Jakarta, Itech – Pemerintah Amerika Serikat (AS) sangat berhati-hati dengan perusahaan asing yang ingin mencaplok perusahaan dalam negerinya karena bisa membocorkan keamanan dalam negeri AS.
Baru-baru ini Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS) telah membatalkan proses akuisisi Qualcomm oleh Broadcom karena titah Donald Trump (Presiden Amerika Serikat).
Berbeda dengan Broadcomm, CFIUS telah merestui anak perusahaan Foxconn, Foxconn Interconnect Technology untuk mengakuisisi Belkin dengan mahar USD 866 juta atau sekitar Rp199 miliar.
Belkin yang bermarkas di California, Amerika Serikat adalah pabrikan aksesori komputer dan telepon, termasuk charger nirkabel, docking laptop, dan casing ponsel. Belkin juga perusahaan induk dari Linksys dan Wemo.
Pada 2013, Belkin mengakusisi Linksys yang terkenal dengan perangkat jaringan seperti router dan Wemo merupakan sistem rumah pintar bikinan Belkin yang sudah beredar di pasaran lebih dari lima tahun.
Rahasianya, Foxconn berjanji akan membangun pabrik senilai USD 10 miliar atau sekitar Rp137,3 triliun di Wisconsin, salah satu negara bagian di Amerika Serikat. Cara itu bisa memperlancar urusan bisnis dan rencana Foxconn mengakusisi Belkin yang juga berasal dari AS.
Pada awal 2018, Foxconn sudah membicarakan rencana pengembangan perusahaan dan melakukan diversifikasi bisnis termasuk rencana pembelian Belkin tersebut. Hal itu membuat Foxconn tidak terlalu bergantung pada iPhone.
Beberapa waktu lalu sempat dikabarkan bahwa keuntungan penjualan iPhone terbaru tidak terlalu bagus untuk Foxconn.














