PT Indosat Tbk (ISAT) atau Indosat Ooredoo membukukan kerugian sebesar Rp292,5 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2019 atau turun 27,8% dibandingkan periode sama 2018 sebesar Rp405,2 miliar.
Anak usaha Ooredoo ini hanya mencatat pendapatan sebesar Rp6,04 triliun di kuartal pertama 2019 atau tumbuh 3,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp5,81 triliun.
Pendapatan layanan seluler di kuartal pertama 2019 hanya sebesar Rp4,85 triliun atau naik 6,9% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp4,54 triliun.
“Pertumbuhan ini utamanya disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan data sebesar 8,9 persen pada triwulan I 2019 dibandingkan triwulan pertama 2018, akibat pertumbuhan sebesar 69,2 persen year on year atau YoY pada trafik data,” tulis siaran pers Indosat Ooredoo.
Baca: Inilah Tugas-tugas yang Menanti Dirut Baru Indosat Ooredoo
Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA) di kuartal pertama 2019 sebesar Rp2,15 triliun naik tipis dibandingkan periode sama tahun lalu Rp2,06 triliun.
Basis pelanggan pada triwulan pertama 2019 tercatat sebesar 53,3 juta, menurun sebesar 44,6% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 96,2 juta pelanggan dengan rata-rata tingkat churn yang terus menurun ke 8,2%.
Basis pelanggan menurun akibat implementasi aturan terkait registrasi kartu perdana yang diterapkan pada tahun 2018 lalu. Tingkat churn yang rendah mencerminkan loyalitas pelanggan yang lebih baik untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut.
Indosat Ooredoo mencatat pengeluaran modal sepanjang triwulan I 2019 sebesar Rp2,2 triliun, tumbuh sebesar 66,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, mempertahankan momentum intensif penggelaran jaringan 4G.
Sepanjang TW1 2019 ini Perseroan menambah 12.996 4G BTS dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Saat ini Perusahaan mengoperasikan total sebanyak 22.015 BTS 4G di 422 kota dengan cakupan populasi lebih dari 81 persen.
Baca: Indosat Ooredoo Berencana Tambah 18.000 BTS 4G di 2019
Pada TW1 2019, Indosat Ooredoo juga telah melunasi seluruh porsi utang bank dalam dolar AS guna semakin mengurangi resiko perubahan mata uang asing.
Layanan selular, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap Indosat Ooredoo masing-masing memberikan kontribusi sebesar 80 persen, 17 persen, dan 3 persen terhadap pendapatan usaha terkonsolidasi yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2019.
Rata-rata pendapatan bulanan per pelanggan (ARPU) untuk pelanggan selular pada triwulan I 2019 adalah sebesar Rp26,5 ribu, atau naik sebesar Rp14,1 ribu dibanding TW1 2018.
Kinerja Indosat Ooredoo kuartal I 2019 didukung dengan berbagai inisiatif marketing dan layanan pelanggan, antara lain bersama dengan GOJEK, IM3 Ooredoo menghadirkan Paket Online Gaspol, sebuah paket internet yang diperuntukkan khusus bagi para mitra pengemudi GOJEK di seluruh Indonesia.














