ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

BIG: Bumi Bulat & Pemahaman Bumi Datar Manipulatif

Ahmad Churi
21 February 2018 | 18:41
rubrik: Digital, E-Gov
BIG: Bumi Bulat & Pemahaman Bumi Datar Manipulatif
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Itech- Fenomena ‘super blue blood moon’ yang terjadi akhir  Januari lalu  membuktikan bahwa bumi itu bulat seperti bola, dan super blue blood moon itu hanya terjadi 2 kali selama 20 tahun. Pun, dari hasil pengukuran geodesi juga menyebutkan bumi ini bulat, walaupun bentuk bumi tidak bulat penuh dan tidak rata atau berjerawat. Dengan kata lain, bumi ini benar-benar bulat geoid. Jadi, pelbagai pemahaman komunitas bumi datar sepertinya memanipulasi pandangan.

Demikian benang merah diskusi yang diigelar Badan Informasi Geospasial (BIG)  bertema Geoid, Bumi Datar atau Bumi Bulat, dengan narasumber Dosen Prodi Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB)  Moedji Raharto, Kepala Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika BIG  Antonius Bambang Wijanarto, dan Dosen Prodi Geodesi dan Geomatika ITB  Heri Andreas  di Bogor (20/2). Diskusi  tersebut  dipandu oleh Akbar Hiznu Mawanda, Kepala Subbagian Bantuan Hukum BIG.

Tema ini dibahas karena beberapa waktu ke belakang sempat dihebohkan dengan munculnya paham yang menyatakan bumi ini datar. Paham ini pun disebar baik di sosial media dan penyedia konten video dengan penjelasan dan data. Adalah Komunitas Bumi Datar atau dikenal juga dengan Flat Earth Society yang meyakini bumi itu datar. Di Indonesia sendiri pengikut bumi datar mencapai 63.800 anggota dari 187.000 jumlah anggota di dunia.

Sekretaris BIG Titi Suparwati, mengatakan, diskusi ini untuk menjawab dan memberi informasi kepada masyarakat tentang issue tersebut dengan bahasa sederhana dengan merujuk pada ilmu pengetahuan. Tujuan diskusi ini untuk mengupas mengenai Geoid, bagaimana proses pemodelan bumi, serta bagaimana permasalahan bentuk bumi dari sisi geodesi dan astronomi.

Dengan pemodelan ini kita akan mengetahui bahwa bentuk bumi ini memang tidak bulat, tidak pula datar, melainkan elipsoid dengan permukaannya tidak beraturan karena berbagai topografi yang ada di bumi ini. Atau dikenal sebagai geoid. “BIG mempunyai kebijakan satu peta, Geoid tidak hanya untuk membuat peta dasar tetapi bisa juga dimanfaatkan untuk pertanian, pertambangan dan sebagainya, ”tegasnya.

BACA JUGA:  Beli Paket Data XL BIZ, Dapat Layanan Office 365

Kepala Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika BIG, Antonius Bambang Wijanarto mengatakan, jika bentuk bumi datar maka tidak akan ada perbedaan gayaberat. Menurutnya, ketersediaan data gayaberat sangat penting untuk mengetahui bentuk atau pemodelan bumi secara akurat atau dikenal dengan nama geoid. Permukaan bumi yang tidak beraturan karena variatifnya topografi menyebabkan bentuk bumi tidak bulat sempurna. “Dengan pemodelan ini kita akan mengetahui bahwa bentuk bumi ini memang tidak bulat, tidak pula datar, melainkan elipsoid dengan permukaannya tidak beraturan karena berbagai topografi yang ada di bumi ini. Atau dikenal sebagai geoid,” kata Antonius.

Sedangkan  Dosen Prodi Astronomi ITB, Moedji Raharto mengatakan bentuk bumi yang bulat berdasarkan penelitian, memberi banyak manfaat bagi manusia. Misalnya dari sisi teknologi, untuk telekomunikasi, menentukan rute terpendek penerbangan, dan lain-lain.

Disampaikan Heri Andreas, Dosen Prodi Geodesi dan Geomatika ITB bahwasanya  ilmu geodesi dapat digunakan untuk menentukan ukuran dan bentuk bumi yang tidak bulat penuh dan tidak rata. Pemodelan geoid sangat bermanfaat misalnya untuk memahami bencana, lokasi potensi bencana, hingga mitigasi bencana. Namun, waktu terjadinya bencana tidak bisa ditentukan. (red/ju)

Previous Post

Perbandingan Demografi Penguna Go-Jek, Grab dan Uber

Next Post

Penetrasi Pengguna Internet Capai 143 juta

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

TOP Digital Awards 2026: Digitalisasi Diselaraskan Standar Global, Barantin Permudah Produk Unggulan Indonesia Tembus Pasar Global

Fauzi
17 October 2026 | 21:26

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

TOP Digital Awards 2026: Bank Tulungagung Perkuat Digital Banking, Kembangkan Tulungagung Apps untuk Perluas Layanan Nasabah

Albarsah
15 October 2026 | 08:00

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

TOP Digital Awards 2026: Kembangkan Frontera, Kata.ai Bantu Organisasi Adopsi AI Lebih Cepat, Aman, dan Terukur

Fauzi
14 October 2026 | 21:20

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

TOP Digital Awards 2026: RS Universitas Hasanuddin Perkuat Transformasi Digital, Hadirkan Layanan Kesehatan Terintegrasi

Mi’roji
14 October 2026 | 15:30

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

TOP Digital Awards 2026: Dari Portal Mandiri Hingga AI-IX, Inovasi Digital DE-CIX Indonesia Melesat

Busthomi
14 October 2026 | 11:29

Load More

TERPOPULER

  • Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    Aduan Konten, Tempat Masyarakat Adukan Konten-Konten Radikal dan Pornografi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Program BASAibu Raih Penghargaan WSIS Prizes 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Teknologi Layar Quantum Dot, Material Mutakhir yang Diadopsi Samsung QLED

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Survei: 80% Perusahaan Nyatakan AI Masih Terhambat oleh Tantangan Akses Data

Agen AI Menguji Asumsi Keamanan Perusahaan

Fauzi
2 October 2026 | 15:36

Oleh: Carolyn Duby, Field CTO dan Cybersecurity Lead, Cloudera ItWorks.id - Pembahasan keamanan siber seputar AI sering kali berpusat pada...

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto