Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi mengatakan prospek pengelolaan sagu Indonesia untuk ketahanan pengan nasional sangat menjajikan di masa depan. Sebab daya dukung lahan cukup luas, masyarakat telah memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan, dan pemanfaatan lahan sagu secara tradisional.
Di samping itu kian dikenalnya teknologi industri pengolahan skala kecil, kebutuhan konsumen meningkat, dan dapat dikembangkan sebagai komoditi pangan nasional. Oleh karena itu,,diperlukan strategi pengembangan industri hulu dan hilir. Strategi jangka pendek diantaranya dengan membentuk dan mengaktifkan Dewan Ketahanan Pangan Provinsi maupun kabupaten/kota, “kata Numberi pada acara diskusi pengembangan industrialisasi sagu berbasis inovasi teknologi untuk membangun ketahanan pangan nasional di Jakarta.
Terkait hal itu, Perusahaan minyak dan gas bumi Energi Mega Persada (EMP) menfokuskan program corporate social responsibility (CSR) pada pengembangan pangan olahan sagu dan pengelolaan produksi pohon karet secara moderen. Kepala Humas EMP, Heru Hardono, mengatakan kedua program CSR yang
dilaksanakan di dua Kecamatan tersebut merupakan hasil dari pemetaan sosial yang dilaksanakan oleh perusahaan pada kurun waktu 2005 dan 2006. Dari situ, mulai dikembangkanlah dua program tersebut secara sistematis dan partisipatif bersama tokoh masyarakat, pemerintah setempat dan masyarakat secara umum.
Heru mengatakan, program community development EMP MSSA tidak hanya berhenti pada pengembangan ekonomi berkelanjutan. Tetapi juga merambah pada ranah pendidikan dan kesehatan.
Program pendidikan dilakukan melalui program beasiswa tematik yang berkenaan dengan pengembangan sagu dan karet. Sedangkan untuk program kesehatan, EMP MSSA bersam stakeholders secara konsisten menyelenggarakan program pemberian makanan tambahan (PMT) dan program kelas ibu hamil. Program tersebut merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam pencapaian Millenium Development Goal’s (MDGs). (IP/ju)













