Pandemi Covid-19 membuka peluang munculnya pembelajaran hybrid, penggabungan metode pembelajaran tatap muka dan virtual, pada model pendidikan saat ini dan di masa depan.
Diperlukan kehadiran teknologi untuk memberikan fleksibilitas yang sangat dibutuhkan oleh sekolah dalam mengatasi hambatan dalam proses belajar mengajar.
Pengertian ruang kelas pun telah telah berubah selamanya dan diprediksikan bahwa sistem pendidikan di seluruh dunia akan bergerak menuju “program 1:1”, yang berarti tiap perangkat untuk setiap siswa.
Demikian disampaikan beberapa pembicara di acara seminar pendidikan secara virtual, “EDUtechAsia Webinar – Bringing Hybrid Classrooms to Life: Strategi Sukses Pembukaan Sekolah Kembali di Indonesia”, di Jakarta, 18/06/2021. Pada acara ini dibahas rencana dibukanya kembali sekolah di Indonesia dipandu oleh moderator, Ikhsan Abdusyakur, Head of Academic Sekolah.mu.

Mulai awal tahun, pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah membuat peraturan tegas agar kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan di rumah masing-masing untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang belum stabil. Pemerintah juga sudah mencanangkan rencana pembukaan Sekolah di Indonesia dengan mempertimbangkan model pembelajaran hybrid learning, menggabungkan metode pembelajaran tatap muka dan virtual.
Baca: Lenovo EdVision, Platform Bertukar Ide dan Belajar Penggunaan Teknologi Bagi Tenaga Pengajar
Menurut Totok Soefijanto, Senior Policy Advisor, Provinsi DKI Jakarta, tantangan utama pemerintah adalah mempercepat transformasi teknologi pendidikan Indonesia menuju digital. “Transformasi digital ini perlu disambut positif karena akan memberikan manfaat baik bagi para pendidik dan siswa dimana akan mempelajari cara baru untuk mencari informasi, termasuk menggunakan beragam teknologi untuk meningkatkan pengalaman belajar,” katanya.
Pembicara lainnya Haifa Segeir, Chairperson Perkumpulan Sekolah SPK Indonesia (PSSI) dan Yustina Sunarti, COM Member Association of National and Private Schools (ANPS), sepakat bahwa ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh institusi pendidikan untuk menunjang hybrid learning agar dapat berjalan lancar dan aman.
Pertama, penerapan protokol kesehatan yang ketat dan konsisten demi memastikan keamanan di sekolah untuk kenyamanan guru, anak dan orangtua. Kedua, selain memperhatian kesiapan perangkat, pemerintah perlu memperhatikan kesehatan mental siswa/pelajar dan kesiapan kapasitas keahlian guru dalam mempersiapkan materi pembelajaran dan penggunaan teknologi itu sendiri.
Dalam kaitan ini, tentunya perangkat teknologi menjadi sangat penting untuk menunjang kelancaran dan kesuksesan model pembelajaran hybrid-learning. Penerapan solusi digital yang memfasilitasi pengajaran jarak jauh, karena kapasitas kehadiran harus dijaga, bagaimana membuat yang hadir di sekolah dan yang melalui online berjalan lancar tanpa gangguan dalam berinteraksi dengan guru.
Maka partner yang tepat dalam proses transformasi digital tersebut, jadi salah satu hal yang harus diperhatikan karena tentunya institusi pendidikan memerlukan bantuan rangkaian solusi menyeluruh lengkap dengan penyediaan untuk beragam solusi dari perangkat kolaborasi (untuk staff meeting, interaksi guru dan orangtua, guru dan murid juga) dan security (data-data murid, materi pembelajaran, administrasi sekolah). Yang paling penting juga adalah adanya dukungan tim teknis yang sigap untuk trouble shooting.














