Reporter: Busthomi
Editor: Teguh IS
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim terus berbenah menjadi BPD yang terbaik di Tanah Air. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan yakni ‘Menjadi BPD Nomor 1 di Indonesia’. Untuk itu, langkah yang bakal ditempuh bank kebanggaan rakyat Jatim tersebut, salah satunya adalah transformasi digital.
Digitalisasi memang menjadi salah satu misi emiten bank dengan kode saham BJTM itu, yaitu ‘Akselerasi kinerja dan transformasi bisnis yang sehat menuju Digital Bank dengan SDM yang berdaya saing tinggi.’
Adapun dua misi lainnya adalah Memberikan kontribusi pertumbuhan ekonomi Jawa Timur, serta Menerapkan prinsip-prinsip tata keuangan yang berkelanjutan.
Dengan nilai-nilai perusahaan yang diusungnya adalah EXPRESI, yakni excellence, professional, integrity, synergy, dan innovation.
Demikian disampaikan Machfud, selaku Kepala Divisi IT Bank Jatim dalam Penjurian TOP Digital Awards 2021, secara online, 10/11/2021.
Strategi Transformasi Digital
Untuk mewujudkan visi-misi tersebut, kata Machfud, pihaknya telah merancang sederet strategi bisnis yakni, memenuhi kebutuhan layanan teknologi stakeholder (Pemerintah Daerah, ASN, UMKM, asosisasi pengusaha & konstruksi, pendidikan dan nasabah umum).
“Menyediakan layanan digital banking (customer online onboarding, digital payment & loan originating system); mendukung program elektronifikasi keuangan daerah (sistem penerimaan & pengeluaran keuangan daerah).”
“Berikutnya, access channel yang luas dilengkapi dengan fitur yang lengkap dan terintegrasi (menyediakan one stop service yang terintegrasi seluruh e-channel).”
“Digitalisasi, automasi dan simplifikasi proses workflow pipeline management, paperless, managerial dashboard, Integration Reporting & Monitoring, Online Realtime Tools; membangun kolaborasi dan sinergi berbagai ekosistem (bank/non bank, business partner).”
“Yang tidak kalah penting, menerapkan tata kelola proses IT dan security berdasarkan best practice berstandar internasional; dan terakhir layanan e-channel 7×24 jam atau Zero Downtime.”
“Semua strategi itu selaras dengan transformasi digital Bank Jatim yakni tahun 2021-2025. Juga sesuai dengan strategi Roadmap IT perseroan dari mulai IT security awareness hingga big data analytics,” kata Machfud.
Ia pun memaparkan, dalam menerapkan strategi transformasi digital ini pihaknya melakukan sejumlah langkah terkait TI, pertama, IT security awareness, yaitu peningkatan keamanan IT untuk pencegahan, monitoring, proteksi dan solusi perlindungan informasi dari ancaman fraud, virus, malware yang masuk melalui jaringan, user, email, maupun cloud.
Baca: Bank Jatim Raih Penghargaan Bintang 4 Top Digital Awards 2020
Kedua, enhancement core banking system dengan modernisasi core banking system sekaligus infrastruktur pendukungnya.
Ketiga, enhancement digital banking, dengan pengembangan digital banking yang menjadi keharusan.
Keempat, digitize business process, dengan digitaisasi inovasi pada proses bisnis, memabntu meningkatkan efisiensi, integrasi, percepatam SLA, paperless, mudah dan adaptif, sehingga berdampak positif pada ekspansi bisnis.
Kelima, strategic partnership, dengan membangun kolaborasi bank melalui kerja sama tiga pihak dan ekosistem.
“Terakhir, big data analytics, yakni pemanfaatan data dalam volume besar dan kecepatan yang besar untuk analisa pengambilan keputusan, mitigasi risiko dan peningkatan bisnis didukung dengan teknologi kecerdasan buatan.”
Solusi Bisnis
Ada sejumlah aplikasi Bank Jatim yang memiliki keunggulan dan benefit yang luar biasa, antara lain:
Mobile Banking Redesign: JConnect Mobile. Mobil banking Bank Jatim ini memiliki disain baru yang diluncurkan pada 17 Agustus 2020 lau dengan fitur yang jauh lebih lengkap, seperti: disain tampilan yang interaktif, profil pemegang rekening dengan foto diri, multiple account, cardless ATM/CRM, pendaftaran email e-statement, QRIS payment method, easy to active JatimMobile, dan lainnya.
Digital Platform Strategy: JConnect for General: berupa e-layanan yang bisa digunakan untuk transaksi macam-macam dan terkoneksi dengan aplikasi-aplikasi di Kabupaten/Kota di Jatim, seperti BlonjoOnline dari Jombang, Pasar Online Lamongan, Lumbung Pangan Jatim, dll. Juga bisa digunakan untuk transaksi pembayaran sehari-hari, serta bisa untuk belanja kuliner di Jatim.
-Elektronifikasi Penerimaan Asli Daerah: untuk pembayaran semua pajak daerah dengan menggunakan channel Bank Jatim, seperti PBB, Bea Perolehan Ha katas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Daerah Lainnya (PDL), retribusi, maupun pajak kendaraan bermotor.
Aplikasi Dashboard Monitoring Elektronifikasi Keuangan Daerah (e-KD): merupakan aplikasi mobile dashboard monitoring transaksi keuangan pemerintah daerah yang digunakan oleh kepala daerah, kepala BPKAD, Bapenda, dan pejabat berwenang dalam memantau transaksi keuangan daerah.
Solusi di Masa Pandemi
Kualitas digitalisasi Bank Jatim juga teruji kian mapan seiring adanya pandemi Covid-19, dengan hadirnya beberapa solusi bisnis.
Pertama, aplikasi Jatim Kilat, dikembangkan oleh internal tahun 2020, yakni aplikasi yang digunakan oleh tim analis kredit dalam menerima pengajuan kredit dari debitur secara digital. “Ini bermanfaat untuk mempercepat SLA proses pengajuan kredit sekaligus sebagai monitoring proses pengajuan kredit,” kata Machfud.
Kedua, aplikasi E-KMG yakni pengajuan kredit multi guna online untuk ASN. Aplikasi ini juga dikembangkan oleh internal tahun 2020. Ini digunakan ASN di Jatim untuk mengajukan pinjaman secara online. Dengan fitur unggulannya adalah pengajuan kredit multi guna bagi ASN secara online dengan SLA persetujuan kredit dan pencairan maksimal satu hari.
Aplikasi ini terhubung dengan Badan Kepegawaian Daerah, Dispendukcapil, Taspen, dan SLIK serta menggunakan credit scoring, proses analisa pembahasan, juga pencairan dana langsung ke rekening ASN.
IT Maturity Level
Kehebatan IT Bank Jatim ini, klaim Machfud, tak lepas dari tata kelola IT yang sesuai regulasi, terutama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Selain itu, pihaknya juga sudah mengukur dan mengadopsi tingkat kematangan IT yang sudah di level yang bagus.
“Terkait IT maturity level, kami sudah sesuai dengan POJK No. 38/POJK.03/2016 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum. Serta SE OJK No. 21/SEOJK.03/2017 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi oleh Bank Umum,” kata dia.
Dan sebagai parameter keandalan IT itu, BJTM sudah menggunakan COBIT 5.0 sebagai salah satu framework IT Governance yang paling banyak digunakan, juga memiliki IT strategic plan yang selaras (align) dengan strategi bisnis.
“Jadi maturity model yang digunakan Bank Jatim dalam mengembangkan setiap aplikasi memiliki tiga tingkatan level maupun acuan pengembangan yaitu, POJK 38, SE OJK 21, dan COBIT 5.0 sebagai salah satu framework IT Governance,” pungkas Machfud.














