Jakarta, ItWorks- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi gerak cepat Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) yang bekerja sama dengan stakeholders terkait dengan menghadirkan tiga program yang berkesinambungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh pelaku parekraf dan masyarakat di Danau Toba, Sumatra Utara.
“Seperti kita ketahui arahan dari Presiden adalah Danau Toba harus disiapkan sebagai salah satu destinasi super prioritas dan Danau Toba merupakan bagian dari UNESCO Global Geopark. Oleh karena itu kita berkolaborasi untuk menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat manfaat. Garap semua potensi, agar Danau Toba menjadi destinasi super prioritas yang berkualitas, membangkitkan ekonomi kita, dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” kata Menparekraf Sandiaga, dalam sambutannya, secara daring dilansir dalam rilis pers Humas Kemenparekraft (06/08/2021), di Jakarta.
Salah satu strategi yang terus didorong untuk akselerasi pengembangan dan promosi destinasi wisata Danau Tobva dalah melaui startegi digital. Adapun tiga program yang dilaunching di antaranya workshop pengembangan ekonomi kreatif kriya berbasis daur ulang yang dilaksanakan di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit Siborongborong, Tapanuli Utara. Kemudian, softlaunching bobocabin signature di Toba Caldera Resort yang memadukan system teknologi, serta program vaksinasi massal yang bekerja sama dengan Kodam I Bukit Barisan Sumatra Utara.
Turut mendampingi Menparekraf, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; Staf Ahli Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf, Henky Manurung, serta dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi XII, Sihar Sitorus; Direktur Utama BPODT, Jimmy Panjaitan, yang diwakili oleh Bambang Cahyo; Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Hassanudin; Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar; Direktur Utama PT. Bobobox Mitra Terpadu, Indra Gunawan; serta Ketua Kadin Jakarta Pusat, Victor Aritonang.
Pada kesempatan itu, Direktur Utama BPODT, Jimmy Panjaitan, yang diwakili oleh Bambang Cahyo, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan ketiga program ini.
Sementara, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar menuturkan bahwa workshop pengembangan ekonomi kreatif kriya berbasis daur ulang yang akan dilangsungkan selama dua bulan pada 6 Agustus hingga 6 Oktober 2021, dapat meningkatkan skill dan keterampilan SDM yang ada di Perkampungan Pemuda HKBP.
“Semoga program ini dapat menjadi program berkelanjutan, sehingga kaum muda di kampung ini tidak hanya mampu mengasah kreativitas mereka, tetapi juga mampu menghasilkan keuntungan dari produk yang dihasilkan,” tuturnya.
Direktur Utama PT. Bobobox Mitra Terpadu, Indra Gunawan, mengatakan pihaknya sangat bangga telah dipercaya dan menjadi mitra kerja sama dengan Kemenparekraf dan BPODT, untuk melaunching bobocabin signature di Danau Toba. Ia berharap dengan produk baru yang memadukan alam dan teknologi, dapat menjadi solusi wisatawan sebagai destinasi tujuan wisata baru.
“Ini adalah salah satu langkah inovatif yang dapat kita lakukan di tengah pandemi. Dan, kami berharap kedepannya akan semakin banyak inisiatif-inisiatif yang dapat kita lakukan sebagai solusi pemulihan ekonomi pariwisata di Indonesia,” ujar Indra. (AC)














