
Reporter: Albarsyah
Editor: Teguh Imam S.
PT Taspen, sebagaimana tertuang dalam salah satu misinya, dalam beberapa tahun terakhir telah melaksanakan Transformasi Digital. Untuk itu, BUMN ini telah secara optimal memanfaatkan IT dalam menjalankan perannya baik di internal dan eksternal. Hasilnya tercermin dalam IT Maturity Taspen tahun 2019 yaitu 3,48 artinya proses-proses TI di Taspen sudah terdefinisi.
Mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat, Taspen terus menjalankan transformasi digital. Terlebih di era New Normal ini, digitalisasi makin memainkan peran penting.
Sebagai informasi, didirikan pada 17 April 1963, PT Taspen (Persero) merupakan BUMN yang ditugasi oleh pemerintah Indonesia untuk mengelola program jaminan sosial bagi ASN dan Pejabat Negara.
Per Oktober 2020, PT Taspen layanannya hadir di 57 kantor cabang, 542 Pemerintah Daerah (Pemda), 105 Kementerian/Lembaga, 44 mitra bayar, 15. 423 titik bayar, serta 52 mobil layanan se-Indonesia. Peserta 6,780,533 orang yang terdiri dari: PNS Aktif 3.988.265 orang, Pensiunan 2.792.268 orang, Peserta NON ASN 130.190 orang.
Dalam sesi Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020, 6 November 2020, Feb Sumandar, Direktur SDM, Teknologi Informasi dan Kepatuhan, PT Taspen memaparkan sejumlah kebijakan terkini terkait IT dari manajemen Taspen.
“Kebijakan yang kami nilai paling menonjol mulai tahun 2019 sampai September 2020. Pertama, dilakukan Perubahan Struktur Organisasi Divisi Teknologi Informasi. Ini memiliki dampak pada kinerja. Hasilnya, kini proses kerja Divisi TI telah menerapkan best practice, sesuai konsep role dan responsibility, sehingga kinerja Divisi TI semakin meningkat,” ungkap Feb Sumandar.
“Kedua, dilakukan pengembangan Fully Digitalized Claim. Dampak terhadap layanan, layanan perusahaan jadi maksimal, dan peserta mudah mengajukan klaim.”
Digitalisasinya meliputi, Layanan Klaim Otomatis (LKO), dengan aplikasi SIMGAJI, memanfaatkan cloud computing, utilisasinya 164.739 klaim/tahun, dan 100 persen pensiun pertama.
E-Klaim, dengan aplikasi ACB berupa Core Business Application, on-premise, utilisasinya 496 klaim semenjak launching pada Agustus 2020.
Lalu, Otentifikasi, dengan aplikasi NED (New E-Dapem), on-premise, utilisasinya dari total Pensiunan 2.804.860 orang, maka Enrollment 2.597.508 pst = 92,6 persen, Otentikasi rata-rata 2.333.140 pst/bulan = 84,43 persen.
“Ada juga Heldesk Peserta, dengan aplikasi T-Care, on-premise, utilisasinya 3.140 tiket/tahun”
Keuntungan dari aplikasi-aplikasi tersebut, mendukung era New Normal Support, mengurangi jumlah kantor cabang/branchless karena dapat diakses lewat smartphone, mengurangi biaya, sederhana dan mudah digunakan.”
“Digitalisasi klaim ini juga berdampak pada kinerja. Dengan diperolehnya, percepatan rangkaian proses klaim. Dan meningkatkan brand image Taspen khususnya di bidang teknologi.”

Feb Sumander menjelaskan, di era New Normal ini, Taspen juga mengembangkan dan mengimplementasi aplikasi-aplikasi Supporting New Normal. “Diantaranya, absensi online, online web meeting, e-library, digital workspace, e-learning, digital signature, dan Taspen Easy.”
“Dampak terhadap kinerja: kegiatan perusahaan jadi efektif dan efisien, penerapan Work From Home lancar, perubahan SOP, kinerja meningkat, dan karyawan bisa stay safe & healthy.”
“Juga ada dampak terhadap daya saing: kinerja Taspen bertahan, percepatan pengembangan investasi dan layanan peserta, validitas semakin terpercaya, mengurangi celah fraud, dan Taspen mendapatkan rating idAAA dari Pefindo.”
Go Green Taspen IT Solution
Taspen juga memiliki sejumlah solusi IT yang mendukung kebijakan Go-Green, antara lain: DILAN PENSIUN, Fully Digitalized Claim, OSS Taspen (One Stop Service) , dan Digital Signature.
Feb Sumandar mengklaim, solusi IT tersebut menghasilkan dampak positif, seperti, Paperless,berkurangnya berkas-berkas hardcopy yang digunakan untuk pengajuan klaim dan transaksi
“Less Space, Less Waste dimana arsip dapat disimpan dengan kapasitas database yang memadai dan tidak memerlukan banyak tempat/ruang.”
“Reduced Global Warming, berkurangnya mobilitas peserta dan karyawan untuk datang ke Kantor Cabang Taspen.”
“Reduced Pollution, berkurangnya polusi akibat mobilitas peserta dan karyawan untuk datang ke Kantor Cabang Taspen.”
Taspen dan Industri 4.0
Taspen telah menerapkan berbagai teknologi dalam kegiatan proses bisnisnya. Penggunaan teknologi tidak hanya untuk digunakan oleh internal karyawan Taspen (aplikasi dan infrastruktur internal) tetapi juga oleh stakeholder, seperti aplikasi SIMGaji. yang mengadopsi cloud computing, telah banyak digunakan oleh pemda.
“Penerapan Industri 4.0 juga tercermin dari pemanfaatan potensi teknologi baru seperti data biometric untuk otentikasi yang sangat mendukung proses bisnis Taspen,” ujar Feb Sumandar.
“Kemudian, dalam penerapan Society 5.0 di Taspen tercermin dari implementasi Layanan klim elektronik dan digitalisasi pembayaran pensiun yang menyasar kemudahan bagi peserta pensiun, dengan fitur-fitur digital payment, smartcard dan otentikasi berkala.”
“Dari itu semua, keberhasilan TI yang paling membanggakan adalah Implementasi Fully Digitalize Claim. Dimana lebih dari 6 juta peserta telah memanfaatkan layanan elektronik yang tersedia di Taspen,” tambahnya.
“Implementasi Fully digitalize claim juga sangat membantu peserta di tengah pandemi. Dengan memanfaatkan media digital, peserta tidak perlu datang secara fisik sehingga penerapan jaga jarak dan protokol kesehatan lainnya menjadi lebih maksimal dan hak-hak peserta tetap dibayarkan secara otomatis,” tutup Feb Sumandar.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: PT Taspen Kembangkan Aplikasi DILAN Pensiun














