Ini Inovasi Baru IPC Marine Berbasis Digital Untuk Layanan Kapal di Pelabuhan

Penulis Churry

Jakarta, ItWorks-PT Jasa Armada Indonesia.,Tbk atau dikenal dengan nama IPC Marine Service, tahun ini untuk kedua kalinya masuk sebagai salah satu nominator untuk meraih penghargaan “Top Digital Award 2020” yang merupakan ajang penghargaan tertinggi bagi perusahaan, organisasi maupun institusi yang dinilai berhasil dalam melakukan transformasi digital dalam kaitan kinerja dan layanan. Dalam sesi penjurian, perusahaan mempresentasikan inovasi baru bertajuk “ Sistem Monitoring Terintegrasi -Pelayanan Pemanduan Dan Penundaan” yang disampaikan Mustafa Priatna Sidhi, selaku Deputi Vice President (DVP) Sistem Informasi PT Jasa Armada Indonesia.

Sebagai bagian penting dari mata rantai layanan kapal dan barang di pelabuhan, terutama untuk layanan pandu dan tunda kapal yang akan keluar masuk pelabuhan, IPC Marine juga terus melakukan inovasi-inovasi baru berbasis aplikasi teknologi informasi (TI). Terlebih di era digital ini, di mana operasional kapal-kapal, baik antar pulau (interinsuler) maupun ocean going (samudera), juga kian banyak dilengkapi teknologi canggih berbasis digital. Demikian halnya sistem layanan di pelabuhan, juga sudah banyak menggunakan sistem IT yang dikenal dengan digital port, termasuk sistem aplikasi Inaportnet untuk pelayanan kapal dan barang melalui aplikasi digital.

“Di era seperti sekarang ini, transformasi digital sudah menjadi kebutuhan. Dalam hal ini, kami di IPC Marine juga tak mau ketinggalan untuk terus berinovasi agar bisa terus mengikuti derap langkah dan tren seiring kemajuan di industri jasa perkapalan ini. Apalagi teknologi bidang perkapalan juga kian berkembang pesat dengan penggunaan teknologi digital. Terkait pengembangan IT ini, kami juga sudah memiliki tata kelola dan kebijakan TI yang kami rangkum dalam IT Materplan yakni, Terwujudnya Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Berbasis Aset Operasional yang terpadu di lingkup PT Jasa Armada Indonesia Tbk,” ungkap Mustafa Priatna Sidhi, Deputi Vice President saat presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2020” yang berlangsung Senin (16/11) yang dihelat secara virtual oleh Majalah ItWorks bekerjasama dengan Konsultan Independent, dan didukung sejumlah Asosiasi TI & TELCO Indonesia.

Dijelaskan, transformasi digital di IPC Marine antara lain sudah dimulai di sistem manajemen dan juga operasional. Sebagai jendela informasi digital perusahaan, IPC Marine juga membangun website tersendiri https://ipcmarine.co.id/. Sedangkan digitalisasi yang dilakukan sudah mencakup kegiatan di sisi laut maupun darat atau mulai dari Front-End yang terintegrasi dengan Back-End menggunakan sistem IT terpadu. Di sisi pelayanan di laut untuk pandu dan tunda kapal, antara lain telah menerapkan aplikasi Vessel Management System (VMS), Vessel Traffic System (VTS), hingga Automatic Identification System (AIS).

Demikian pula untuk operasional darat dan kantor, juga telah menerapkan sistem aplikasi digital seperti e-office untuk layanan sistem surat dan juga pertukaran dokumen, penanganan SDM (aplikasi HR), sistem keuangan dan lainnya. Termasuk untuk pengelolaan armada kapal, mulai dari Sistem Manajemen Operasi, hingga manajemen untuk perawatan dan perbaikan armada kapal.

“Inovasi terus kami lakukan. Tahun ini kam juga berhasilkan kembangkan solusi baru yakni Sistem Monitoring Terintegrasi yang kami develop bersama pihak eksternal,” ujarnya didampingi Hari Toto Budiarto, VP HSSE & Manajemen Risiko, Mokhamad Iqbal, DVP Corporate Planning & Fund Management, serta Imam Subekti selaku Corporate Communication IPC Marine.

Dijelaskan, Sistem Monitoring Terintegrasi PT Jasa Armada Indonesia Tbk merupakan sebuah ruang pusat kontrol monitoring aktivitas secara realtime yang menghasilkan seputar informasi lengkap, termasuk yang terkait operasional kapal. Sehingga hal ini dapat digunakan untuk acuan melakukan kajian dan evaluasi serta dapat digunakan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan bisnis perusahaan.

Ada beberapa fitur Unggulan , seperti Vessel Traffic, Operation Audit, Billing Audit, hingga Monitroing Penggunaan BBM. Sehingga ini sangat bermanfaat yang juga berdampak untuk kelangsungan kinerja usaha perusahaan agar bisa terus optimal. “Dengan sistem ini setiap pelayanan pemanduan dan penundaan kapal, dapat di pastikan telah teregistrasi ke sistem operasoinal dan sistem billing dengan monitoring yang terintegrasi,” ujarnya di depan lima dewan juri.

Inovasi baru ini kian melengkapi inovasi yang dilakukan sebelumnya yakni “ Sistem Pelayanan Pemanduan dan Penundaan Berbasis Web” yang sudah dimplementasi tahun 2019. Dengan Sistem pelayanan online ini, pelanggan tidak perlu datang fisik ke pusat pelayanan , melainkan dapat dilakukan melalu online, baik permintaan pelayanan maupun pencetakan billing. Juga terdapat fitur Unggulan : Registrasi Online, Monitring Realisasi Online, dan e-Billing. Sehingga ini juga bisa meningkatkan efisiensi waktu maupun biaya, karena sudah paperless dan online system.

PT Jasa Armada Indonesia., Tbk yang merupakan anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) ini, sudah beroperasi sejak tahun 1960 sebagai unit usaha Perusahaan Nasional (PN) Pelabuhan untuk layanan pemanduan & penundaan. Tahun tahun 1992 diubah menjadi unit usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero).

Seiring perubahan dengan identitas baru yang diluncurkan manajemen PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tahun 2012 dengan nama IPC (Indonesia Port Corporation), tahun 2013 unit usaha layanan pemanduan & penundaan dispin-off menjadi PT Jasa Armada Indonesia dengan nama dagang IPC Marine Service.

Sejak itu, perusahaan melakukan investasi secara masif untuk perbaikan kualitas armada dan peningkatan kapasitas SDM sesuai standar internasional. IPC Marine Service juga melakukan optimasi secara revolusioner di bidang pemeliharaan, perbaikan kapal, guna memastikan kualitas layanan layanan yang makin optimal dengan standar tertinggi secara berkelanjutan. Perusahaan juga meningkatkan kualitas dan memasarkan layanan dengan standar Zero Waiting Time.

Saat ini IPC Marine memiliki 70 armada di 11 wilayah operasional. Adapun market atau pasar yang dilayani mencakup pelabuhan umum yang dikelola IPC, pelabuhan khusus, hingga kapal di wilayah off shore (Ships offshore terminal). Pelabuhan umum, di antaranya Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, Banten, Panjang, Palembang, Teluk Bayur, Pontianak, Bengkulu, Cirebon, Jambi, Pangkal Balam, Tanjung Pandan. Sedang pelabuhan khusus meliputi pelabuhan PT Semen Padang, PT Chandra Asri Petrochemical,PT Cemindo Gemilang, PT MK Energy, PT Muara Alam Sejahtera (Baramulti). (AC)

BACA JUGA

Leave a Comment