan akademisi dari berbagai universitas luar negeri untuk berbagi perspektif dan hasil penelitian mengenai perkembangan digital humanities serta kontribusinya terhadap berbagai tantangan global tantangan global di bidang politik, ekonomi, hukum, budaya, pendidikan, dan lingkungan. Dalam konferensi ini terdapat 28 panel dengan total 192 makalah penelitian yang dipresentasikan dari berbagai universitas dalam dan luar negeri.
Sejumlah keynote speakers antara lain Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si. Dean of the Faculty of Humanities at BINUS University, Miguel Escobar Varela, Ph.D., Associate Professor National University of Singapore; Prof. Su-Ling Yeh, National Taiwan University; Prof. Takayuki Nakanishi, Dokkyo University Japan; Prof. Yohannes Kurniawan, BINUS University; Prof. Dr. Dra. Clara Herlina Karjo, M. Hum, BINUS University; serta Marc Irawan, Co-Founder and COO of CoLearn.
Selain itu, dalam konferensi ini juga menampilkan eksebisi dari 5 proyek digital humanities, yakni Poe-Life and Read (On Two Apps on Poetry as Healing and Digital Reading), AIXplorasi (exploring the Stories, Cultures, and Imagination of the Indonesian Archipelago through Artificial Intelligence), Indonesia’s Museums Projects (explore Indonesia’s History Through Immersive Virtual Museum Tours), Indonesian Language & Culture Fest (Discover Indonesian Language and Culture Through Fun, Interactive, and Engaging Experiences), dan Digital Language Learning Center (DLLC) (Beelingua Apps An Interactive, Self-Paced Language-Learning Platform for BINUS Students).
Keterlibatan deretan akademisi dan praktisi ini diharapkan dapat memperkaya diskusi melalui perspektif penelitian yang beragam, sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik antar negara. Para peserta juga memiliki kesempatan untuk bertukar gagasan mengenai perkembangan teknologi digital, pendekatan penelitian humaniora, serta penerapannya dalam menjawab berbagai persoalan sosial, budaya, pendidikan, dan keberlanjutan.
Dr. Miranda Paulina Tahalele, S.IP., M.A., selaku General Chair CoDHES 2026, menyampaikan bahwa konferensi ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi penelitian humaniora dalam menghadapi perubahan global.
“Indonesia memiliki kekayaan pengetahuan lokal dan keberagaman pengalaman masyarakat yang dapat memberikan perspektif penting dalam menjawab berbagai persoalan global. Melalui CoDHES 2026, kami ingin membuka ruang dialog dan kolaborasi agar pengetahuan tersebut dapat terus dikembangkan melalui penelitian lintas disiplin dan pemanfaatan teknologi digital. Harapannya, hasil diskusi dan penelitian yang dibagikan tidak hanya memperkaya dunia akademik, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat,” jelas Dr. Miranda.
CoDHES 2026 berlangsung selama dua hari dengan menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari keynote speech bersama akademisi internasional, diskusi panel, hingga presentasi penelitian dari berbagai disiplin ilmu. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat bertukar gagasan, memperluas jejaring akademik, serta membuka peluang kolaborasi penelitian dalam mengembangkan pemanfaatan teknologi digital yang mendukung pembangunan berkelanjutan.
Penyelenggaraan CoDHES 2026 menjadi bagian dari komitmen Faculty of Humanities BINUS University dalam mengembangkan diskusi dan penelitian digital humanities yang telah dibangun selama lima tahun terakhir. Melalui konferensi ini, Faculty of Humanities BINUS University terus mendorong kolaborasi nasional dan internasional untuk menghasilkan pengetahuan yang tidak hanya relevan dengan perkembangan zaman, tetapi juga memperkuat identitas nasional dalam mendukung pencapaian tujuan global.














