
Penulis: Albarsyah
Kabupaten Sragen dengan julukan Bumi Sukowati memiliki berbagai potensi pada sektor pertanian, peternakan, dan Sumber Daya Alam (SDA). Juga memiliki bahan baku batuan yang kerap dijadikan berbagai kerajinan yang sangat memukau bagi penikmat seni batu dari Sragen.
Sragen juga memiliki Techno Park dengan berbasiskan kepada Agro Industri, dengan membangun industri besar serta meningkatkan kemampuan dan kapasitas Usaha Kecil Menengah (UMK). Potensi besar pada sektor peternakan kambing, sapi, ayam, menjadikan kabupaten ini salah satu sentra peternakan di pulau Jawa yang men-supply kebutuhan protein hewani ke seluruh Nusantara.
Pada sektor pertanian dan budi daya padi, Kabupaten Sragen jadi Kabupaten pendukung swasembada pangan di Pulau Jawa, dengan hasil pertanian padi dan palawija di Sragen ini sangatlah melimpah.
Dalam rangka meningkatkan potensi daerah dengan tujuan mensejahterakan seluruh masyarakat, Pemerintahan Kabupaten Sragen atau Bumi Sukowati juga membangun tata kelola pemerintahan dengan baik (Good Government) efektif, efisien, akuntabel dan memberikan akses layanan yang prima bagi seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat seluas-luasnya.

Kabupaten Sragen, atau Bumi Sukowati, membangun daerahnya dengan berbagai potensi yang dimilikinya agar kesejahteraan masyarakat Sragen serta peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya memberikan kontribusi besar pada pembangunan nasional.
Pandemi virus Covid-19 telah berlangsung selama kurang lebih 8 bulan, tapi di Kabupaten Sragen, pelayanan terbaik Pemerintah Daerah kepada masyarakat tetap berjalan dengan normal.
Untuk memberikan yang terbaik itu pula, Pemkab Sragen dalam masa pandemi ini telah menerapkan Elektronik Goverment (E-Government). Baik yang dilakukan antar dan inter instasi di kepemerintahan daerah ini. Hingga sampai ke tingkat desa-desa dan kepala desa.
Seluruh kegiatan kepemerintahan pada masa pandemi ini telah dilakukan mengunakan keunggulan teknologi digital. Dimana seluruh kegiatan keadministrasian di pemerintahan daerah Kabupaten Sragen telah terintegrasi dari pusat hingga ke pelosok-pelosok desa.
Berbagai saluran keadministrasian dapat tertangani secara langsung dengan digitalisasi seperti: Surya, aplikasi surat elektronik, Disbook, aplikasi disposisi secara online, SUKET, aplikasi surat keterangan desa, Sim-Saraswati, aplikasi sarase warga Sukowati, aplikasi pelayanan perizinan online (Si-Pionir), SIPANDU, dan aplikasi pelayanan kependudukan.
Pemerintah daerah pun membangun aplikasi Corona.sragenkab.go.id, dimana aplikasi ini memberikan informasi seluas-luasnya tentang corona, dan juga panduan penanganan dan juga bagaimana masyarakat mendapatkan akses penanganan kesehatan terhadap virus tersebut.
Dalam penjurian TOP DIGITAL Awards 2020 yang diselenggarakan majalah bergengsi nasional secara daring antara Sragen dan Jakarta, disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Yuniarti kepada dewan juri, “Kabupaten Sragen telah menerapkan Revolusi Industri 4.0 di Kepemerintahan daerah.”
“Kami ingin membangun Kabupaten Sragen jadi daerah yang sangat maju, peningkatan kualitas SDM. Kami membangun potensi ekonomi yang kami miliki dengan berbasiskan Agro Economic, membangun industri Agro yang baik serta menumbuh dan mendongkrak UKM serta Koperasi yang tangguh dan menjadikan Sragen sebagai lumbung pangan dalam ketahanan pangan nasional,” jelas Yuniarti.
Lanjut Yuniarti, tentunya dengan keunggulan Teknologi Digital ini akan memberikan daya dongkrak berbagai keunggulan Bumi Sukowati ini. Tentunya dengan IT Solution ini akan memberikan dan membuka seluas-luasnya para investor untuk berinvestasi di Bumi Sukowati ini.
Baca: TOP DIGITAL Awards 2019: Pemkab Sragen Perkuat Infrastruktur Digital Tambah Jaringan FO














