Google mengembangkan Family Link, alat untuk membantu orang tua menetapkan kebiasaan digital yang baik sekaligus menyediakan sumber informasi untuk mengajari anak cara berinternet yang lebih aman. Melalui aplikasi ini, orang tua bisa mengawasi anak saat menggunakan internet di sebagian besar perangkat Android atau Chromebook.
“Orang tua juga bisa menggunakan Family Link untuk menetapkan aturan dasar digital untuk keluarga, misalnya memantau waktu pemakaian perangkat, mengatur waktu tidur, atau menetapkan batas penggunaan harian perangkat anak,” ujar Head of Public Affairs, Asia Tenggara, Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo dalam konferensi pers via daring, 21/7.
Aplikasi ini juga memungkinkan orang tua untuk mengelola aplikasi yang ada pada perangkat anak dengan memberikan batas waktu per-aplikasi, filter konten, hingga menyembunyikan aplikasi atau memblokir situs tertentu. Aplikasi ini juga bisa mengarahkan anak ke konten yang baik dengan laporan aplikasi reguler.
Selain itu, ada sejumlah fitur seperti SafeSearch di Google dan Mode Terbatas di YouTube untuk membantu menyaring konten tidak pantas dari hasil pencarian.
Orang tua dapat mengaktifkan fitur ini untuk akun anak yang diawasi melalui aplikasi Family Link untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak.
Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Nahar menyambut baik program dari Google ini dan berharap anak-anak bisa terlindungi baik itu tumbuh kembangnya, hak perlindungan ataupun hak partisipasinya.














