
Penulis: Teguh Imam S.
PT RS Pelayaran Nasional (RS Pelni) terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informatika (TI) dalam menjalankan bisnis perusahaan sebagai penyedia layanan perawatan kesehatan (healthcare). Sejak tahun 2003, RS Pelni telah memiliki sejumlah capaian positif, termasuk SBU IT di tahun 2019. Memasuki tahun 2020, transformasi terus dijalankan meski di tengah pandemi.
Terkait dengan Pandemi Covid-19, RS Pelni menghadirkan inovasi: Drive Thru COVID, Staysolation, dan COVID Claim NCC.
Drive Thru Covid 19 services, RS Pelni menawarkan pelayanan dalam berbagai paket. Proses dilakukan secara online melalui web rspelni.co.id: mulai dari log-in pendaftaran, pemilihan paket, order layanan apakah rapid atau swab dan seterusnya. Hasilnya akan kirim sesuai paket yang dipilih.
Untuk swab PCR one day service, hasil tes akan diterima sehari setelah tes. Swab test drive thru dengan hasil tes akan dikirim via email dalam 2 sampai 3 hari. Swab Test paket E dengan konsultasi dokter dan surat keterangan. Sedang, paket F swab test drive thru dengan hasil swab dikirim via email sehari setelah tes.
Staysolation for Covid 19 services, RS Pelni sebagai rumah sakit yang ditunjuk sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di Jakarta, menghadirkan program Safe House bernama Staysolation yakni layanan isolasi untuk mereka yang terinfeksi virus corona namun tak bergejala (OTG).
Sasaran khususnya adalah para OTG yang tidak bisa melakukan isolasi di rumah namun tidak memiliki indikasi untuk dirawat di rumah sakit. Kondisi ini juga menunjukkan tidak sedikit masyarakat dengan kasus terkonfirmasi tanpa gejala merasa kesulitan dalam melakukan isolasi mandiri karena adanya berbagai macam faktor termasuk di antaranya keluarga yang rentan tertular.
Dalam pelaksanaannya, RS Pelni memanfaatkan data dari Disdukcapil Jakarta dan bekerja sama dengan sejumlah hotel di Jakarta sebagai tempat isolasi.
Sebelum memasuki Staysolation, penderita COVID-19 tanpa gejala diwajibkan menjalani prosedur screening terlebih dulu. Kemudian, selama di Staysolation, mereka akan mendapatkan serangkaian layanan yang telah dirancang khusus, paket pengawasan serta pengobatan sesuai kebutuhan pasien dan layanan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) serial.
Pasien juga akan mendapat layanan paket makan 3 kali sehari beserta paket laundry harian, lalu layanan telemedicine bagi pasien yang ingin berkonsultasi dengan dokter spesialis di luar jadwal yang telah di tetapkan.
Pasien yang menjalani protokol kesehatan yang tepat diharapkan dapat menjalani isolasi dalam jangka waktu yang lebih singkat sehingga dapat segera berkumpul kembali dengan keluarganya.
Covid Claim, RS Pelni memanfaatkan solusi E-Klaim INA CBG yang semuanya digital dalam mengelola klaim biaya penanganan pasien Covid-19. Solusi ini dihubungkan ke National Covid Center dan Kementerian Kesehatan sehingga klaim yang diajukan RS Pelni selalu memenuhi syarat Compliance dari kedua lembaga tersebut.
“Memanfaatkan TI yang comply dengan regulasi pemerintah, kami tidak mengalami kesulitan dalam menagih pembayaran kasus Covid-19 dari pemerintah,” ungkap Haryo Suryo Gumilar, Pjs. Kepala SBU IT, PT RS Pelni saat Penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 secara online, Jumat, 6 November 2020.
Solusi E-Klaim INA CBG ini juga telah dimanfaatkan dan dinyatakan memenuhi compliance dalam penagihan JKN dari RS Pelni ke BPJS.

SBU IT RS Pelni
Terkait perkembangan transformasi di RS Pelni, Haryo menjelaskan, “Bagian IT RS Pelni statusnya jadi Strategic Business Unit IT yang dipimpin seorang Kepala.”
“Peran Kepala SBU IT antara lain: membuat roadmap usaha SBU IT agar mampu menjawab strategic challenge perusahaan khususnya, dan industri healthcare umumnya, dan memastikan produk-produk yang dihasilkan dari SBU IT memenuhi business requirement, di atas MVP.”
“Ia juga harus membuat perencanaan bisnis untuk setiap kegiatan komersial SBU IT, memastikan SBU IT menjalankan tata kelolanya sesuai standar-standar dan peraturan yang berlaku, dan terakhir, membuat kebijakan di level operasional untuk mendukung compliance dan sustainability bisnis.”
Kepada dewan juri, dijelaskan juga oleh Haryo bahwa SBU IT RS PELNI adalah driver untuk melakukan proses bisnis dengan pendekatan lean management yang mengedepankan efisiensi proses bisnis dan eliminasi waste.
“SBU IT RS PELNI juga sebagai perangkat dalam transformasi budaya perusahaan. Karena dengan implementasi dari segala inovasi yang dihasilkannya dapat mewujudkan terciptanya value based care, sesuai visi dan misi perusahaan. Meski demikian, peran enabler dan support tetap dilakukan sebagai bagian dari business as usual,” jelasnya.
Kebijakan SBU TI Rumah Sakit PELNI mengacu pada UU Telematika dan peraturan perundangan lainnya, Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit, dan Baldridge Excellent Framework.
“Tata kelolanya mengacu pada SNARS, Baldridge Excellent Framework, dan ISO:27001:2013,” ujar Haryo.
IT Master Plan mengacu pada renstra (RJPP) perusahaan. Kini sedang berjalan dalam Roadmap RJPP 2018 -2022 dan akan mengalami revisi (rolling RJPP) menuju 2019 – 2023.
Capaian Lainnya
Capaian lainnya RS PELNI dari tahun 2019 hingga saat ini: menghubungkan data di Dukcapil dengan aplikasi SiDukun 3 in 1, mengembangkan registrasi menggunakan Chatbot Telegram dan BPJS, dan mengembangkan sistem sumber daya manusia (Human Resource System).
Capaian berikutnya, Hospital Information System – 2nd Generation versi 2.18. HIS yang didesain khusus untuk rumah sakit yang melayani JKN, dan menjadikan pasien BPJS Kesehatan sebagai segmen utamanya. Saat ini sudah diimplementasikan secara komersial ke rumah sakit lainnya, salah satunya RS BP Batam.
“Kami telah mengembangkan HIS yang telah dikostumisasi khusus untuk RSUD, dan telah comply terhadap kebijakan: bridging, pelayanan pasien, rujukan berjenjang, inventory obat, jasa medik dokter, perawat, dan lainnya, pengembalian investasi pra-sarana, dan retribusi daerah,” jelas dr. Rooshardianti Suryandari, Direktur Operasional, PT RS Pelni.














