Siapa yang tak kenal dengan Instagram? Salah satu media sosial yang sedang populer tak hanya di Indonesia, namun juga di berbagai penjuru dunia ini memang cukup banyak penggunanya, tak terkecuali di Indonesia. Dari yang awalnya hanya terkenal di kalangan remaja, kini Instagram juga telah merambah ke segala usia. Mulai dari anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun hingga para orang tua pun cukup familiar dengan media sosial berbagi foto dan video di dunia maya ini.
Seiring dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, kini Instagram tidak hanya digunakan untuk berbagi momen-momen dalam bentuk foto dan video. Bagi sebagian orang, Instagram dimanfaatkan untuk keperluan bisnis mereka. Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis-ekonomi memang mulai berubah dari bisnis konvensional yang menjual produk-produk mereka lewat gerai atau toko fisik, menjadi bisnis e-commerce yang memanfaatkan kecanggihan teknologi, terutama internet, sebagai media untuk memasarkan produk mereka kepada konsumen.
Dengan adanya e-commerce ini, konsumen tidak perlu lagi keluar rumah untuk melihat produk-produk yang mereka inginkan, cukup mengakses internet mereka dapat berkunjung ke ‘toko online’ sehingga menghemat waktu dan tenaga. Platform berjualan di media sosial bisa di Facebook, Instagram, Kaskus, atau di situs halaman tersendiri seperti Bukalapak dan Tokopedia.
Selebgram, Profesi Baru Generasi Milenial
Di generasi milenial, ada profesi baru yang disebut selebgram. Dinamakan selebgram karena layaknya selebritis di dunia pertelevisian, pengguna yang terkenal dan tenar di Instagram ini memang lebih banyak dibicarakan oleh pengguna Instagram lainnya. Bisa karena tampilan fisiknya, hobinya, yang kemudian viral sehingga dapat menjadi artis atau selebritis karena kepopulerannya.
Hal inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh para pelaku bisnis toko online untuk menjadikan selebgram tersebut sebagai media untuk mempromosikan produk (endorsement) dan memperluas pasar mereka agar lebih banyak dikunjungi oleh pengguna-pengguna lainnya sehingga dapat menambah potensi penjualan produk-produk mereka.
Tak ayal, bisnis selebgram mulai digandrungi generasi milenial dalam beberapa waktu terakhir ini. Dengan memasarkan produk seseorang atau toko online lewat postingan mereka di Instagram, para selebgram ini mendapatkan pundi-pundi rupiah yang menjanjikan dari usahanya sebagai endorse toko online. Para selebgram ini tentu mematok tarif yang berbeda-beda, mulai dari ratusan ribu rupiah hingga ada yang mencapai jutaan rupiah, tergantung dari tingkat ketenarannya (yang bisa dilihat dari jumlah pengikut akun Instagramnya).
Sekali Posting, Meraup Jutaan Rupiah
Beberapa selebgram sudah berhasil meraup rupiah dari bisnis ini, seperti Arsanty, yang bisa meraih 7 juta rupiah sekali posting-nya. Penyanyi dangdut terkenal, Ayu Ting-Ting, memberandol 10 juta rupiah sekali endorse. Namun ada juga selebgram lokal yang mematok tarif ratusan ribu rupiah per pemasarannya. Bayangkan jika mereka mendapat order ratusan posting. Tarif ini juga dipengaruhi oleh jenis produk hingga durasi pemasarannya.
Sekilas profesi ini memang menarik dan cukup menggiurkan, hanya bermodalkan gawai dan internet sudah bisa mendapatkan penghasilan tanpa harus bersusah payah bekerja di kantor ataupun di luar rumah seperti kebanyakan profesi lainnya pada umumnya.
Namun, untuk menjadi seorang selebgram rupanya dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Biasanya, akun Instagram mereka harus mempunyai banyak pengikut (followers) agar mendapat kepercayaan dari berbagai macam produsen maupun toko online untuk memasarkan produknya. Tak hanya itu, mereka juga harus aktif posting segala sesuatu yang menarik di Instagram agar mendapat engagement dari pengguna lainnya yang mengunjungi akun mereka.
Apakah Selebgram Harus Selalu Cantik?
Pada umumnya, selebgram yang kebanyakan berasal dari generasi milenial ini didominasi oleh para wanita yang mempunyai fisik menarik (cantik dan berparas ayu). Namun, sekarang para selebgram tidak hanya berasal dari kalangan wanita cantik saja, tetapi juga pengguna lainnya yang membuat postingan “tidak biasa” di Instagram yang kemudian menjadi viral.
Fisik tidak menjadi kendala mereka untuk menjadi seorang selebgram. Sebut saja akun Instagram Mimi Peri yang sempat viral beberapa waktu yang lalu, yang bagi kebanyakan orang awam tentu melihatnya bukan sebagai sosok wanita cantik. Tingkah anehnya yang diluar kebiasaan orang awam ternyata membuatnya banyak diperbincangkan oleh pengunjung Instagram, hingga kemudian dia menjadi populer seperti sekarang ini. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kepopuleran suatu akun Instagram menjadi media promosi yang menarik bagi produsen maupun toko online untuk memperluas pasar produk maupun jasanya di internet. Hal ini dapat ditemui di akun Mimi Peri yang beberapa postingan-nya menawarkan suatu produk atau jasa dari produsen atau toko online tertentu.
Akun selebgram ternyata tidak harus merupakan akun perseorangan atau pribadi. Beberapa akun Instagram yang menyediakan informasi maupun hiburan yang menarik pun dapat menjadi akun selebgram yang memasarkan produk atau jasa. Bahkan akun-akun ini banyak yang lebih populer daripada akun selebgram lainnya. Sebut saja akun Instagram dagelan, tahilalat, dan masih banyak akun sejenis yang lainnya.
Akun dagelan populer karena memposting informasi-informasi lucu yang dapat membuat pengunjung yang membacanya menjadi terhibur. Akun tahilalat terkenal berkat postingan-nya yang berupa komik strip singkat bergenre komedi yang susah ditebak alur ceritanya dan sering membuat pengunjungnya tertawa. Dua akun tersebut saat ini memiliki pengikut yang jumlahnya mencapai ratusan ribu. Hal ini membuat produsen maupun toko online tertarik untuk memanfaatkan kedua akun tersebut sebagai media promosi produk maupun jasa mereka. Dan ini terlihat dari berbagai postingan kedua akun tersebut yang mem-posting sebuah produk atau jasa tertentu dengan tetap mempertahankan ciri khas akunnya masing-masing. Dagelan biasanya menawarkan suatu produk lewat informasi yang di-posting-nya. Ssedangkan tahilalat kerap berpromosi dengan cara menyelipkan suatu produk pada jalan cerita komiknya.
Jadi, apakah Anda tertarik menjadi selebgram?
Penulis: Luqman Hakim, pemerhati TI
(Artikel ini telah diedit oleh Redaksi It Works tanpa merubah maksud dan makna artikel)














