Selain berbagai upaya mitigasi yang dilakukan, di bidang kesehatan, perlindungan sosial dan perekonomian, untuk menanggulangi pandemi Covid-19, pemerintah pun telah mengupayakan pemanfaatan teknologi untuk memaksimalkan potensi ekonomi yang ada.
“Pandemi dan kemajuan teknologi telah memaksa dilakukannya percepatan pemanfaatan teknologi digital yang mendorong lahirnya profesi baru yang berbasis digital,” demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara webinar Creativepreneur 4.0 dengan tema “Business Journey: Navigating in the Sea of Challenges” yang diadakan Persatuan Pelajar Indonesia Universiti Utara Malaysia, dari Jakarta, 11/09/2021.
Terkait dengan itu, Menko Perekonomian menyampaikan dua hal yang perlu jadi perhatian seluruh komponen bangsa dalam meraih cita-cita Indonesia Emas 2045.
Pertama, mengutip Laporan dari World Economic Forum tentang The Future of Job Report 2020, yang meramalkan dalam 5 tahun ke depan akan terjadi peningkatan kesenjangan keterampilan, karena keterampilan yang diminta di seluruh pekerjaan akan mengalami perubahan.
“Bahkan saat ini telah terjadi ‘double-disruption’, yaitu pergeseran pekerjaan akibat digitalisasi atau automasi yang dipercepat dengan terjadinya pandemi Covid-19,” jelas Menko Airlangga.
Baca: 10 Pekerjaan Paling Dicari di Tahun 2021 versi Linkedin
Kedua, daya saing digital Indonesia yang jauh tertinggal. Berdasarkan IMD World Digital Competitiveness Ranking, Indonesia berada pada posisi 56 dari 63 negara. Dalam indeks lainnya, yaitu Global Innovation Index yang mengukur kemampuan inovasi suatu negara, sejak 2018 sampai 2020 posisi Indonesia tidak berubah dan berada pada urutan ke-85 dari 131 negara.
“Untuk itu diharapkan peran aktif dari para pelajar Indonesia, NGO, dan seluruh stakeholders untuk bersama meningkatkan daya saing digital dan kapasitas kita dalam berinovasi dan menghasilkan produk yang inovatif,” ajak Menko Airlangga.
“Kolaborasi dan sinergi dari seluruh komponen bangsa sangat dibutuhkan dalam upaya memulihkan perekonomian bangsa pasca pandemi agar kita semua dapat segera keluar dari middle income trap dan meraih cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutup Menko Airlangga.
Baca: Ini 10 perusahaan manufaktur Indonesia yang sudah implementasikan Industri 4.0














