ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Strategi Kejar Pajak Google Cs

adam
14 June 2019 | 11:00
rubrik: E-Gov
Strategi Kejar Pajak Google Cs

3 Perusahaan Teknologi Paling Bernilai di Dunia

Share on FacebookShare on Twitter

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pajak perusahaan teknologi raksasa dunia seperti Google, Facebook, dan sejenisnya dapat dipungut pajak berdasarkan nilai ekonominya (economics value).

Penghitungan kewajiban pajak bukan dalam bentuk suatu perusahaan (permanent establishment) atau Badan Usaha Tetap (BUT).

“BUT sendiri tetap akan sama redefinisinya tapi berapa kewajiban mereka membayar pajaknya tidak lagi diterapkan berdasarkan ada atau tidaknya BUT tapi berdasarkan seberapa banyak mereka mendapatkan economic value di suatu negara,” jelas Sri Mulyani di Gedung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Sri Mulyani menegaskan karena Google, Facebook dan lain-lain merupakan perusahaan digital maka Pemerintah akan melihat seberapa banyak perusahaan tersebut menghasilkan nilai. Itu yang disebut dengan economic present.

“Itu yang akan dijadikan salah satu dari berbagai macam approach,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Sri Mulyani, ada berbagai macam pendekatan yang bisa digunakan dalam pemungutan pajak perusahaan digital. Dalam pertemuan tingkat menteri keuangan negara G20 yang digelar pada akhir pekan lalu di Fukuoka, Jepang, pihaknya memperjuangkan International Taxation di mana kata ‘economics present‘ sudah disepakati.

Hanya saja hal itu belum bisa diimplementasikan karena berhubungan dengan fair taxation right. “Bagaimana bagi perpajakan secara adil antara mereka headquarter maupun di daerah mereka beroperasi,” ucap Sri Mulyani.

Hingga saat ini, belum ada kesepakatan basis pemungutan pajak bagi perusahaan teknologi raksasa untuk Indonesia. Inggris dan Perancis, lanjut Sri Mulyani, telah melakukan pemungutan pajak secara unilateral di mana keduanya sudah memiliki pendekatan (pemungutan pajak) yang disepakati.

“Inggris sudah menyepakati sendiri basis pajaknya mereka di Perancis juga mereka membuat sendiri berdasarkan economics present. Dan bahkan di Perancis untuk menghubungkan data mereka pun menjadikannya sebagai basis pajak,” jelasnya.

BACA JUGA:  Asyik, Sekarang Bisa Cetak Sendiri Dokumen Administrasi Kependudukan di Rumah

Namun, Inggris dan Perancis nantinya juga akan menyesuaikan dengan pendekatan yang disepakati oleh G20. Meski sudah memiliki pendekatan sendiri, nantinya kedua negara itu akan mengkonversi pendekatan menjadi sesuai kesepakatan yang bersifat global.

Indonesia sendiri meski belum memiliki pendekatan internasional, dari Ditjen Perpajakan akan melakukan pemungutan pajak berdasarkan pendekatan yang dianggap bisa merepresentasikan value dari kewajiban perusahaan teknologi tersebut.

“Jadi untuk perusahaan yang dianggap digital, teman-teman pajak punya basis untuk menghitungnya. Ini kewajiban yang menurut teman-teman pajak estimasinya seperti ini dan mereka akan counter tentu saja berdasarkan data mereka,” katanya.

Indonesia juga tidak perlu menanti konsensus global untuk menentukan pendekatan. Menurut Sri Mulyani, penerimaan pajak harus tetap ada. Dalam pertemuan G20 lalu Sri Mulyani mengaku sempat menyatakan bahwa bahkan sebelum ada konsensus tiap negara berhak membuat pendekatan yang dianggap adil.

“Ya itu artinya we have the basis untuk tetap bisa mengumpulkan data itu. Jadi, teman-teman pajak melakukan estimasi tentu teman pajak tidak boleh mengambil angka dari langit. Tapi basisnya apa. Mereka punya informasi yang mensupport itu. Baik itu sales, advertisement maupun record lain dan akan disampaikan kemudian kewajiban pajaknya,” paparnya.

Pada 1 April 2019 lalu, Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 35/2019 tentang Penentuan Bentuk Usaha Tetap (BUT).

Beleid tersebut mengatur mengenai kewajiban perpajakan bagi perusahaan atau orang asing yang berbisnis di Indonesia, baik perusahaan konvensional maupun yang beroperasi secara digital.

Dalam hal ini, perusahaan teknologi asing itu harus mendirikan Badan Usaha Tetap (BUT) yang memiliki nomor pokok wajib pajak.

Tags: Kemenkeupajak digital
Previous Post

Pemerintah akan Pungut Pajak dari Ekonomi Digital

Next Post

Libur Lebaran 2019, BTN Catat 1,2 juta Transaksi Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei Cloud Luncurkan Layanan MaaS, Dorong Inovasi AI Agentik untuk Dunia Bisnis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Rimini Street, Lotte Rental Percepat Pertumbuhan dan Inovasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Intel Core Ultra Series 3, Ini Sekilas tentang Keunggulannya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cara Mudah Mengurus Surat Pindah Domisili secara Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Adopsi AI Dorong Perubahan Pola Konsumsi Data, 5G Jadi Fondasi Pengalaman Digital

Ahmad Churi
2 April 2026 | 21:21

ItWorks.id- Laporan Ericsson ConsumerLab 2026 mengungkap meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah pola konsumsi data seluler, terutama pada kebutuhan...

Pencadangan Data (Backup) dan Keamanan Kini Menjadi Persoalan Ekonomi AI

Fauzi
30 March 2026 | 14:36

Oleh: Sherlie Karnidta, Country Manager Indonesia, Cloudera IDC dalam Global DataSphere Forecast memproyeksikan bahwa volume data global akan melonjak hingga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto