Jakarta, ItWorks- PT Pertamina Gas (Pertagas) selaku afiliasi dari Subholding Gas terus melakukan inovasi digital, baik untuk meningkatkan performa di sistem manajemen, kinerja, maupun operasional. Termasuk juga untuk akselerasi integrasi infrastruktur gas bumi dengan dukungan sistem aplikasi teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja operasional melalui dukungan integrasi dan pertukaran data secara digital.
Sejalan dengan komitmen Pemerintah dalam menyongsong revolusi industri keempat atau yang dikenal dengan era Industri 4.0, dunia usaha dan industri diminta mengantisipasi adanya tuntutan perubahan yang sarat dengan tuntutan inovasi dan implementasi digital technology. Revolusi itu akan menghasilkan perubahan besar bagi tatanan industry, di mana Indonesia juga sudah harus bersiap menyiapkannya, tak terkecuali industri minyak dan gas bumi (migas).
Mengantisipasi hal itu, sebelum pandemi Covid-19, inisiasi transformasi digital juga sudah menjadi perhatian besar PT Pertagas, baik untuk meningkatkan performa sistem manajemen maupun operasional. Hal ini sekaligus juga untuk memperkuat sistem integrasi selaku afiliasi dari Gas Subholding. Seperti penerapan enterprise resource planning (ERP) untuk sistem manajemen, integrasi dan proses bisnis agar dapat ter¬kontrol dan berjalan lebih optimal. Begitu juga aplikasi untuk mendukung supply chain (rantai suplai) gas, pengembangan jaringan infrastruktur dan lainnya untuk meningkatkan kinerja dan daya saing yang berkelanjutan.
Dipicu pandemi Covid-19, inisiasi transformasi digital di PT Pertagas pun mengalami lompatan percepatan karena adanya tututan baru oleh situasi dan kondisi pandemi ini. Terutama adanya pergeseran sistem kerja, seperti Work From Home (WfH) bagi karyawan di office, virtual meeting termasuk untuk koordinasi dengan lini operasional, dan lainnya. Sehingga pengembangan sistem IT juga mengalami penyesuian yang ditandai adanya percepatan di berbagai lini.
Demikian diungkapkan Direktur Teknik dan Operasi PT Pertamina Gas (Pertagas) Rosa Permata Sari saat membuka sesi presentasi dan wawancara penjurian “Top Digital Awards 2021” secara virtual, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, ia selaku Direktur Teknik dan Operasi Pertagas berkesempatan menyampaikan pengenalan perusahaan dan brief digital transformation di PT Pertagas.
Tahun ini, PT Pertamina Gas terpilih dan masuk di tahap wawancara penjurian TOP Digital Awards 2021. TOP Digital Awards merupakan kegiatan corporate rating atau ajang penilaian untuk penghargaan di bidang IT dan Telco atau teknologi digital yang diberikan kepada perusahaan/ instansi pemerintahan yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan inovasi pemanfaatan teknologi digital. Terutama dalam upaya meningkatkan kinerja, daya saing, layanan pelanggan, maupun layanan masyarakat di tengah pandemi covid-19 dan new normal. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Majalah ItWorks, bekerja sama serta didukung oleh beberapa asosiasi dan Lembaga konsultan IT & TELCO di Indonesia.
Dalam penjurian ini, PT Pertagas mengusung presentasi berjudul” Transformasi Digital Untuk Akselerasi Integrasi Infrastruktur Gas Bumi Indonesia dan Business Sustainability. Turut serta dalam presentasi dan wawancara penjurian; Arief Mujiyanto mewakili VP Infrastructure Management, Andre Tobing -Manager Operation Performance & Budget, dan tim IOT lainnya, Hendi Novianto, Fonny Prasmono Adi, Mayang Panjerino, serta Eka Satrya.
Menurut Arief Mujiyanto, digitalisasi di Pertagas juga menjadi bagian dari upaya Subholding Gas dalam mengoptimalkan setiap peluang gas bumi melalui program gasifikasi kilang, peningkatan pasar industri, retail dan optimalisasi jaringan gas yang menjadi salah satu fokus perusahaan saat ini dan ke depan.
Seperti diketahui, pada 2018, Pertagas diintegrasikan ke PGN di bawah Holding Migas Pertamina, yang antara lain untuk optimalisasi penggunaan gas. Diharapkan, kedepannya juga dapat mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dengan bahan bakar gas bumi yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari transisi energi di Indonesia. “Target peran gas bumi dalam bauran energi nasional dari 21% menjadi 24% di 2050. Infrastruktur yang masih terfragmentasi saat ini, tentu menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Andre Tobing menambahkan, transformasi digital di Pertagas juga menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk dapat meningkatkan akselarasi percepatan pengembangan jaringan infrastruktur, agar bisa lebih optimal menggapai target bauran energi nasional tersebut. Berbagai inovasi berbasis teknologi digital juga terus dilakukan.
Salah satu solusi yang berhasil dibangun yakni aplikasi Gas Management System (GMS) yang mampu mengintegrasikan dua entitas terbesar dalam pendistrubusian gas di Tanah Air, yakni antara PGN dan Pertagas dengan dukungan sistem digital. Melalui aplikasi Gas Management System (GMS)- SIPGas, distribusi gas dari Sumatera berhasil dialirkan melalui pipa South Sumatera-West Java (SSWJ) milik PGN untuk memenuhi kebutuhan pelanggan sektor pupuk dan kilang di jaringan pipa Pertagas West Java Area (WJA.
“Pilot project dilakukan untuk integrasi SSWJ (PGN) dan WJA (Pertagas) yang ditargetkan on-stream pada Triwulan III 2021. Ke depan akan diperluas untuk wilayah Jawa Tengah & Jawa Timur, serta Sumatera Bagian Tengah,” ujarnya.
Dengan aplikasi GMS SIPGas yang terintegrasi, kian memudahkan Subholding Gas Group dalam mengoptimalkan penyaluran gas dari setiap pasokan di jaringan yang sudah terintegrasi. Penyaluran gas ke industri-industri strategis juga semakin fleksibel, seperti pembangkit listrik, pupuk dan kilang, serta semakin mudah dalam memenuhi un-met demand pelanggan.
PT Pertamina Gas merupakan perusahaan yang bergerak dalam sektor midstream dan downstream industri gas Indonesia. Sebagai bagian dari Subholding Gas di Indonesia, Pertamina Gas berperan dalam usaha niaga gas, transportasi gas, pemrosesan gas dan distribusi gas, serta bisnis lainnya yang terkait dengan gas alam dan produk turunannya.
Sebagai afiliasi dari subholding gas, PT Pertamina Gas menjadi bagian dari Solusi 360 yang dikembangkan oleh PGN. Hal ini memungkinkan layanan yang terintegrasi dalam pengembangan bisnis secara bersama. Pertamina Gas secara berkelanjutan juga melakukan ekspansi bisnis melalui pengembangan infrastruktur pipa gas dan fasilitas bisnis lainnya demi menjamin kebutuhan pasokan energi gas untuk para pelanggan. (AC)














