Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok, HE Djauhari Oratmangun, menerima kunjungan Ms. Blair Zhang, Co Patner Global Partnership Director of COMB+, sebuah perusahaan penghubung para start up asing untuk masuk ke pasar ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT). COMB+ dapat menyediakan kursus-kursus, konsultasi, agar start up asing dapat mengetahui kondisi pasar di RRT.
Dalam pertemuan di KBRI Beijing pada (6/8) waktu setempat, COMB+ juga menjelaskan peranannya membantu para start up di RRT untuk going global, menghubungkan para start up itu dengan pelaku bisnis dari luar RRT, termasuk yang ada di Indonesia.
Sebelumnya diberitakan, pada akhir Desember 2017, COMB+ telah meluncurkan dana sekitar 77 juta USD untuk membantu perusahaan yang bergerak di bidang AI (Artificial Intelligence) yang berpotensi untuk memasuki pasar RRT, mengingat AI saat ini merupakan bisnis yang besar tetapi lebih sulit di RRT. Dana yang dikucurkan tersebut bersumber dari hasil kerjasama antara Beijing Institute of Collaborative Innovation (BICI) dengan COMB+.
Sebelumnya di tahun 2016, COMB+ juga telah meluncurkan program akselerator Sino Track yang berbasis di Beijing dan Helsinki dan membantu tahap awal para start up di China.
Start up merupakan fenomena yang sedang naik sehingga bisnis COMB+ sangat berpotensi besar. Saat ini, di Indonesia juga banyak terdapat start up, sehingga ada peluang untuk bekerja sama dengan COMB+ untuk dapat memasuki pasar RRT. Atau sebaliknya, dapat bekerjasama dengan perusahaan sejenis di Indonesia.
Ms. Zang juga ingin memasarkan produk Indonesia di RRT melalui jaringan platform yang dikelolanya.
Dalam pertemuan itu, disepakati beliau akan berkunjung ke Indonesia awal Oktober 2018 untuk menjemput para start up potensial dari Indonesia.
Demikian dilaporkan contributor itech dari Beijing.
Baca juga:














