Saat ini. negara-negara di Asia mulai kembali mengoperasikan bisnis dan menyusun strategi agar bisa mendorong perekonomian di tengah pandemi Covid-19.
Kebersihan dan kesehatan kerja menjadi prioritas utama pada semua bisnis demi melindungi keselamatan pekerja dan juga pelanggan.
Friedhelm Best, Vice President Asia Pacific HIMA membagikan tiga tips untuk modernisasi fasilitas industri demi kemajuan bisnis dan menangkap peluang industri digital di tengah pandemi.
Pertama, standar keselamatan yang sesuai merupakan hal yang selalu dipertimbangkan pada sebuah pabrik, jadi bukan hanya ketika mempertimbangkan modernisasi atau modifikasi SIS (Safety Instrumented System) saja.
Sistem keselamatan yang baik dan sesuai dengan standarnya dapat memberikan kepastian hukum jika terjadi kasus pada ruang kerja. Selain itu, sistem keselamatan tersebut juga berfungsi sebagai pedoman praktik industri yang baik.
Saat merencanakan modernisasi atau modifikasi SIS, perusahaan harus memastikan perangkat keras atau perangkat lunak yang ada mematuhi standar yang berlaku.
Jika diketahui ada kejanggalan namun sistem tetap dipasang, izin operasi pabrik dapat terpengaruh dan hukuman pun dapat dikenakan.
Ketika ada teknologi baru seperti sistem keamanan terprogram diperkenalkan, risiko baru mungkin akan bermunculan. Untuk itu, penting sekali memastikan apakah tingkat risiko tersebut berubah karena pergantian sistem yang baru.
Kedua, pada modernisasi di bidang apa pun, downtime (penghentian tiba-tiba alat produksi karena kerusakan atau maintenance) akan selalu muncul. Pada industri berskala besar dengan teknologi yang semakin maju, maka semakin lama juga downtime-nya.
Untuk itu, perusahaan disarankan untuk selalu punya rencana jangka panjang, menggunakan alat tambahan
Untuk meminimalisasi downtime, operator harus memastikan bahwa teknologinya sudah ter-update dengan versi yang paling mutakhir, karena versi yang baru selalu mencakup perbaikan pada bug (error pada sistem) dan peningkatan pada sistem keamanan pun yang sudah diperkuat.
Ketiga, modernisasi membutuhkan para ahli karena banyak hal yang harus dipikirkan untuk memastikan proses produksi berjalan lancar dan efisien.
Menemukan ahli yang dapat membantu proses transisi dengan lancar dan kompatibel dapat membantu meminimalisir munculnya downtime.
Perusahaan perlu menggelar kursus dan pelatihan untuk produksi yang futuristik dan modern secara berkala, bukan hanya karena dorongan dari pandemi Covid-19. Pelatihan seperti itu akan memudahkan perusahaan saat memulai atau menjalankan proses modernisasi apa pun.
Simpan dan kumpulkan semua dokumen dan data yang berkaitan dengan sistem perusahaan dan kembangkan strategi jitu dan sesuai untuk mencapai tujuan besar perusahaan.














