
Reporter: Agus Haryanto
Editor: Teguh Imam S
Kabupaten Sidoarjo sejak tahun 2017 telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan ketersediaan teknologi informasi publik menuju Sidoarjo Smart City. Perkembangannya dari segi kebijakan, infrastruktur dan aplikasi digital cukup positif dan membanggakan.
Demikian disampaikan Eri Sudewo, Kepala Bidang Infrastruktur dan Keamanan TIK, Diskominfo Kabupaten Sidoarjo, saat Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020, yang berlangsung secara online, Selasa (17/11/2020).
“Pada tahun 2017, Kabupaten Sidoarjo masuk dalam 25 Kabupaten/Kota yang dievaluasi oleh Kementerian Kominfo dalam Gerakan Menuju 100 Smart City. Kemudian, kami tindaklajuti dengan payung hukum untuk Implementasi Pengembangan TI di Kabupaten Sidoarjo melalui Perbup. No. 46/2018 tentang Tata Kelola Teknologi Informasi dan Komunikasi menuju Smart City di Kabupaten Sidoarjo.”
“Di Perbup itu, dijelaskan terkait dengan Data Center, DRC, pengembangan dan integrasi aplikasi, koneksi jaringan internet pemerintahan. Kemudian dibentuk Dewan Smart City yang melaksanakan percepatan Smart City guna mewujudkan masterplan TI di Kabupaten Sidoarjo.”
“Lalu ada Tim Pelaksana yang melaksanakan kebijakan-kebijakan yang disusun. Kebijakan-kebijakan itu disusun bersama antar OPD. Jadi masing-masing OPD punya master plan apa, kita sinkronkan di master plan Smart City itu,” papar Eri.

Infrastuktur TIK
Terkait infastruktur TIK di Kabupaten Sidoarjo, Eri memaparkan Pemkab Sidoarjo yang sudah membangun jaringan FO sebagai sarana utama pendukung percepatan pelayanan perizinan usaha untuk menaikkan nilai investasi.
“Kabupaten Sidoarjo menjadi daerah yang sudah memiliki infrastruktur jaringan teknologi Fiber Optik (FO) dan data center yang dikelola secara mandiri dibawah Diskominfo Kab. Sidoarjo.”
“Mengusung keunggulan infrastruktur teknologi informasi sebagai pendukung utama kinerja perangkat daerah, Kabupaten Sidoarjo menawarkan kemudahan dan kecepatan pelayanan mengurus perizinan usaha kepada para investor.”
“Dalam beberapa tahun terakhir, nilai investasi yang masuk di Kabupaten Sidoarjo didominasi sektor perdagangan, disusul industri dan jasa.”
Dukungan sarana teknologi melalui pemanfaatan jaringan FO dikemas dalam konsep “Sidoarjo, The Smart Investment City” atau Sidoarjo Kota Cerdas Investasi. Tujuannya untuk mendukung kecepatan dan kemudahan mengurus perizinan usaha sehingga akan banyak investor yang tertarik.
“Sidoarjo, The Smart Investment City” adalah program peningkatan kualitas layanan investasi di Kabupaten Sidoarjo. Peningkatan kualitas layanan tersebut dimulai dengan pengintegrasian layanan publik dalam satu gedung dengan memanfaatkan teknologi informasi jaringan fiber optik.
Pembagunan jaringan FO itu juga untuk kelancaran pelayanan Mal Pelayanan Publik (MPP) yang mengandalkan koneksi jaringan internet dan intranet. Sejak diresmikan Januari 2019, Mal Pelayanan Publik melayani berbagai jenis pelayanan, termasuk layanan perizinan online. Melayani pemohon dengan sistem antrian yang online.
Penggunaan teknologi informasi secara optimal oleh OPD dan pelaku usaha diharapkan jadi pendorong terwujudnya “Sidoarjo The Smart Investment City” atau Sidoarjo Kota Cerdas Investasi.
“Sampai dengan tahun 2019, jaringan Fiber Optic (FO) Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo sudah terbangun sampai dengan 70 km,” terang Eri kepada dewan juri.
Selain mendukung peningkatan investasi di Sidoarjo, jaringan FO juga bisa dimanfaatkan untuk ATCS, monitoring layanan publik serta berfungsi melindungi dan mengamankan data-data penting termasuk data para investor dan seluruh data yang dikelola oleh dinas atau OPD.
“Kemudian telah disediakan bandwith tanpa kuota ke seluruh OPD, pemasangan CCTV di ruang publik dan jalan utama sebanyak 48 kamera dan penerapan sistem keamanan Data Center serta pemasangan DRC di Batam dan Bali.”
“Kami juga telah implementasi sistem keamanan pada Data Center Dinas Kominfo dengan penerapan standarisasi ISO 27001.”
Untuk mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, pembangunan sarana free Wifi sudah masuk ke desa-desa dan kelurahan. Tahun 2019 seluruh desa di 9 kecamatan sudah bisa mengakses free Wifi. Tahun 2021 ditargetkan seluruh desa/kelurahan sebanyak 353 sudah terakses free Wifi.
Ruang terbuka hijau seperti alun–alun dan taman-taman di tengah kota sudah terfasilitasi free Wifi. Juga layanan rumah sakit umum daerah sebanyak 50 ruangan sudah dipasang akses free Wifi.
Aplikasi Smart City
Kebijakan Bupati Sidoarjo yang mengamanatkan bahwa “Tiap OPD (organisasi perangkat daerah) minimal harus mempunyai satu inovasi” maka layanan pemerintahan mulai bertransformasi berbasis aplikasi teknologi informasi.
Saat ini aplikasi yang sudah dimiliki Pemkab Sidoarjo mulai dari aplikasi e- government hingga aplikasi layanan mengurus ijin usaha dan izin lainnya.
Aplikasi-aplikasi ini terkait dengan 6 pilar Smart City yaitu: Smart Governance terdiri dari E-Buddy, E-Kinerja, SIPRAJA, SIAP Tarik, E-PBB, E-Consulting, E-Kliping.”
“Smart Branding: SIPPADU 2.0, Sianter MPP. Smart Economy: INDAGO, Tukuo, Dagulir, Ditakopum. Smart Living: Sicantik, Santri RS. Smart Society: SIDIRA, E-Perpus. Terakhir, Smart Environment: SIGAP, SIKOLING,” terang Eri.
“Kami juga telah implementasi Big Data, sampai tahun 2020 telah disiapkan aplikasi mejapimpinan.sidoarjokab.go.id berbasis integrasi data dengan OPD teknis sesuai kebutuhan.”
“Aplikasi kami yang memanfaatkan cloud yaitu darjocloud.sidoarjokab.go.id,” ujar Eri.
Capaian Membanggakan TIK
Dari sekian banyak capaian Pemkab Sidoarjo terkait pemanfaatan TIK, menurut Eri, yang membanggakan, “Keikutsertaan Kabupaten Sidoarjo pada program Gerakan 100 Smart City Indonesia oleh Kementerian Kominfo pada Tahun 2017.”
“Kemudian, pembangunan Infrastruktur TIK (Ruang Data Center, Ruang Command Center, Jaringan Fiber Optik, Penyediaan Bandwith untuk seluruh OPD dll) secara cepat dan tepat adalah hal fundamental untuk mendukung kinerja layanan pemerintah berbasis elektronik di Sidoarjo mengingat Dinas Kominfo baru terbentuk pada awal 2017.”
“Untuk mendukung implementasi Smart City di Kabupaten Sidoarjo, pada tahun 2019 dilaksanakan pembangunan jaringan FO ke 9 titik kecamatan, pemasangan dinding ACP data center, pengembangan dashboard smart city di ruang command center, dan instalasi Network Monitoring System.”
“Pengembangan aplikasi E-Buddy untuk mendukung sistem kinerja pegawai di tengah Adaptasi New Normal untuk mendukung WFH dengan fitur pengelolaan tata naskah dinas elektronik, presensi online dan Flexsibel Working Arrangement (FWA).”
“Serta, pembangunan aplikasi e-consulting untuk fasilitas konsultasi dari OPD sampai dingkat Desa/Kelurahan se-Kabupaten Sidoarjo,” tutup Eri.
Baca: Mudahkan Layanan Publik Kabupaten Sidoarjo Resmikan MPP













