Program “Link and Match” antara kebutuhan industri dengan para siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menjadi bagian dari pendidikan vokasi di Indonesia berpotensi besar menghasilkan talenta digital unggul sesuai semangat transformasi digital.
“Link and Match bertujuan untuk menciptakan keselarasan mendalam, menyeluruh dan berkelanjutan dalam semua aspek penyelenggaraan pendidikan vokasi, yakni antara SMK dengan dunia kerja,” jelas Direktur Jenderal Pendidikan (Dirjen) Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 28/10/2021.
Kemendikbudristek pun mendukung “Link and Match” dapat dilakukan secara merata di SMK se-Indonesia. Dengan sistem itu, siswa di SMK dinilai bisa mengasah tiga kemampuan dasar yang penting untuk bertahan di industri yang canggih, serba digital, dan memaksimalkan penggunaan teknologi.
Ada pun tiga aspek itu meliputi soft skills, hard skills, serta karakter yang sesuai kebutuhan industri. Pembelajaran pun berbasis proyek riil serta praktik kerja lapangan sehingga siswa SMK bisa menjawab kebutuhan dari para pelaku industri.
Baca: Genjot Produk TIK Lokal, Kemenperin Pacu R&D Hingga Bangun Engineering Center
Wikan mendukung penuh industri-industri bisa berperan aktif mengikuti link and match dengan SMK sehingga pengkaderan serta persiapan generasi muda menjadi talenta digital Indonesia bisa optimal.
Selain menghadirkan “Link and Match”, Kemendikbudristek juga terus berupaya merevitalisasi SMK sejak 2019 agar talenta digital Indonesia dari generasi muda yang telah dididik bisa memenuhi kebutuhan industri 4.0.
Ada sejumlah regulasi yang mendukung kemajuan SMK menjawab kebutuhan industri 4.0 di antaranya seperti Teaching Factory serta Super Tax Deduction.
Sebelumnya, sejak awal 2021 Indonesia mencanangkan percepatan transformasi digital bersamaan dengan pemulihan pandemi COVID-19.
Berbagai gerakan untuk meningkatkan literasi kemampuan digital masyarakat Indonesia telah dilakukan mulai dari program bagi masyarakat umum hingga para pelajar yang terdidik.
Selain memberikan pengetahuan soft skills, Pemerintah juga terus gencar memperbanyak infrastruktur jaringan untuk layanan digital agar layanan ruang digital bisa semakin merata dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.
Baca: Bekali Mahasiswa Keterampilan Digital, Skilvul Gelar Program Magang Bersertifikat














