Kini, makin banyak Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menerapkan Teknologi Informasi (TI) sebagai “culture” untuk memberikan layanan publik kepada masyarakat di daerahnya dan menghasilkan keuntungan untuk para pemegang saham.
Kepala daerah sebagai Pembina BUMD dan para Direksi BUMD, menilai TI penting sebagai salah satu kunci, dengan Sumber Daya Manusia (SDM), untuk menciptakan BUMD yang sehat dan transparan.
Demikian salah satu temuan penting dari acara TOP BUMD Award 2018, ajang pemberian penghargaan tahunan untuk manajemen BUMD dan kepala daerah pembina BUMD yang dinilai berhasil mengelola BUMD dengan kriteria memiliki prestasi dan kinerja yang baik di bidang keuangan, pemasaran, layanan pelanggan, human capital dan manajemen. TOP BUMD Award 2018 ini diselenggarakan oleh Majalah BusinessNews Indonesia bersama Asia Business Research Center.
BUMD sektor Keuangan dan Infrastruktur Paling Banyak Menerapkan TI
TI sangat membantu BPR dapat menjalankan tugas mulia melakukan pemberantasan rentenir secara konsisten. Seperti diketahui, banyak masyarakat ekonomi kelas bawah, yang terjebak dalam jeratan rentenir. Sulit bagi pedagang pasar atau UMKM, atau keluarga ekonomi kurang mampu untuk naik kelas tingkat kesejahteraannya, jika mereka terjebak dalam jeratan utang rentenir yang mengenakan bunga puluhan hingga ratusan persen. Kehadiran BPR dalam pemberantasan rentenir, adalah salah satu upaya nyata untuk mendorong masyarakat bawah menjadi naik kelas, dan tidak terjebak dalam jeratan kemiskinan yang berkelanjutan.
Dengan semakin banyaknya BUMD sektor keuangan seperti BPD, BPR konvensional dan syariah menggunakan aplikasi keuangan untuk menjalankan bisnisnya seperti untuk pencatatan transaksi keuangan, penyaluran dan pengajuan kredit bagi pelaku UMKM maka semakin banyak masyarakat yang dapat memanfaatkan layanan keuangan yang mereka tawarkan. TI dapat membantu dalam hal kecepatan, dan mempermudah pemberian layanan. Hal ini pada gilirannya membantu masyarakat kelas bawah untuk lepas dari jeratan rentenir.
Di sektor infastruktur, BUMD perusahaan daerah penyedia air minum atau PDAM telah menggunakan aplikasi, yang dibuat oleh tim internalnya atau bekerja sama dengan perusahaan penyedia aplikasi, untuk memberikan layanan yang prima kepada pelanggannya. Seperti penggunaan GPS untuk pembacaan meter air real time online yang mampu mengirimkan data, rekam gambar dan data lokasi melalui alat tersebut. Juga menggunakan aplikasi enterprise ERP untuk mengelola data pelanggan yang besar jumlahnya, misalnya data-data tagihan pelanggan.
PDAM Kota Malang misalnya, dengan menggunakan TI yang handal kini telah mampu menyediakan air bersih untuk seluruh penduduk Malang. Bahkan mereka berencana untuk memperluas jangkauan infrastruktur penyediaan air bersih untuk masyakat di luar kota Malang.
“Dengan TI, BUMD kini semakin lincah dalam memberikan layanan dan masyarakat daerah diuntungkan karena kebutuhannya dapat dengan cepat dan tepat terpenuhi,” kata M. Lutfi Handayani, Ketua Penyelenggara TOP BUMD Award 2018, di Jakarta (3/5).
“Dari sesi penjurian yang meliputi seleksi, presentasi dan tanya-jawab dengan para manajemen puncak BUMD terungkap bahwa mereka kini sudah semakin menyadari pentingnya pemanfaatan TI untuk mendukung kegiatan bisnis dan menjadikannya sebagai salah satu kunci penting bersama SDM yang handal untuk tercapainya peran BUMD memberikan layanan publik dan secara bersamaan meraih keuntungan untuk pemegang saham.”
Mengutip ucapan Bupati Jepara, K.H. Ahmad Marzuqi, S.E, “SDM yang handal dan penerapan TI sebagai culture merupakan kunci sukses bagi BUMD dalam menjalan perannya di daerah.”














