Kelompok yang memboikot iklan di Facebook berpendapat raksasa jejaring media sosial tersebut belum berkomitmen untuk beraksi terhadap ujaran kebencian.
Facebook Inc dengan Ant-Defamation, Free Press, Color of Change dan NAACP mengadakan pertemuan virtual pada Rabu, waktu setempat, bersama CEO Facebook Mark Zuckerberg dan COO Sheryl Sandberg untuk membahas langkah-langkah memberantas ujaran kebencian.
Color of Change, dikutip dari Reuters, 8/7/ dalam siaran resmi menyatakan satu-satunya rekomendasi yang keluar dari Zuckerberg dan Sandberg adalah rencana adanya jabatan yang mengurus hak asasi manusia, namun, bukan berupa eksekutif senior. Namun, mereka belum menjelaskan fungsi jabatan tersebut.
Selain itu, Facebook juga menolak memberikan bantuan berupa dukungan dari perwakilan Facebook untuk korban pelecehan, jejaring sosial tersebut juga tidak menjelaskan soal audit independen ujaran kebencian yang sudah dibicarakan dengan para pengiklan.
Kelompok boikot tersebut mengemukakan sebenarnya ada 10 hal yang mereka harapkan, antara lain mengizinkan korban pelecehan berat untuk berbicara dengan perwakilan Facebook dan memberikan pengembalian dana (refund) untuk merk yang iklannya berdampingan dengan konten ofensif.
Facebook melalui keterangan tertulis menyatakan “Kami tahu kami akan dinilai berdasarkan aksi kami, bukan kata-kata kami, dan beruntung kelompok-kelompok ini dan juga yang lainnya untuk keterlibatan yang berkelanjutan”.
Baca: Mark Zuckerberg Setuju Konten Facebook Harus Diatur Tapi














