ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

TOP DIGITAL Awards 2019: BPJS Kesehatan Tingkatkan Pelayanan Dengan Mobile JKN

Teguh Imam Suyudi
30 October 2019 | 09:00
rubrik: Digital, Event
TOP DIGITAL Awards 2019: BPJS Kesehatan Tingkatkan Pelayanan Dengan Mobile JKN

BPJS Kesehatan dalam sesi presentasi dan wawancara terkait penjurian TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Senin (28/10/2019) (Foto: Rendy/It Works)

Share on FacebookShare on Twitter

Sesuai peta jalan (roadmap) Jaminan Kesehatan Nasional dari pemerintah, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) diberikan tugas mewujudkan cakupan layanan kesehatan semesta (universal health coverage/UHC) sebesar 95 persen dari total penduduk Indonesia pada 2019 ini. Sebuah tugas yang mustahil diwujudkan jika itu dilakukan secara manual. Sebab, cakupan layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sampai Oktober 2019 ini baru sekitar 222 juta jiwa.

“Kalau coverage 95 persen, kurang lebih kan cakupannya harus mencapai 250 juta jiwa, karena total penduduk kita saat ini sekitar 267 juta jiwa. Padahal, negara kita demikian luas, penduduknya tersebar di banyak pulau, tidak mungkin rekrutmen peserta tanpa menggunakan bantuan teknologi. Maka BPJS mengembangkan aplikasi untuk melakukan rekrutmen peserta, yakni Mobile JKN untuk rekrutmen peserta mandiri dan e-Dabu untuk rekrutmen peserta dari badan usaha,” kata  Wahyuddin Bagenda, direktur teknologi informasi BPJS Kesehatan dalam sesi presentasi dan wawancara terkait penjurian TOP DIGITAL Awards 2019 di Jakarta, Senin (28/10/2019).

Peserta JKN saat ini terbagi tiga segmen yakni, peserta mandiri, peserta dari badan usaha dan segmen peserta dari pemerintah, termasuk penerima bantuan iuran (PBI) yang jumlahnya mencapai 98 juta orang. Untuk segmen peserta mandiri kurang lebih 37 juta orang.  “Data badan usaha yang masuk kurang lebih 250 ribu, dengan jumlah peserta dari badan usaha kurang lebih 34 juta. Dari BUMN sendiri sekitar 3 juta peserta,” kata Wahyuddin di depan dewan juri.

Dia menjelaskan, ada beberapa manfaat dari inovasi Mobile JKN ini. Pertama, aplikasi ini memudahkan peserta Program JKN mendapatkan layanan di fasilitas kesehatan. Peserta cukup menunjukkan kartu KIS Digital pada Mobile JKN. Peserta juga tidak perlu antre di kantor cabang untuk mendapatkan layanan administratif. Sebelum ada layanan mobile, peserta JKN harus ke kantor cabang untuk mendapatkan informasi dan layanan JKN.

BACA JUGA:  Agoda: Tren Meningkatnya Destinasi Wisata Sekunder, Peluang Ekonomi Bagi Masyarakat Lokal

Selain itu, layanan BPJS menjadi lebih smart karena menghemat waktu dan akurat. “Outcome dari solusi IT ini adalah menurunkan jumlah kunjungan di kantor cabang sebesar 68,5 persen. Selain itu, meningkatkan efisiensi operasional hingga Rp 2,8 miliar per tahun,” ujar Wahyuddin.

Ada beberapa fitur dalam aplikasi Mobile JKN antara lain fitur Mencari Informasi, Mendaftar Menjadi Peserta, Membayar Iuran JKN, Perubahan Data Kepesertaan, Riwayat Pelayanan Kesehatan, Antrian Fasilitas Kesehatan, Menyampaikan Aduan, dan Pemberian Rating Fasilitas Kesehatan. Sampai September 2019, aplikasi Mobil JKN ini sudah diunduh sekitar 6 juta unduhan.

Wahyuddin mengakui, ada satu permasalahan yang dihadapi BPJS terkait implementasi aplikasi mobile tersebut. Masih ada peserta khususnya segmen ekonomi menengah ke bawah yang belum paham menggunakan smartphone. “Solusi kami, menyediakan booth Mobile JKN di setiap kantor cabang yang berfungsi sebagai media edukasi dan sosialisasi kepada peserta yang kurang familiar dengan teknologi mobile,” ujar dia.

Sistem IT di BPJS Kesehatan sudah terintegrasi dengan sistem IT di beberapa instansi atau perusahaan terkait, antara lain dengan Kementerian Sosial untuk data Penerima Bantuan Iuran (PBI), sistem Kementerian Keuangan, integrasi dengan Asuransi Kesehatan Tambahan (AKT). Selain itu, terintegrasi dengan  sistem di Ditjen Imigrasi, Taspen untuk integrasi data pensiunan, BKN/BKD untuk integrasi data pegawai negeri, serta Asabri untuk integrasi data prajurit.

Penulis: Nurdian

 

Tags: BPJS KesehatanTOP Digital Awards 2019
Previous Post

TOP DIGITAL Awards 2019: IT Bio Farma Intergrasikan Area Produksi

Next Post

Ini Penyebab Layanan “Big Data” Belum Berikan Keuntungan Besar ke Telkomsel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • OpenAI Bagikan 50 Cara Penggunaan ChatGPT untuk Mahasiswa Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Motorola Moto E14, Smartphone Terjangkau Berbasis Android Go Edition

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BRIN Dorong Kebijakan Responsif untuk Tata Kelola AI Data Center di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto