
Reporter: Miroji
Editor: Teguh Imam S
Untuk mewujudkan Batam sebagai kawasan investasi yang berdaya saing di Asia Tenggara, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) membangun Batam sebagai kawasan investasi yang memiliki infrastruktur berbasis Teknologi, Informasi dan Komunikasi (TIK) yang telah terintegrasi. Ini sesuai tugas dan wewenangnya yaitu melaksanakan pengelolaan, pengembangan dan pembangunan kawasan Batam.
“Sasaran strategis yang ingin kami capai dalam menyusun Master Plan Teknologi Informasi BP Batam adalah memberikan layanan terbaik sebagai sebuah Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Informasi (PDSI) BP Batam, Sylvia Malaihollo saat mengikuti penjurian TOP Digital Awards secara online oleh Majalah ItWorks, Selasa (10/11/2020).
Untuk itu sejak tahun 2008, BP Batam telah mengembangkan berbagai aplikasi untuk memberikan layanan terbaik.
“Kami memiliki Tracking System yaitu Gitlab, suatu bentuk sistem dimana ketika ada penyesuaian dari satu sistem maka bisa dilakukan pembaruan terhadap bisnis proses. Semua itu akan masuk ke Gitlab yang akan langsung men-track bagian-bagian mana yang perlu dilakukan perubahan,” terangnya.

Kepada dewan juri, Sylvia menjelaskan berbagai aplikasi yang dimiliki BP Batam terbagi dalam 3 kelompok yaitu, e-Publik, e-Admin dan e-Business.
“Aplikasi e-Publik seperti Batam Single Windows, Sistem Informasi Keluar Masuk Barang Indonesia Batam Online Single Submission (IBOSS).”
“Di e-Administrasi ada aplikasi Finance Billing Management System (FBMS), Land Management System (LMS) dan E-Budgeting System.”
“e-Business semua bersifat pengusahaan mulai dari kepelabuhanan seperti Seaport Management System (SMS), Boarding Management System (BMS), dan Airport Management System (AMS).”
Sebagai informasi, terkait infrastruktur, BP Batam memiliki Batam Information Technology (BIT) yang diklaim sebagai salah satu Pusat Data terbaik di Indonesia untuk menyimpan data. BIT adalah layanan IT yang disediakan BP Batam bagi masyarakat, instansi pemerintah, dan kalangan swasta.
Pusat Data BP Batam ini jadi bagian Pusat Data Nasional dan telah mendapat rekomendasi Wantiknas dan Kementerian Kominfo. Pusat Data BIT telah tersertfikasi ISO 9001:2015 dan ISO 27001.
Sylvia menambahkan, di Era New Normal ini, BP Batam memanfaatkan Server Video Conference yang telah diimplementasikan sejak tahun 2019.
“Ada bagian penting yang perlu didukung untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 salah satunya dengan Video Conference Spontania yang dimulai sejak tahun 2019. Sudah ada server dan jaringan dan telah terintegrasi dan terdokumentasi secara baik,” tutur Sylvia.














