PT Pupuk Indonesia (Persero) terus memperkuat digitalisasi dalam menjalankan roda bisnis perusahaan di tengah masa pandemi Covid-19 guna menjaga performa perusahaan agar tetap produktif dan adaptif dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang berlaku.
Kepala Komunikasi Korporat PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana dalam keterangan tertulis di Jakarta, 16/8, mengatakan khusus untuk aspek produksi, selain pemanfaatan aplikasi Enterprise Resources Planning (ERP) modul Production Planning (PP) & Plant Maintenance (PM), perseroan telah mengembangkan aplikasi Digital Fertilizer.
Implementasi digitalisasi tersebut diharapkan dapat menunjang kinerja produksi seperti peningkatan efisiensi, membantu terlaksananya program preventive dan predictive maintenance, meningkatkan realibility serta menurunkan angka shutdown di pabrik.
“Predictive Maintenance di Pupuk Indonesia Group melalui penerapan Digital Fertilizer terdiri atas Process Monitoring, Asset Monitoring, Reliability & Maintenance dan Digital Asset. Aplikasi ini mampu membantu kelancaran dalam rencana perbaikan yang diperlukan tiap pabrik,” kata Wijaya Laksana.
Digital fertilizer merupakan program tahun jamak yang dimulai pada triwulan III 2018 dan disepakati akan selesai pada akhir tahun 2020. Saat ini terdapat empat pabrik yang telah menjadi pilot plant dalam pengembangan program ini antara lain pabrik Pusri-IIB, Kujang-1B, PKT-5, dan PKG-1B.
“Pabrik-pabrik itu dipilih karena dari segi teknologi memadai untuk dapat dilakukan digitalisasi dan tiga diantaranya merupakan pabrik baru yang kapasitasnya besar sehingga perlu dijaga keandalannya,” jelasnya.
Dalam menjalankan proses bisnis, perusahaan juga telah mengimplementasikan Single System Enterprise Resources Planning (ERP) SAP, bertujuan agar proses bisnis lebih terintegrasi antara satu dan lainnya. Implementasi ERP mencakup proses bisnis produksi, pemeliharaan, pemasaran, pengadaan, akuntansi, keuangan, hingga sumber daya manusia.
“Kami juga telah memaksimalkan penggunaan aplikasi
Digital Office, Web Anggaran, E-Proc yang dapat diakses secara online
dan paperless sehingga dapat mengurangi biaya,” tambahnya.
Sedangkan untuk mendukung tugas penyaluran pupuk bersubsidi, perseroan juga telah mengembangkan aplikasi Web Commerce (WCM), Aplikasi Gudang (APG), dan Sistem Informasi Niaga (SIAGA).
SIAGA merupakan aplikasi berbasis web dan mobile yang menyajikan informasi penebusan dan stok pupuk subsidi yang diakses secara real-time dan akurat.
“Aplikasi SIAGA mampu menunjang penerapan aturan e-RDKK sehingga penyaluran dan pengendalian stok pupuk bersubsidi dapat lebih tepat sasaran, valid dan terverifikasi. Sekaligus mencegah terjadinya duplikasi penerima pupuk bersubsidi,” katanya.
Bagi perseroan, kehadiran aplikasi itu menjadi solusi terhadap peningkatan ketertiban administrasi penyaluran pupuk bersubsidi yang berbasis teknologi informasi.
Selain itu, Pupuk Indonesia juga telah mengoptimalkan teknologi digital dalam pengelolaan arsip dan surat menyurat, pelaksanaan rapat virtual, hingga absensi kehadiran melalui aplikasi absensi daring berbasis geo-tagging.
Tak ketinggalan, untuk memantau kondisi kesehatan pegawai, perusahaan juga telah memiliki Aplikasi Pantau Covid-19 (PanCO). Lewat aplikasi tersebut, perusahaan dapat mengetahui kondisi kesehatan terkini, riwayat pemantauan dan pemeriksaan terhadap karyawan, tenaga alih daya beserta keluarga.
Baca: Pertamina dan Pupuk Indonesia Bangun Pabrik Biohidrokarbon














