ItWorks
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto
No Result
View All Result
ItWorks
No Result
View All Result

Red Hat OpenShift 4.8 Resmi Diumumkan, Ini yang Ditawarkan

Fauzi
8 July 2021 | 16:00
rubrik: Business Solution
Red Hat OpenShift 4.8 Resmi Diumumkan, Ini yang Ditawarkan
Share on FacebookShare on Twitter

Red Hat OpenShift 4.8, versi terbaru platform Kubernetes enterprise, resmi diumumkan Red Hat, Inc. baru-baru ini. Menyediakan fondasi kuat untuk mengembangkan dan menghubungkan berbagai beban kerja yang berbeda di hybrid cloud, Red Hat OpenShift 4.8, membantu organisasi/perusahaan mengakselerasi penciptaan aplikasi cloud-native baru tanpa mengabaikan lingkungan dan investasi IT yang sudah ada.

Ketika sebuah organisasi/perusahaan mengembangkan lanskap aplikasi untuk memenuhi kebutuhan yang terus berevolusi, platform cloud Kubernetes tidak hanya harus menjangkau semua jejak infrastruktur hybrid cloud terbuka, namun juga berbagai beban kerja dan aplikasi yang berjalan di fondasi ini. Penelitian terbaru yang disponsori Red Hat dan dilakukan oleh Pulse lebih jauh lagi memperluas kebutuhan ini, dengan survei yang menyoroti tren perkembangan dalam penggunaan aplikasi di Kubernetes. Responden melaporkan berbagai beban kerja berbeda di container dan Kubernetes, di antaranya:

• Databases atau data cache

• Data ingestion, cleansing dan analitik data

• Logging dan pengawasan

• Server web dan aplikasi

• Software Artificial Intelligence dan Machine Learning

• Aplikasi khusus berbasis framework Java dan Microsoft .NET

Ketika target baru para pelanggan terus menciptakan ruang untuk inovasi pasar, Red Hat OpenShift 4.8 menyediakan fondasi umum bagi organisasi/perusahaan agar lebih konsisten dalam mengembangkan, menggelar dan menjalankan gabungan aplikasi dan layanan yang bersifat hybrid.

Organisasi-organisasi di dunia termasuk AXA France, Bao-zun, Türkiye İş Bankası dan WorldPay from FIS beralih ke Red Hat OpenShift untuk menjalankan beban kerja yang berbeda-beda, mulai dari analitik data modern dan AI/ML, hingga memodernisasi aplikasi tradisional yang dikembangkan di framework Java dan .NET. Lebih jauh lagi, rilis terbaru Red Hat OpenShift membantu mengakselerasi pengembangan dan menjalankan gabungan aplikasi di seluruh hybrid cloud.

BACA JUGA:  Kurangi Biaya Logistik, Oracle Gunakan Manajemen Gudang berbasis Cloud

Joe Fernandes, vice president dan general manager, Cloud Platforms, Red Hat, mengatkaan pihaknya memahami bahwa tidak ada dua aplikasi yang sama dan setiap aplikasi memiliki kebutuhan yang unik.

“Red Hat OpenShift dirancang untuk mendukung organisasi terlepas dari jenis beban kerja atau letak aplikasi tersebut di hybrid cloud. Dengan Red Hat OpenShift 4.8, kami memajukan visi tersebut dengan memudahkan organisasi menjalankan berbagai beban kerja, mulai dari aplikasi cerdas data, hingga aplikasi tradisional penting yang digarap oleh tim untuk dimodernisasi,” lanjutnya.

Mempercepat pengembangan dan menyederhanakan manajemen di semua beban kerja
Red Hat OpenShift 4.8, berbasis Kubernetes 1.21 dan runtime interface CRI-O 1.21 semakin menyederhanakan pengalaman pengembang ketika membantu memperluas jenis-jenis penggunaan dan peluang beban kerja di berbagai industri. Fitur dan peningkatan baru antara lain:

• Dukungan stack ganda IPv6/IPv4 dan stack tunggal IPv6 memberikan aplikasi interoperabilitas dan komunikasi untuk lingkungan dengan menggunakan IPv6 selain IPv4 seperti di Cloud-Native Network Functions untuk telekomunikasi, dan dinas pemerintah di dunia yang membutuhkan dukungan IPv6. Kemampuan ini membantu memberikan keamanan tambahan untuk aplikasi termasuk kepatuhan terhadap peraturan.

• OpenShift Pipelines kini memungkinkan pengguna untuk secara deklaratif mendefinisikan, menerjemahkan, dan menelusuri perubahan di pipelines penyediaan aplikasi mereka bersama dengan kode sumber aplikasi mereka di repositori atau tempat penyimpanan Git. Dengan melakukan hal ini, pengembang bisa mengandalkan alur kerja Git untuk mengotomasi penggelaran CI/CD pipelines mereka, mengubah kode menjadi fitur-fitur dengan lebih cepat dan lebih aman bagi bisnis. Pengembang bisa mengandalkan alur kerja Git untuk mengelola pipelines mereka dan meninggalkan jejak audit saat Git berkomitmen ketika pipelines secara kolaboratif diperbarui di sepanjang siklus hidupnya.

BACA JUGA:  Amartha Financial Hadirkan Layanan Keuangan Digital Masyarakat Desa

• Peningkatan pengalaman pengembang dalam konsol OpenShift, termasuk kemampuan bagi pengembang Spring Boot untuk menulis kode dan menjalankan uji coba secara lokal sebelum membagi kode tersebut secara lebih luas. Selain itu, untuk lebih meningkatkan pengembangan dengan Serverless, Red Hat OpenShift 4.8 memberikan opsi scaling bagi konsol pengembang.

• Kemampuan fungsi OpenShift Serverless memungkinkan pengembang untuk menciptakan dan menjalankan fungsi, berdasarkan permintaan, pada OpenShift. Tersedia sebagai pratinjau teknologi, fungsi OpenShift Serverless membantu menyederhanakan, mengotomasi dan mempercepat pengembangan aplikasi dan operasi, menghilangkan beban pengadaan dan penskalaan infrastruktur manual.

• Sandboxed container OpenShift, yang didasarkan pada proyek open source Kata Containers, memberikan container runtime yang lebih aman menggunakan mesin virtual ringan. Tersedia sebagai pratinjau teknologi, ini menambah kemampuan bagi beban kerja spesifik yang membutuhkan keamanan aplikasi yang sangat ketat. Pada saat mayoritas aplikasi dan layanan dilindungi oleh fitur keamanan kuat dari container Linux, container sandbox memberikan lapisan tambahan pemisahan yang ideal untuk tugas-tugas yang sifatnya sangat penting, seperti beban kerja khusus atau saat menjalankan kode yang tidak terpercaya.

Ekosistem mitra yang diperluas
Dalam beberapa tahun terakhir, Red Hat menyaksikan pertumbuhan jumlah beban kerja mitra Independent Software Vendor (ISV) yang dijalankan di Red Hat OpenShift. Menurut survei yang dilakukan oleh Pulse, 63% dari responden menjalankan gabungan dari ISV dan beban kerja khusus, atau hanya beban kerja ISV pada container dan Kubernetes.

Untuk memberikan opsi yang lebih banyak bagi organisasi, Red Hat memperluas Red Hat OpenShift Certification untuk mendukung beban kerja yang lebih bervariasi di platform Kubernetes enterprise yang terdepan dalam industri. Mitra Red Hat kini bisa memungkinkan dan mensertifikasi solusi software di OpenShift melalui Operators atau grafik Helm. Dengan sertifikasi yang ditingkatkan ini, para mitra bisa dengan lebih mudah memanfaatkan teknologi Kubernetes untuk mengelola dan menskalakan pemanfaatan software.

BACA JUGA:  Elitery Membuka Anak Usaha di Malaysia

Ekosistem OpenShift tersertifikasi dengan Kubernetes Operators dan sertifikasi Helm, kini memiliki 150 solusi mitra dengan Operators tersertifikasi baru-baru ini, di antaranya: Intel OpenVINO Model Server dan OpenNESS, Ionir platform data container-native untuk Kubernetes, penyimpanan objek hybrid cloud MinIO, layanan database cloud MongoDB Atlas dan grafik Helm tersertifikasi untuk HashiCorp Vault. Ekosistem terintegrasi ini membantu memberdayakan organisasi-organisasi dengan solusi yang bekerja berdampingan dengan OpenShift dan menjawab spektrum luas kebutuhan cloud, termasuk database, alat AI/ML, application runtime, alat pengembang, penyimpanan, jaringan, keamanan, pengawasan dan logging, serta banyak lagi.

Selain itu, untuk semakin memperkuat organisasi, Red Hat Services menyediakan keahlian pengembangan aplikasi dan pengalaman di lapangan yang sudah terbukti untuk membantu organisasi menavigasi kompleksitas dalam membangun aplikasi hybrid modern dan skalabel.

Ketersediaan
Red Hat OpenShift 4.8 diharapkan tersedia secara general di bulan Juli, termasuk kemampuan untuk mencobanya di Developer Sandbox untuk Red Hat OpenShift.

Tags: Red Hat
Previous Post

Kominfo: “Dilarang Jual Kartu SIM Sudah Aktif”

Next Post

Sido Muncul Bangun Panel Surya di Pabrik Klepu Semarang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TOP DIGITAL AWARDS

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

TOP Digital Awards 2026: Aplikasi SITUNTAS, Inovasi Andalan PA Jakpus Tingkatkan Layanan Masyarakat

Ahmad Churi
22 September 2026 | 16:46

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

TOP Digital Awards 2026: Angkasa Pura Dorong Penerapan AI Efektif & Efisien Selaras Prinsip GCG

Fauzi
17 September 2026 | 23:06

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Pengadilan Agama Soreang, Permudah Akses Layanan bagi Pencari Keadilan

Fauzi
11 September 2026 | 22:31

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

TOP Digital Awards 2026: Transformasi Digital Mitra Tours Dorong Efisiensi dan Pertumbuhan Bisnis

Ahmad Churi
11 September 2026 | 22:27

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

MSI Group Kembali Gelar Ajang Corporate Rating TOP Digital Awards 2026

Fauzi
10 September 2026 | 13:18

Load More

TERPOPULER

  • Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    Amar Bank: “Layanan Bank Digital Bukan Hanya untuk Menambah Jumlah Nasabah, yang Terpenting untuk Edukasi Keuangan”

    1 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kampus Harus Kuasai Teknologi untuk Dukung Indonesia Masuk 10 Ekonomi Terbesar Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Peneliti: “GoTo Sudah Penuhi Kualifikasi Perlindungan Data Pribadi”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Huawei MatePad 11.5 PaperMatte Edition Resmi Rilis di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ingram Micro Indonesia Jalin HiAware Hadirkan Inovasi Solusi Keamanan Siber

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
iklan bni

ICT PROFILE

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Google Cloud Tunjuk Karim Siregar Jadi Country Director untuk Indonesia

Fauzi
23 June 2026 | 14:43

Google Cloud menunjuk Karim Siregar sebagai Country Director untuk Indonesia. Karim akan memimpin operasional dan strategi pasar Google Cloud di...

Transformasi Digital Kian Gencar, Akamai Luncurkan Akamai Connected Cloud dan Layanan Baru

Tunjuk Fiona Zhang, Akamai Perkuat Strategi Channel-First Kawasan APJ

Fauzi
8 April 2026 | 16:26

Akamai menunjuk Fiona Zhang sebagai Wakil Presiden Regional Bidang Penjualan dan Program Saluran untuk kawasan Asia-Pasifik dan Jepang. Penunjukan Fiona...

EXPERT

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Adopsi AI Makin Tinggi, Keamanan Siber Harus Diperkuat

Ahmad Churi
24 September 2026 | 16:30

Oleh: Sheila S. Fauzi Regional Marketing Manager, Concentrix. Dewasa ini perkembangan penggunaan atau adopsi teknologi kecerdasan artifisial (AI) di Indonesia...

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

BSSN Dorong Penguatan Sandiman Tanggulangi Rantai Kejahatan Siber

Ahmad Churi
2 September 2026 | 10:17

ItWorks.id- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mendorong penguatan peran fungsional sandiman dalam menghadapi kejahatan siber yang semakin kompleks dan...

TIK TALKS

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

Stephanus Oscar – Data Center dengan Kapasitas 6 Megawatt di Jakarta | It Works Podcast #5

redaksi
16 August 2022 | 15:30

Di masa akan datang banyak aplikasi yang akan membutuhkan low latency connectivity. Lalu apa kaitannya dengan Edge DC yang hadir...

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

Edward Samual – Memproses Data dari Hulu Sampai Hilir | It Works Podcast #4

redaksi
15 August 2022 | 12:30

Bagaimana cara mengolah Big Data sehingga dapat divisualisasikan, serta bagaimana dapat melakukan analitik dan dapat memprediksikan apa yang harus dilakukan...

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

Itworks - Inspire Great & Telco for Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • TOP Digital Awards
  • Business Solution
  • Telco
  • Digital
  • E-Gov
  • Product
  • Forti
  • TIK Talks
  • More
    • Expert
    • ICT Profile
    • Fintech
    • Research
    • Tips & Trick
    • Event
    • Foto