Qasir Akan Perbarui Aplikasi Untuk Dukung Usaha Mikro

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks- PT Solusi Teknologi Niaga (Qasir), pengembang aplikasi sistem pencatatan keuangan akan terus memperbarui fitur-fitur di dalam aplikasinya untuk semakin memudahkan pelaku usaha, terutama mikro yang notabene membutuhkan sistem pencatatan keuangan yang mudah. Qasir hadir, di antaranya dengan menawarkan solusi layanan secara gratis.

“Qasir sebagai penyelenggara platform layanan Point Of Sales (POS) berkomitmen untuk memberikan akses ke layanan keuangan dan manajemen usaha berbasis digital kepada pedagang mikro di Indonesia. Qasir meyakini, bahwa dengan meningkatkan akses dan pengetahuan tentang ekonomi digital ke lebih banyak usaha mikro, hal ini dapat menggairahkan minat dan semangat kewirausahaan masyarakat Indonesia,” ungkap Ceo Qasir, Michael Williem pada acara temu media, (22/1), di Co Hive, Menara Mandiri 2, Jakarta.

Layanan POS dari Qasir merupakan sistem aplikasi kasir online yang bisa digunakan untuk mencatat penjualan dan mengelola stok barang, pengelolaan toko dan karyawan, dan lainnya. Laporan yang lengkap sangat dibutuhkan untuk memantau kondisi usaha dan pengembangan skala usaha. Berfokus pada pemilik usaha warung kelontong, kios dan toko dari beragam jenis bisnis, Qasir menyediakan platform Point of Sales (POS) yang bisa diakses secara gratis maupun berbayar tergantung kebutuhan usaha. Sampai dengan tahun 2019, Qasir telah sukses hadir di lebih dari 500 kota dengan jumlah transaksi yang setara dengan 0,2 persen total ekonomi Indonesia.

“Aplikasi Qasir merupakan aplikasi layanan yang berbasis teknologi yang berfungsi membantu UMKM terutama pelaku usaha mikro yang sudah hadir pada tahun 2015. Kami akan terus memperbarui fitur-fitur didalamnya agar semakin memudahkan pelaku usaha terutama mikro yang notabene membutuhkan sistem pencatatan keuangan yang mudah. Kami juga akan turun langsung ke pasar-pasar untuk ngajarin masyarakat seberapa pentingnya pencatatan. Kita bahkan gak ngomongin aplikasinya dulu. Yang penting mereka harus mengerti dulu bahwa pencatatan itu penting,” ujarnya.

Kedepannya Qasir akan melakukan pembaharuan fitur dan yang terdekat ini akan membuat fitur reminder yang bisa secara otomatis mengingatkan pembeli yang melakukan kas bon di warung tersebut.

Upaya Qasir ini juga untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan kualitas sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, termasuk para startup (pelaku usaha rintisan). Ajakan dan implementasi layanan berbasis teknologi untuk UMKM Indonesia ini salah satunya dilandasi dengan keyakinan bahwa UMKM mampu berkontribusi lebih besar lagi pada pergerakan roda ekonomi nasional.

Sebagai gambaran, pada tahun 2019, Asosiasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Indonesia (Akumindo) menyatakan kontribusi UMKM terhadap produk domestik bruto (PDB) dapat mencapai 65% atau sekitar Rp2.394,5 triliun. Hal ini merupakan refleksi atas realisasi kontribusi UMKM terhadap PDB nasional di tahun 2018 yang mencapai sekitar 60,34 persen. Sementara itu, dari sektor ketenagakerjaan, UMKM juga dikatakan menyumbang 96% dari 170 juta tenaga kerja atau sekitar 121 juta, dengan kisaran pertumbuhan sebesar 5 % setiap tahunnya.

BACA JUGA

Leave a Comment