ItWorks.id – Saat talenta siber di kawasan Asia-Pasifik termasuk di Indonesia terus berkembang, kesenjangan keterampilan yang signifikan masih menjadi penghambat. Data dari Kaspersky mengungkapkan bahwa meskipun investasi dalam talenta keamanan siber terus meningkat, kekurangan yang krusial dalam kompetensi teknis dan analitis inti masih tetap ada.
Data Kaspersky menunjukkan bahwa kekurangan keterampilan teknis (hard skills) terbesar terjadi pada bidang pemrograman sistem (62%), pengetahuan kerangka kerja/framework (61%), dan teknologi jaringan (46%). Sementara itu, kesenjangan dalam keterampilan non-teknis (soft skills) terutama mencakup kemampuan berpikir analitis (48%), pemecahan masalah (43%), dan kerja sama tim (41%).
Pada saat yang sama, 25 persen responden di Asia-Pasifik menyatakan bahwa pendidikan formal mereka hanya sedikit atau bahkan tidak sama sekali berguna dalam pekerjaan sehari-hari sebagai profesional keamanan siber/keamanan informasi. Selain itu, hampir separuh profesional keamanan siber di kawasan ini (48%) mengakui pernah melakukan kesalahan di awal karier mereka akibat kurangnya pengetahuan. Kesalahan yang paling sering terjadi meliputi pengabaian pencadangan data (43%), penggunaan langkah-langkah keamanan yang sudah usang (43%), serta kegagalan dalam menerapkan perlindungan identitas (36%).
Khususnya untuk tahun 2025 di Indonesia saja, Kaspersky mendeteksi hampir 40 juta upaya ancaman pada perangkat (on device threats) di dalam negeri. Secara umum selama periode Januari – Desember 2025, Kaspersky mendeteksi 39.718.903 insiden lokal pada komputer partisipan KSN di Indonesia. Ini setara dengan lebih dari 108.000 insiden per hari yang berasal dari perangkat yang dapat dilepas (removable device). Menekankan bahwa kebiasaan digital dari manusia masih menjadi titik awal kerentanan.
Untuk itu Kaspersky menghadirkan ‘Kaspersky Cyber Pathways’, platform yang menawarkan wawasan komprehensif mengenai peran, keterampilan, dan perangkat penting dalam keamanan siber, guna memberdayakan para profesional untuk merancang jenjang karier mereka dengan penuh keyakinan. Dengan fitur tes panduan interaktif dan rekomendasi pembelajaran yang dipersonalisasi, sumber daya ini membantu pengguna menemukan peran keamanan siber yang paling sesuai bagi mereka. Platform ini bermanfaat baik bagi pendatang baru di bidang keamanan siber, praktisi TI umum, pakar berpengalaman, maupun organisasi perusahaan.
“Kawasan ini membutuhkan para profesional yang mampu memadukan kedalaman teknis dengan kemampuan analitis dan pemecahan masalah yang kuat. Hal ini memerlukan panduan yang terstruktur dan praktis, bukan sekadar pengalaman kerja di lapangan,” ujar Adrian Hia, Managing Director untuk Asia-Pasifik di Kaspersky. “Berbagai upaya terus dilakukan untuk mengatasi masalah ini, dan sumber daya seperti ‘Cyber Pathways’ dari Kaspersky merupakan langkah ke arah yang tepat. Platform ini memberikan peta yang lebih jelas bagi para profesional mengenai posisi mereka saat ini dan arah pengembangan karier yang perlu ditempuh.”
Bidang-bidang utama keamanan siber: Eksplorasi dunia keamanan siber dapat dilakukan melalui ‘Kaspersky Cyber Heroes’, yang masing-masing merepresentasikan bidang krusial dalam keamanan siber: intelijen ancaman, analisis malware, operasi keamanan, penilaian keamanan, keamanan jaringan, serta penelitian keamanan informasi. Karakter-karakter ini dirancang untuk membantu para profesional memahami karakteristik unik dari setiap peran serta mengidentifikasi kompetensi utama yang diperlukan untuk meraih kesuksesan di bidang tersebut.
Tes panduan karier: Proyek ini juga mencakup tes panduan karier interaktif yang menarik, yang memungkinkan para profesional untuk menilai tingkat keahlian mereka saat ini serta mengidentifikasi peran di bidang keamanan siber yang paling sesuai dengan kekuatan dan aspirasi mereka. Platform ini menawarkan tiga pilihan tes yang disesuaikan dengan berbagai tingkat keahlian: untuk pemula di bidang keamanan siber, untuk profesional tingkat lanjut, dan untuk organisasi.
Jalur edukasi yang disesuaikan
Berbekal pengalaman selama hampir tiga dekade yang tak tertandingi serta data historis yang luas, Kaspersky telah mengembangkan keahlian unik yang tidak hanya memberikan perlindungan terhadap ancaman siber paling berbahaya dan menjamin kualitas produk kelas atas, tetapi juga memberdayakan para profesional keamanan siber di seluruh dunia untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan tetap selangkah lebih maju dari para penjahat siber.
Berdasarkan keahlian tersebut, rekomendasi edukasi yang disediakan di platform ini memadukan program-program yang sangat praktis dan bersifat langsung (hands-on) dari Kaspersky Cybersecurity Training dan Kaspersky Academy. Dirancang untuk membekali para profesional dengan keterampilan krusial yang diperlukan guna melawan ancaman canggih, inisiatif ini memastikan keterampilan mereka tetap tajam, mutakhir, dan siap menghadapi tantangan apa pun. Selain itu, rekomendasi ini mencakup sumber daya berharga bagi organisasi perusahaan, termasuk perangkat daring dari Kaspersky Security Awareness yang mendorong perilaku sadar keamanan siber di dalam tim serta menumbuhkan budaya keamanan yang tangguh.
Bagi organisasi di kawasan Asia Pasifik hal ini sangat tepat waktu. Sebuah survei global terbaru dari Kaspersky menemukan bahwa 81% organisasi di Asia Pasifik telah meningkatkan anggaran keamanan TI mereka, dengan Vietnam (94%), Indonesia (87%), Malaysia (83%), dan India (83%) memimpin di kawasan tersebut. Jalur pelatihan yang terstruktur dan praktis—seperti yang ditawarkan melalui ‘Cyber Pathways’—secara langsung menjawab kerentanan keterampilan yang masih menjadi risiko internal terbesar di kawasan ini.
Seiring dengan terus berlanjutnya investasi organisasi dalam keamanan siber, penguatan keterampilan yang diperlukan agar investasi tersebut efektif menjadi sama pentingnya. Hal ini menjadikan pelatihan yang praktis dan mudah diakses sebagai bagian esensial dalam membangun ketahanan siber jangka panjang di seluruh kawasan Asia Pasifik.














