ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Simak Nih, Apa Kata Para Pakar di Indonesia Youth Forum 2021

Teguh Imam Suyudi
3 May 2021 | 08:00
rubrik: Event
Indonesia Education Forum

Indonesia Education Forum

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia Education Forum menggelar Indonesia Youth Forum 2021 dengan tema “Transforming Education: Fostering Creativity & Critical Thinking” yang menghadirkan beberapa pembicara utama seperti Ilham Habibie, Gita Wirjawan, Sandiaga S. Uno, Shinta Kamdani, Duta Besar India untuk Indonesia dan Timur Leste H.E. Manoj K Bharti, dan lainya.

Dalam siaran pers, 30/04/2021, Co-Founder Indonesia Education Forum, Sachin V. Gopalan mengatakan bahwa teknologi di era industri 4.0 saat ini memungkinkan orang-orang untuk dapat menciptakan pekerjaan mereka sendiri dan mengembangkan ekonomi daerah. Teknologi membawa keterampilan dan teknologi baru beserta pekerjaan baru termasuk produser game, produser film, pembuat situs web, koki restoran, cloud kitchen, pembuat AI, pilot drone, teknisi agritech dan begitu banyak pekerjaan baru lainnya yang akan mengubah masa depan penduduk Indonesia.

“Forum hari ini merupakan kesempatan bagi Anda untuk membuka pikiran dan menciptakan perubahan di sekitar Anda. Mentor yang berbicara pada hari ini akan membantu anda melalui perjalanan tersebut. Telah bergabung pula di Indonesia Youth Forum seperti STSP501 oleh Inotek, Program Arjuna oleh Orbit Future Academy, program beasiswa internasional dari Duta Besar India, kursus dari Intel, AWS dan Microsoft,” kata Sachin Gophalan.

Baca: Indonesia Education Forum Gelar Virtual 2nd Annual IDEF

Prof. Nizam, Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Riset dan Teknologi menyatakan saat ini dunia bergerak begitu cepat dimana petani bisa menjadi ahli drone dengan memanfaatkan teknologi 4.0 dan sebaliknya orang kota dapat ikut melakukan pertanian vertikal dengan menggunakan revolusi industri 4.0. Diperkirakan 27 juta lapangan kerja konvensional akan hilang dalam 10 tahun ke depan, tapi di sisi lain ada peluang terciptanya lapangan kerja baru yang dua kali lebih besar yakni sekitar 46 juta.

“Banyak pekerjaan baru yang hari ini belum hadir/ belum ada. Kita harus membekali mahasiswa dengan kecakapan/ kompetensi yang adaptif, agile, entrepreneurial, menjadi complex problem solver. Perlu kecakapan lintas disiplin dimana mereka tidak hanya menguasai satu keilmuan tapi bisa lintas keilmuan untuk menghasilkan kreativitas inovasi baru. Sudah terbukti, 6 dari 11 unicorn/ decacorn terbesar di ASEAN lahir di Indonesia kan.  Dalam hal start-up Indonesia berada di angka 2,500 di asia, masih kalah dari India yang memiliki sekitar 8,000 start-up. Ini bukti kreativitas millennial kita yang perlu terus kita perkuat” kata Nizam.

Di satu sisi, kampus harus beradaptasi agar tidak terjadi broken link antara kampus dengan dunia kerja yang memiliki perubahan yang sangat dinamis. Kementerian, lewat program kampus merdeka berupaya mengubah paradigma universitas yang semula silo keilmuan sempit menuju self-directed flexible learning. Mahasiswa diberikan fleksibiltas mengambil matkul dari prodi, departemen bahkan fakultas lain, sampai 20 SKS dari 144 SKS wajib sarjananya. Di luar itu, mereka bisa belajar dari dunia profesi dan itu disetarakan dengan 40 SKS. Dengan demikian, diharapkan potensi mereka akan berkembang secara optimal karena memilih peluang jalan yang banyak dan luas.

BACA JUGA:  Kemendikbud Manfaatkan Teknologi untuk Kerja dari Rumah

Ivi Anggraini, Direktur Eksekutif Inotek Foundation menyatakan memiliki program yang diluncurkan 25 Juni 2020 seribu teknopreneur sejuta pekerjaan (STSP) yang digagas oleh dua tokoh nasional pak Sandiaga Uno dan Pak Ilham Habibie. Nah sebagai rangkaiannya, aka nada program STSP501 yang mendorong pertumbuhan inkubator bisnis untuk Indonesia 4.0 yang juga didukung oleh Ristek BRIN, WANTIKNAS dan juga IB, yang mencakup kegiatan dari hulu ke hilir, untuk membantu universitas membangun inkubator yang sesuai dengan karakteristik universitas. Bisa dikases ke www.inotekfoundation.org  atau langsung ke https://stsp.inotek.org

Indonesia Youth Forum 2021
Indonesia Youth Forum 2021

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno membagikan pandangannya terakit campus entrepreneurship. Pandemi Covid-19 berdampak ke kehidupan baik dari sisi ekonomi, sosial dan lapangan pekerjaan. Dimana ada 34 juta lapangan kerja di sektor parekraf yang terdisrupsi. Sebagian pengusaha mengurangi jam kerja mereka dan ada sekitar 11,4 ribu iklan lowongan kerja di kuartal III 2020, turun jauh dari kondisi normal di luar pandemi.

“Tapi selain tantangan, ada peluang di depan mata. Termasuk jumlah populasi 274,9 juta yang didominasi usia produktif. Dan aktifnya transaksi mobile, internet dan media sosial. Potensi ekonomi digital dari data Google-Temasek sebesar 120-140 miliar dolar AS di tahun 2025. Kita harus menyikapinya agar kita tidak menjadi pasar, melainkan menjadi produsen,” kata Sandiaga.

Kemenparekraf sendiri ingin membangun ekosistem ekonomi kreatif digital namun terkendala permasalahan klasik di UMKM seperti akses ke pasar, akses pembiayaan, akses peningkatan SDM. Isu sama yang mendera pelaku UMKM selama 20 tahun terakhir. Hal lain yang mengejutkan, baru 9% UMKM yang menggunakan teknologi digital secara optimal. Hanya 8 juta dari 60 juta unit UMKM yang terhubung dengan wadah digital. Ini menjadi PR bersama.

“Terkait inkubator di kampus, ini sangat ultra critical. Makanya saya titip ke Prof. Nizam karena best entrepreneurial ideas itu mulainya di kampus, itu pengalaman saya sendiri. Kampus merupakan satu ekosistem yang mendorong inovasi, pro-activity dan risk-taking yang sudah teruji. DI kampus ide–ide tersebut relatif bisa terkurasi dengan presisi. Dulu di kampus saya ada entrepreneurship center and laboratorium dimana ide-ide diuji seperti Pizza Hut itu toko pertamanya itu ada di kampus. Gojek juga kan di tahun 2009 pitching pertama kalinya di kampus,” tambah Sandiaga.

Shang Gao, dari AWS Educate menyatakan bahwa AWS memiliki program pelatihan future skill yang saat ini sudah berkembang dari yang semula 4 jenis pekerjaan menjadi 12 jenis pekerjaan. Pekerjaan- pekerjaan ini saat ini sangat tinggi permintaannya di pasar, termasuk cloud computing 101, application developer, cloud support associate, cloud support engineer, cybersecurity specialist, data integration specialist, data scientist, DevOps engineer, ML scientist, software development engineer, solution architect dan web dev engineer.

“Permintaan akan skill ini tinggi karena saat ini masih ada skills gap yang tinggi. Misalnya saja di AS, data dari US Bureau of Labor Statistic menyatakan ada sekitar 1,4 juta skill gap untuk pekerjaan software development pada tahun 2020,” kata Gao.

BACA JUGA:  Dibuka Kelas Pemasaran Digital untuk Pebisnis Kriya

Ambika Saxena, dari Intel, menyatakan bahwa Intel memiliki program AI For Youth Program yang terdiri dari 4 tahap atau journey, termasuk tahapan inspire, acquire, experience dan empower. Lulusan dari program ini diharapkan, saat mereka melamar pekerjaan di masa depan akan terbekali dengan pengetahuan dasar tentang AI.

Stephen Reid, Microsoft, menyatakan teknologi sangat mendayagunakan sektor pendidikan. Salah satu contohnya adalah pembangunan sekolah di wilayah remote Afrika Selatan, dengan menggunakan satu mesin cetak 3D. Para siswa di sekolah tersebut diminta untuk mencipatakan mainan seperti Teddy Bear dan action figure lainnya di Minecraft Education Edition, lalu objek–objek tersebut dicetak menggunkan mesin 3D dan kemudian dijual. Hasil penjualan ini digunakan untuk membangun sekolah tersebut.

“Teknologi juga memungkin siswa berada di panggung dunia, dimana mereka bisa bekerja di perusahaan dari negara manapun. Siswa dari Indonesia saat ini berkompetisi secara langsung dengan siswa dari Rusia, Skotlandia, Argentina dan lainnya. Tidak hanya berkompetisi, namun juga berkolaborasi dan bekerja bersama mereka dalam satu tim. Itulah keindahan teknologi,” kata Reid.

Duta Besar India untuk Indonesia dan Timor Leste H.E. Manoj K Bharti, ada beberapa skema beasiswa dari pemerintah India, termasuk iTec program saat ini menawarkan 15 mata kuliah yang dijalankan secara online dalam 1,5 bulan ke depan. Ini merupakan pelatihan singkat yang menawarkan beberapa subjek seperti manajemen keuangan, kepemimpinan, tata kelola desa, TIK atau pelatihan singkat lainnya yang umumnya berjalan selama 2 -16 pekan, semua tersedia diwebsite iTec dan pemerintah India.

“Pelatihan ini sangat membantu kandidat pekerja yang memerlukan ketrampilan dasar terutama di bidang agrikultur pangan dan pupuk, perbankan, asuransi dan akuntansi, AI dan teknologi siber, engineering, kesehatan dan yoga, TIK, manajemen dan kepemimpinan, media dan jurnalisme, energi terbarukan, tekstil dan pemberdayaan perempuan. Setiap tahunnya, ratusan beasiswa diberikan untuk pelajar Indonesia,” kata Bharti.

Nalin Singh, CEO of Orbit Future Academy yang juga mendirikan Arjuna Program, menyatakan program yang menghadikran beberapa nama besar dalam program mentoring tersebut, termasuk, Gita Wirjawan, pendiri Ancora Foundation; Shinta Wijaja Khamdani, CEO Sintesa Group dan CEO Manoj Punjabi, MD Pictures Tbk, menawarkan role model mentorship terbaik untuk pelajar Indonesia. Mereka bisa mendaftar mulai hari ini dan berkesempatan mendapatkan berbagai hadiah termasuk laptop.

BACA JUGA:  Kemenparekraf Terus Dorong UMKM Kreatif Go-online

“Kebanyakan pelajar masih perlu mendapatkan inspirasi dari cerita hidup orang lain. Siapapun bisa menjadi penasehat terbaik diri kita, kita akan terbentuk oleh orang yang kita dengarkan, bukan dari orang yang menasihati kita dan program Arjuna menghadirkan orang–orang terbaik yang seharusnya bisa mereka dengarkan,” kata Nalin.

Ilham Habibie selaku Co-Founder, Orbit Future Academy mengungkapkan bahwa pentingnya belajar dari orang berpengalaman yang sudah berprestasi bukan untuk mengikuti persis apa yang telah mereka lakukan dalam hidup mereka, tapi menjadikan mereka mentor sebagai sesuatu yang patut kita contoh. Apa yang saya alami berbeda dengan orang tua saya karena memang jaman dan sistuasi yang berbeda. Tapi selalu ada hal-hal yang memberikan kita contoh inspirasi motivasi untuk mencair solusi terhadap tantangan kita masing-masing. Penting juga kita belajar metodologi, solusi yang orang lain temukan bahkan termasuk juga proses penyelesaian satu masalah yang merek terapkan. Karena tentu solusi itu telah melewati proses.

“Program Arjuna memberikan kesempatan emas untuk berjumpa kepada orang yang bisa memberikan pengalaman langsung keberhasilan paten mengembangkan perusahaan menemukan teknologi atau berhasil dalam pemerintahan. Saya kira contoh itu bisa kita ambil. Melalui proses tanya jawab dengan mereka juga saya kira bisa bermanfaat untuk kita semua,” kata Ilham.

Gita Wirjawan, pendiri Ancora Foundation menyampaikan ada 3 hal yakni inklusi keuangan, solusi krisis iklim dan akses ke pendidikan akan mewarnai dimensi kehidupan di Indonesia dan masyarakat dunia ke depan. Akan semakin banyak pemuda yang sadar akan urgensi dari 3 masalah tersebut, di luar kita lebih mengenal mereka sebagai the woke generation, mungkin anda salah satunya.

“Silahkan bergabung dengan Program Arjuna untuk berbincang langsung dengan saya,” kata Gita.

Shinta Wijaja Khamdani, CEO Sintesa Group menyatakan perusahaan strategic investment holding dengan 16 anak perusahaan berfokus pada 4 usaha: produk industri, produk konsumen, properti dan energi bersih. Kami ingin memiliki dampak pada people, planet dan profit. Lewat visi sustainable excellence, Sintesa berkomitmen menerapkan nilai – nilai berkelanjutan. Komitmen ini mendorong kami mengembangkan SDG goal map yang menjadi navigasi dalam menjalankan usaha kami.

“Generasi muda penting karena masa depan bangsa ada di tangan mereka. Mereka perlu menyiapkan sejak sekarang demi kehidupan Indonesia yang lebih baik di masa depan. Mari kita berikan kontribusi untuk memajukan Indonesia dengan berkarya. Mari bergabung dengan sesi live mentoring saya, sampai berjumpa di program arjuna,” kata Shinta.

Indonesia Youth Forum merupakan bagian dari Indonesia Education Forum dan didukung oleh Orbit Future Academy, AWS Educate, Indonesia Economic Forum, Chairos, Orbit MentorKart, Microsoft, Intel, Cultus, MD Entertainment, Synthesis Communications Indonesia, iTec, Embassy of India, Seribu Teknopreneur Sejuta Pekerjaan, STSP50 dan Inotek.

Baca: Empat Pesan Presiden untuk Pendidikan Tinggi Indonesia

Tags: KemendikbudKemenparekraf
Previous Post

Menurut SHAREit Demokratisasi Konten Sedang Terjadi di Indonesia

Next Post

Ini Lho, Perusahaan Properti Pertama di Indonesia yang Pakai Solusi Customer Experience

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

hanwha-life-top-digital-awards-2025-level-stars-5

Hanwha Life Raih TOP Digital Awards 2025 Level Stars 5

Teguh Imam Suyudi
23 December 2025 | 16:00

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen TOP Digital Awards 2025

Rumah Pendidikan Kemendikdasmen Raih Penghargaan Bergengsi TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
7 December 2025 | 09:00

Moratelindo TOP Digital Awards

Moratelindo Perkuat Kepemimpinan Transformasi Digital Lewat Dua Penghargaan Nasional TOP Digital Awards 2025

Teguh Imam Suyudi
6 December 2025 | 09:00

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Ilham Habibie: Digital adalah Instrumen Strategis Daya Saing Global, Kedaulatan, dan Ketahanan Ekonomi Bangsa

Fauzi
5 December 2025 | 13:58

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

PT Pertamina International Shipping (PIS) Raih Penghargaan TOP Digital Awards 2025 Bintang 5

Ahmad Churi
5 December 2025 | 11:14

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Inovasi Digital Jadi Fokus Strategi Komunikasi Indonesia Re di Tahun 2025

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Sejumlah Manfaat Hot Backup Satellite SATRIA-1

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Autonomous Business Jadi Masa Depan Dunia Usaha, AI Ubah Perusahaan Lebih Mandiri dan Proaktif

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Maxim Luncurkan Fitur e-Payment ‘Maxim Wallet KasPro’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni
cover it works
cover it works

ICT PROFILE

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Intel Tunjuk Pimpinan Baru untuk Kawasan APJ

Fauzi
7 April 2026 | 11:46

Intel Corporation mengumumkan penunjukan Santhosh Viswanathan sebagai Vice President and Managing Director untuk kawasan Asia Pasifik dan Jepang (APJ). Dengan...

EXPERT

Red Hat Berambisi Capai Target Net Zero Emisi Gas Rumah Kaca di 2030

Titik Infleksi AI Selanjutnya: Mengubah Agen AI Menjadi ‘Superusers’ di Enterprise

Fauzi
21 May 2026 | 14:39

Oleh: Matt Hicks, President and CEO, Red Hat Jika Anda menyaksikan keynote di hari pertama Red Hat Summit 2026, Anda...

Seiring Jaringan yang Kian Cerdas, Ketahanan Telekomunikasi Akan Bergantung pada AI yang Tepercaya

Fauzi
20 May 2026 | 10:35

Oleh: Athul Prasad, Global Director, AI Industry Solutions, Telco, Media & Entertainment, Cloudera Ketahanan dalam industri telekomunikasi dulu berarti menjaga...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto