ItWorks.id- Indowood Expo 2026 akan kembali digelar pada 4–6 Juni 2026 di Grand City Surabaya dengan menghadirkan berbagai teknologi dan inovasi terbaru untuk mendukung transformasi industri mebel nasional menuju pasar global.
Indonesia terus berkomitmen perkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri kayu dan mebel di Asia Tenggara. Pada kuartal I tahun 2025, ekspor mebel dan kerajinan tumbuh sebesar 2,18% secara tahunan (year-on-year), mencapai US$ 698,64 juta. Capaian tersebut menempatkan industri mebel sebagai salah satu sektor strategis yang berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Melihat besarnya potensi industri tersebut, HIMKI dan Dyandra Promosindo bekerja sama dengan Pablo Publishing kembali menyelenggarakan Indowood Expo 2026 sebagai momentum penting untuk mempercepat transformasi industri kayu dan mebel Indonesia menuju pasar global. Pameran ini akan berlangsung pada 4–6 Juni 2026 di Grand City Surabaya, dengan menghadirkan pelaku industri, produsen mesin, penyedia teknologi, hingga buyer internasional dalam satu platform bisnis terintegrasi.
Indowood Expo 2026 akan menampilkan berbagai mesin dan teknologi modern untuk industri pengolahan kayu, seperti 3D Scanner Auto Spray Machine, fully automatic double-end drilling machine, fire prevention system, hingga paint coating production line. Teknologi otomasi dan sistem produksi berbasis digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, presisi, serta kapasitas produksi industri mebel nasional.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, mengatakan Indowood Expo 2026 dipersiapkan sebagai platform strategis untuk membuka peluang kolaborasi, investasi, dan transfer teknologi bagi industri nasional. “Pameran ini juga menghadirkan exhibitor dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari pemasok bahan baku, mesin, hingga software pendukung industry,” ujarnya dalam rilis pers, baru-baru ini.
Sementara itu, Ketua Umum HIMKI Abdul Sobur menilai transformasi teknologi menjadi kebutuhan utama industri mebel nasional agar mampu bersaing di pasar global. Ia menyebut adaptasi teknologi produksi, otomasi, dan inovasi finishing menjadi faktor penting untuk meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi.
Pemilihan Surabaya sebagai lokasi pameran dinilai strategis karena Jawa Timur merupakan salah satu pusat industri mebel terbesar di Indonesia dengan konektivitas perdagangan yang kuat ke berbagai wilayah. Selain area pameran bisnis, Indowood Expo 2026 juga akan menghadirkan seminar dan diskusi industri terkait perkembangan teknologi produksi dan finishing mebel untuk meningkatkan kompetensi pelaku industri nasional.














