ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Ini Strategi Jitu Bank Mandiri dan BRI Tandingi Popularitas Fintech

adam
4 July 2019 | 15:00
rubrik: Forti
Ini Strategi Jitu Bank Mandiri dan BRI Tandingi Popularitas Fintech
Share on FacebookShare on Twitter

Perbankan terus memacu transaksi uang elektronik. Menyaingi perusahaan teknologi finansial, beragam fitur pembayaran turut diperluas. Transaksi uang elektronik makin melaju. Penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) non-perbankan menjadi penopang terbesar pertumbuhan transaksi uang elektronik.

Selain peningkatan akseptasi, perseroan juga turut memperluas jaringan pengisian ulang saldo eMoney, mulai dari gerai ritel, kantor pos hingga platform dagang elektronik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam jumpa pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) beberapa waktu lalu menyatakan PJSP non perbankan menjadi penopang terbesar pertumbuhan transaksi uang elektronik.

Baca: BI Bakal Standarisasi Interkoneksi Bank dan Fintech

Dari catatan bank sentral juga disebutkan, pengguna uang elektronik yang diterbitkan non bank sejatinya jauh unggul daripada yang diterbitkan perbankan. Pengguna uang elektronik non bank mencapai kisaran 113,5 juta, sementara yang berasal dari bank cuma 60,3 juta.

Pengguna uang elektronik non bank juga diketahui lebih loyal lantaran rata-rata transaksi mereka mencapai Rp 33.000, sedangkan uang elektronik dari bank cuma punya rata-rata transaksi Rp 13.000.

Berdasarkan data Bank Indonesia, sepanjang Januari-April 2019 transaksi uang elektronik mencapai 1,44 miliar kali transaksi senilai Rp 31,41 triliun. Jumlah transaksi tersebut meningkat signifikan 76,97% (yoy) dibandingkan transaksi pada periode yang sama pada 2018 sebanyak 816,02 juta kali. Sedangkan nilai transaksinya tumbuh hampir mencapai 129,91% (yoy) dar Rp 13,66 triliun.

Baca: Bank Mandiri Siapkan Dana Rp2,4 T untuk Kembangkan Teknologi

Tak mau kalah, perbankan memacu transaksi uang elektronik. Fitur pembayaran pun turut diperluas. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) misalnya mulai meluaskan akseptasi uang elektronik berbasis cip miliknya yang bertajuk e-money.

“Peningkatan layanan ini dilakukan dalam bentuk menciptakan ekosistem nontunai dengan memperluas kerja sama merchant yang menerima pembayaran e-money, hingga membangun cashless society di berbagai sektor bisnis yang dekat dengan masyarakat seperti pasar, sekolah, tempat wisata,” kata SEVP Transaction Banking and Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi.

BACA JUGA:  BRI Siapkan Tiga Strategi Hadapi Era Transformasi Digital

Hingga April 2019, jumlah e-money yang beredar telah mencapai 18 juta kartu, dengan pertumbuhan mencapai 27% (yoy). Sedangkan nilai transaksi yang diperoleh sepanjang 2019 hingga Mei telah mencapai Rp 6,3 triliun, tumbuh 7% (yoy) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Hal serupa juga ikut dilakukan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang memiliki produk uang elektronik berbasis cip miliknya: Brizzi. Sekretaris Perusahaan BRI Bambang Tri Baroto mengatakan, saat ini BRI sedang memperluas akseptasi penggunaan BRIZZI.

Baca: Buka Akses Open Banking, BRI Catat Transaksi Rp50 Miliar per Hari

“Salah satu strategi yang dijalankan selain menambah penggunaan di jalan tol dan modal transportasi adalah ke jasa perparkiran dengan cara menjalin kerja sama dengan pihak penyelenggara jasa parkir seperti Secure Parking, Centerpark, dan ISS,” kata Bambang.

Hingga Mei 2019, peredaran Brizzi disebut Bambang telah mencapai 13,64 juta, tumbuh 3,37 juta atau setara 32,85% (yoy) dibandingkan periode serupa. Sedangkan nilai transaksinya mencapai 287,49 juta kali, atau tumbuh 180,98% (yoy).

Selain uang elektronik berbasis cip, baik Bank Mandiri dan BRI bersama dua bank pelat merah lainnya kini uga telah menggabungkan uang elektronik berbasis server miliknya ke platform LinkAja.

Namun LinkAja diselenggarakan PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), bukan oleh masing-masing bank lagi.

 

Tags: Bank MandiriBRIfintech
Previous Post

Smartfren Andalkan Pendapatan dari Teknologi LTE

Next Post

Pemerintah Wajibkan Penyedia VPN untuk Punya Izin atau Diblokir

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kemenperin Siapkan SDM Dorong Industri Mamin Nasional Masuk Industri 4.0

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rilis di Indonesia, Begini Spek Lengkap dan Harga Samsung Galaxy A25 5G

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto