Beberapa tahun terakhir ini Indonesia telah beberapa kali dilanda bencana alam seperti banjir. Tidak jarang bencana tersebut membuat beberapa arsip penting menghilang Salah satu proses preservasi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan TI.
Melalui TI, preservasi arsip dapat dilakukan dengan proses alih media sehingga memungkinkan kebertahanan arsip yang lebih lama. Hal ini dikarenakan proses alih media akan menghasilkan arsip dengan media yang berbeda tetapi tetap memiliki isi yang sama.
“Melalui teknologi cloud computing akan memberikan peluang bagi masyarakat luas untuk melakukan preservasi dalam bentuk digital. Masyarakat dapat menyimpan arsip digital meraka ke dalam sesrver maya sebagai langkah preservasi arsip pribadi mereka,” kata Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan, saat konferensi pers ‘Penanggulangan Arsip Pasca Bencana’ di Jakarta. Dalam preservasi digital, bentuk arsip yang dikelola merupakan arsip yang telah dialihmediakan dalam bentuk elektronis atau digital.
Sementara, dalam preservasi kearsipan konvensional, bagi ANRI tak ada kata tidak mungkin dalam menyelamatkan arsip-arsip yang mengandung nilai historis tinggi. Pada 2004 lalu saja, saat tsunami menerjang Aceh, arsip-arsip berhasil diselamatkan dan hingga kini masih bisa digunakan. Arsip-arsip yang sudah berhasil dievakuasi, dibawa ke Ruang Dry Chamber ANRI. Arsip-arsip ini lalu disemprot dengan alkohol 70 persen untuk menghambat berkembangnya media jamur. Kemudian ditutup dengan plastik dan ditekan dengan alat pemberat.
“Dalam hal bencana banjir, ANRI menerima layanan perbaikan arsip apa saja, baik berupa ijazah, sertifikat tanah, atau dokumen lainnya, bagi seluruh masyarakat akibat banjir, khususnya yang berada di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi tanpa dipungut biaya. Layanan perbaikan arsip ini dilaksanakan pada hari kerja mulai pukul 08.30 – 16.00 WIB sampai dengan awal Maret tahun 2014,” papar mantan Deputi Bidang Konservasi Arsip ANRI ini.
Sementara itu, Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DKI Jakarta, Anas Efendi mengatakan, inisiatif ANRI untuk menanggulangi arsip korban bencana banjir sangat didukungnya. Pihaknya akan membawa arsip dengan kondisi rusak berat ke ANRI. Sedangkan arsip yang dalam kondisi rusak ringan akan dilakukan penanggulangannya di Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Penyelamatan arsip ini sejalan dengan Pasal 6 UU No. 24/ 2007 tentang Penanggulangan Bencana, salah satu tanggung jawab pemerintah dalam penyelenggaraan bencana adalah pemeliharaan arsip. Hal ini pun dipertegas dalam Pasal 34 UU No.43/ 2009 tentang Kearsipan yang intinya mengamanatkan negara untuk menyelenggarakan pelindungan dan penyelamatan arsip dari bencana. (dju)














