Pengelola Nama Domain Internet Indonesia atau PANDI optismistis bisa memenuhi target mengelola lebih dari 400 ribu domain .id. PANDI menyatakan per 11 Agustus, mereka sudah mencapai 89 persen dari target 472.569 nama domain .id tahun ini. Selain itu, SRM yang mereka gunakan bisa mengurangi pengeluaran organisasi hingga 10 persen.
“Kami telah mencetak tonggak sejarah baru dengan Sistem Registri Mandiri (SRM) dan kami optimistis untuk mencapai target 472.569 nama domain,” kata Ketua PANDI, Yudho Giri Sucahyo, dalam siaran pers, 25/8.
Awal tahun ini, PANDI mengumumkan nama domain .id yang terdaftar pada 2019 mencapai 352.905, atau naik 25 persen dibandingkan tahun 2018 yang berjumlah 281.467 domain.
Lembaga yang mengelola nama domain ini menargetkan penggunaan nama domain .id tahun ini tumbuh 35 persen dibanding tahun sebelumnya.
Jumlah nama domain yang meningkat membuat Indonesia berada di posisi kedua di Asia Tenggara, urutan pertama, menurut data PANDI, diduduki Vietnam dengan jumlah nama domain 494.758.
Sebelumnya, PANDI telah mendaftarkan nama domain beraksara atau berbahasa Sunda, Bali, Rejang, Batak, Bugis dan Makassar ke pengelola domain internasional ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers).
Sebelumnya, PANDI telah sukses mendaftarkan nama domain beraksara Jawa ke ICANN, dari tujuh aksara daerah Indonesia yang sudah masuk standar di Unicode, termasuk aksara Sunda, Bali, Rejang, Batak, Bugis, dan Makassar.














