Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui anak perusahaan PTPN X mendukung perusahaan rintisan (start up) yang mengembangkan platform digital crowdfunding “Investani” untuk membantu modal petani tebu.
Investani merupakan kolaborasi antara PTPN X dan BUMN lain sebagai partner strategis dalam mengatasi pendanaan petani dan menawarkan investasi bagi investor yang tertarik di sektor perkebunan.
Direktur Utama Holding PTPN Muhammad Abdul Ghani menjelaskan sejalan dengan perkembangan dunia finansial yang berbasis pada teknologi digital, Perseroan turut mendukung perkembangan skema pendanaan melalui platform digital “Crowdfunding” karya anak bangsa sebagai alternatif bisnis di sektor perkebunan .
“Platform Crowdfunding ini bertujuan membantu modal petani tebu di lingkungan Perkebunan Nusantara. Dimana modal petani berasal dari kumpulan dana para investor yang tertarik menginvestasikan dananya di sektor perkebunan dengan skema bagi hasil,” kata Ghani dalam siaran pers, 17/8.
Ia menambahkan investor tersebut bisa berasal dari karyawan, masyarakat sekitar kebun, lembaga keuangan, koperasi, perbankan, asuransi maupun dana pensiun. Melalui platform ini, jelasnya, para calon investor menjadi lebih mudah dalam melakukan transaksi bisnis via online sehingga dapat lebih efisien, serta dapat dengan mudah membantu modal para petani tebu.
Menurutnya, aplikasi ini menawarkan solusi menarik bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor perkebunan karena pendapatannya (revenue) crowdfunding diperoleh dari profit sharing dengan petani setelah tebu selesai digiling. Apalagi, ditambah dengan fitur yang mudah dan nyaman bagi investor dalam bertransaski secara online sehingga dapat memantau perkembangan budidaya perkebunan dan perdagangannya.
Selain itu, platform ini tidak hanya membantu mencarikan modal tetapi juga melakukan pembinaan dengan baik kepada petani dalam budidaya tebu dan kepastian hasil panen tebu untuk diproses giling di Pabrik Gula (PG) milik Perkebunan Nusantara .
“Dengan begitu maka petani dapat menggarap lahan tebunya tanpa harus mengorbankan modalnya namun penghasilannya terjamin. Para petani juga mendapatkan bagi hasil yang lebih baik dibandingkan harus menjual tebu ke tengkulak atau ijon,” jelasnya
Di sisi lain, jelas Ghani, Perseroan juga diuntungkan karena mendapatkan kepastian bahan baku tebu dari petani karena 100% lahan yang dibiayai oleh platform ini masuk proses giling di PG milik Perkebunan Nusantara. “Hal ini juga mensupport bisnis perusahaan dalam hal penyediaan bahan baku tebu disamping banyaknya kompetitor baru dikalangan swasta yang menerapkan perang harga” ujar Ghani.
Aplikasi platform Crowdfunding ini akan siap diluncurkan pada akhir tahun ini, setelah melalui proses perizinan dan verifikasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ghani juga berharap dukungan datang dari BUMN lainnya dengan melakukan sinergi sebagai partner strategis untuk terus mendukung start up digital karya anak bangsa dalam memajukan kesejahteraan petani dan perekonomian nasional.














